Selasa, 12 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Garis Polisi Melingkar di Tanjung Barat, Olah TKP Kebakaran Rumah Haerul Saleh Dimulai

Admin WGM - Friday, 08 May 2026 | 01:30 PM

Background
Garis Polisi Melingkar di Tanjung Barat, Olah TKP Kebakaran Rumah Haerul Saleh Dimulai
Alamat Rumah Haerul Saleh Tanjung Barat Jagakarsa (Metro TV /)

Kabar duka menyelimuti lembaga negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Salah satu anggotanya, Haerul Saleh, dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kebakaran hebat yang menghanguskan kediamannya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi. Kepergian mendadak pejabat negara ini memicu duka mendalam bagi kolega dan kerabat, sekaligus menjadi atensi serius pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasti amukan si jago merah tersebut.

Pihak pemadam kebakaran dan kepolisian setempat telah mengevakuasi korban ke rumah sakit, sementara lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

Kronologi Insiden di Tanjung Barat

Kebakaran yang menimpa rumah dinas sekaligus kediaman pribadi tersebut dilaporkan terjadi saat sebagian besar warga baru saja memulai aktivitas pagi. Melansir laporan detikNews, api pertama kali terlihat muncul dari salah satu ruangan di lantai bawah sebelum akhirnya merambat dengan cepat ke seluruh bagian bangunan. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan belasan unit mobil pemadam guna menjinakkan api agar tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya.

Haerul Saleh diduga terjebak di dalam bangunan saat api mulai membesar. Melansir laporan Kompas.com, meskipun petugas telah berupaya melakukan penyisiran segera setelah api berhasil dikendalikan, nyawa korban tidak dapat terselamatkan. Korban ditemukan di salah satu titik ruangan setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas di lapangan.

Konfirmasi Identitas Korban

Kepastian mengenai identitas korban jiwa dalam kebakaran di Tanjung Barat tersebut disampaikan langsung oleh pihak kepolisian dan dikonfirmasi oleh kerabat dekat. Melansir laporan detikNews, pihak kepolisian memastikan bahwa satu-satunya korban meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah benar Haerul Saleh, yang menjabat sebagai Anggota BPK RI.

Informasi ini juga dibenarkan oleh rekan sejawat di lembaga BPK. Melansir laporan Metro TV, pimpinan BPK menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Haerul Saleh yang dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pemeriksaan keuangan negara. Jenazah korban kini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi akhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Melansir laporan Inilah.com, area rumah di kawasan Jagakarsa tersebut telah disterilkan untuk memudahkan tim ahli mencari titik awal api. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun polisi tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang memicu insiden maut tersebut.

"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi dan menunggu hasil olah TKP dari tim Labfor. Fokus saat ini adalah memastikan penyebab utama api dan melakukan evakuasi aset yang masih tersisa," ujar pejabat kepolisian di lokasi kejadian. Lingkungan di sekitar Tanjung Barat pun masih tampak ramai oleh warga dan petugas yang mengamankan situasi pascakebakaran.

Sosok Berdedikasi di Mata Kolega

Kepergian Haerul Saleh meninggalkan lubang besar di tubuh BPK RI. Sepanjang masa jabatannya, almarhum dikenal vokal dalam menyuarakan transparansi dan akuntabilitas anggaran negara. Melansir ulasan melalui Kompas.com, kontribusi Haerul Saleh dalam mengawal berbagai laporan hasil pemeriksaan (LHP) menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan birokrat maupun parlemen.

Rencana pemakaman almarhum masih menunggu keputusan keluarga besar, namun direncanakan akan dilakukan dengan penghormatan terakhir mengingat statusnya sebagai pejabat negara aktif. Insiden ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama pada instalasi kelistrikan di bangunan rumah tinggal.