Harga Ayam Turun hingga Rp35.000 per Kg, Peternak Rugi Akibat Pasokan Berlebih
Admin WGM - Sunday, 28 June 2026 | 12:30 PM


Harga daging ayam ras di sejumlah pasar nasional terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 26 Juni 2026, harga rata-rata daging ayam ras berada di kisaran Rp35.800 per kilogram, turun dibandingkan posisi sebulan sebelumnya yang masih berada di atas Rp37.900 per kilogram.
Penurunan harga di tingkat konsumen ini terjadi seiring anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak. Bahkan di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat, harga ayam hidup dilaporkan hanya berkisar Rp13.000–14.000 per kilogram, jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP) yang kini mencapai sekitar Rp22.000–23.000 per kilogram.
Pasokan Melimpah Jadi Penyebab Utama
Kementerian Pertanian menyebut penyebab utama anjloknya harga ayam adalah pasokan yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan pasar menyerap produksi. Kondisi over supply membuat harga di tingkat peternak terus tertekan meski biaya produksi mengalami kenaikan akibat harga pakan yang meningkat.
Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menyatakan kondisi ini telah berlangsung sejak April 2026 dan menjadi salah satu periode terburuk bagi peternak ayam dalam beberapa tahun terakhir.
Libur Sekolah Ikut Pengaruhi Permintaan
Selain kelebihan pasokan, menurunnya permintaan juga memperburuk kondisi pasar. Masa libur sekolah membuat konsumsi ayam berkurang, sementara penyerapan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut menurun selama periode liburan.
Peternak berharap pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial berupa ayam dan telur seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Menurut mereka, program tersebut dapat membantu menyerap jutaan ekor ayam sehingga harga di tingkat peternak kembali membaik.
Harga Masih di Bawah Acuan Pemerintah
Meski harga ayam di pasar sudah turun, nilainya masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram. Di beberapa pasar tradisional Jakarta, harga ayam bahkan sudah dijual pada kisaran Rp34.000–37.000 per kilogram.
Sementara itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga dan pasokan agar keseimbangan antara kepentingan konsumen serta keberlangsungan usaha peternak tetap terjaga.
Anjloknya harga ayam menjadi tantangan bagi industri perunggasan nasional. Di satu sisi, konsumen menikmati harga yang lebih murah, namun di sisi lain peternak harus menanggung kerugian karena harga jual berada jauh di bawah biaya produksi. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat penyerapan hasil peternak dan menjaga keseimbangan pasokan agar harga kembali stabil.
Next News

Modal Kecil Untung Berlipat, Membedah Strategi Bisnis Olahan Cireng Kekinian yang Selalu Laris Manis
17 days ago

Bebas Dari Tekanan Validasi Sosial, Kekuatan Strategi Menabung Diam-Diam demi Kedamaian Finansial Masa Depan
18 days ago

Tameng Komoditas Tangguh: Cara Nikel dan Batu Bara Menahan Gempuran Defisit Perdagangan
21 days ago

Uji Coba Biodiesel B50 Tunjukkan Hasil Positif, Wamen ESDM Tinjau Langsung Performa Mesin Kendaraan
23 days ago

Wajib Siapkan KAS Lebih! 7 Biaya Tersembunyi Saat Pengajuan KPR Rumah
a month ago

Gaji 5 Juta Bisa Dapat Rumah Harga Berapa? Rumus Hitung Cicilan KPR Ideal
a month ago

Harga Emas dan Perak Melonjak Naik di Tengah Konflik AS-Iran, Safe Haven Jadi Incaran Investor
a month ago

Sinyal Penting Bagi Pasar Modal: Respon Istana Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
a month ago

Baru 2 Minggu IPO, Direktur RANS Pilihan 2025 Mendadak Mundur dari Jabatan
a month ago

OECD Pastikan Pajak Minimum Global Naikkan Penerimaan Negara Tanpa Ganggu Lapangan Kerja
a month ago





