Jumat, 10 Juli 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Bubur Pedas Khas Sambas, Kuliner Legendaris yang Dulu Hanya Disajikan untuk Raja

Admin WGM - Sunday, 28 June 2026 | 04:30 PM

Background
Bubur Pedas Khas Sambas, Kuliner Legendaris yang Dulu Hanya Disajikan untuk Raja
(dandapala.com/elyas)

Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang menyimpan nilai sejarah, salah satunya bubur pedas khas Sambas dari Kalimantan Barat. Hidangan yang dikenal masyarakat Melayu sebagai bubbor paddas ini bukan sekadar makanan pengganjal perut, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Meski menggunakan nama "pedas", bubur ini tidak memiliki rasa pedas seperti yang dibayangkan banyak orang. Sebaliknya, cita rasanya didominasi gurih dari rempah-rempah, beras sangrai, dan aneka sayuran segar yang berpadu menghasilkan aroma khas.

Dahulu Menjadi Hidangan Para Raja

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Sambas, bubur pedas awalnya merupakan hidangan istimewa yang hanya disajikan di lingkungan kerajaan Melayu. Makanan ini biasanya hadir dalam upacara adat atau acara kerajaan yang bersifat sakral sehingga tidak dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat umum.

Seiring berjalannya waktu, bubur pedas mulai dikenal luas. Pada masa penjajahan, ketika bahan pangan sulit diperoleh, masyarakat Sambas memanfaatkan beras dan berbagai sayuran lokal untuk membuat bubur yang mengenyangkan sekaligus bergizi. Karena menggunakan banyak bahan yang mudah ditemukan, hidangan ini menjadi solusi saat persediaan makanan terbatas.

Kaya Sayuran dan Rempah

Keunikan bubur pedas terletak pada komposisinya. Beras terlebih dahulu disangrai hingga kecokelatan, kemudian ditumbuk bersama kelapa sangrai sebelum dimasak dengan kaldu. Setelah itu ditambahkan berbagai sayuran seperti kangkung, pakis, tauge, kacang panjang, wortel, ubi jalar, rebung, hingga daun kesum yang memberikan aroma khas.

Saat disajikan, bubur biasanya dilengkapi taburan kacang tanah goreng, ikan teri, bawang goreng, serta pelengkap seperti sambal, kecap manis, dan jeruk limau sesuai selera. Kombinasi inilah yang membuat cita rasanya semakin kaya.

Tak Pedas Meski Namanya Bubur Pedas

Banyak orang mengira bubur pedas memiliki rasa yang sangat menyengat. Padahal, kata "pedas" dalam budaya Melayu Sambas lebih merujuk pada banyaknya rempah dan bumbu yang digunakan, bukan dominasi cabai. Rasa gurih, harum, dan segar justru menjadi ciri utama hidangan ini.

Hingga kini, bubur pedas masih menjadi sajian favorit masyarakat Sambas, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa. Selain itu, makanan ini juga sering disajikan pada acara keluarga maupun festival budaya sebagai bagian dari identitas kuliner Melayu Kalimantan Barat.

Bubur pedas khas Sambas bukan hanya menawarkan cita rasa yang unik, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya Melayu dan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat. Dari hidangan kerajaan hingga menjadi makanan rakyat, bubur ini tetap mempertahankan keaslian rasa serta nilai tradisi yang membuatnya layak dikenal lebih luas sebagai salah satu kuliner legendaris Nusantara.