Jumat, 24 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Hujan Deras Tak Berhenti, Solo dan Sukoharjo Dikepung Banjir Luapan Sungai

Admin WGM - Wednesday, 15 April 2026 | 01:00 PM

Background
Hujan Deras Tak Berhenti, Solo dan Sukoharjo Dikepung Banjir Luapan Sungai
Solo Raya Terendam Banjir (Kompas Regional /)

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak semalam mengakibatkan bencana banjir di sejumlah titik strategis. Hingga Rabu (15/4/2026) pagi, ratusan rumah yang tersebar di delapan kelurahan di Kota Surakarta dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi. Luapan air tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Kabupaten Sukoharjo, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta mencatat bahwa banjir kali ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang tidak mampu ditampung oleh drainase kota, diperparah dengan naiknya debit air sungai di sekitar wilayah tersebut.

Data sementara yang dihimpun menunjukkan bahwa dampak banjir paling signifikan terasa di delapan kelurahan di Kota Solo. Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Joyotakan, Gandekan, Semanggi, hingga Jebres. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter, memaksa warga untuk menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

"Hujan turun tanpa henti sejak sore hingga dini hari tadi. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ini petugas gabungan sudah berada di lapangan untuk melakukan evakuasi, terutama bagi lansia dan anak-anak," ujar perwakilan BPBD Surakarta dalam keterangan persnya.

Selain pemukiman, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Solo juga dilaporkan tergenang. Hal ini mengakibatkan kemacetan panjang di beberapa titik karena kendaraan kecil kesulitan melintas.

Kondisi serupa terjadi di wilayah tetangga, Kabupaten Sukoharjo. Luapan Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya membuat ratusan warga di beberapa kecamatan terdampak. BPBD Sukoharjo melaporkan bahwa evakuasi mandiri telah dilakukan oleh warga sejak dini hari tadi.

Kombinasi hujan lokal yang deras serta kiriman air dari wilayah hulu menjadikan situasi di wilayah perbatasan Solo-Sukoharjo cukup kritis. Tim SAR gabungan telah menyiagakan perahu karet di lokasi-lokasi rawan guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air jika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Surakarta telah menginstruksikan pembukaan posko pengungsian di sejumlah gedung serbaguna dan kantor kelurahan. Selain tempat bernaung, bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan mulai didistribusikan kepada warga yang terdampak.

"Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan jiwa. Kami juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Petugas kesehatan disiagakan di setiap posko untuk memantau kondisi warga," tulis laporan resmi yang dirilis melalui RRI Surakarta.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Bencana banjir yang kembali berulang ini memicu kritik dari sejumlah pengamat lingkungan. Kapasitas drainase kota dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar mampu menghadapi curah hujan ekstrem yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim.

"Situasi ini adalah alarm bagi pemerintah daerah di Solo Raya untuk lebih serius membenahi sistem tata air dan pemeliharaan sungai. Tanpa solusi struktural yang komprehensif, banjir akan terus menjadi ancaman tahunan bagi warga," ujar salah satu pakar lingkungan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di beberapa titik dilaporkan mulai surut perlahan, namun sebagian besar warga masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir akan adanya hujan kiriman pada sore hari.