Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Biar Gak Cuma 'Araso', Simak 10 Slang Korea 2026 yang Lagi Viral di Weverse!

Admin WGM - Saturday, 31 January 2026 | 11:30 AM

Background
Biar Gak Cuma 'Araso', Simak 10 Slang Korea 2026 yang Lagi Viral di Weverse!
Foto bendera korea (unsplash.com/@nardly/)

Bahasa Korea telah lama melampaui batas geografis semenanjung, bertransformasi menjadi identitas kultural yang dinamis seiring dengan dominasi konten hiburan di panggung dunia. Setiap tahun, para penggemar drakor dan musik pop Korea disuguhi istilah-istilah baru yang muncul dari ruang obrolan digital, variety show, hingga lirik lagu yang viral.

Memasuki tahun 2026, fenomena "bahasa gaul" atau slang Korea tidak lagi sekadar tren sesaat, melainkan menjadi alat navigasi sosial bagi para penikmat budaya Hallyu agar tetap relevan dalam berinteraksi di platform seperti Weverse, Bubble, atau media sosial lainnya. Dalam kacamata sosiolinguistik, kecepatan munculnya istilah baru ini mencerminkan karakter masyarakat Korea yang mengusung konsep Palli-palli (cepat-cepat), di mana efisiensi komunikasi sering kali diwujudkan melalui singkatan-singkatan kreatif yang unik.

Kekuatan utama dari slang Korea modern terletak pada kreativitas pemendekan suku kata yang tetap mempertahankan esensi maknanya. Di platform interaksi penggemar seperti Bubble atau Weverse, penggunaan singkatan bukan lagi pilihan, melainkan standar. Istilah-istilah seperti O-woon-wan (오늘 운동 완료 - Olahraga hari ini selesai) atau J-me-chu (저녁 메뉴 추천 - Rekomendasi menu makan malam) menjadi bukti bagaimana kegiatan sehari-hari diringkas menjadi kode-kode singkat yang mengakrabkan hubungan antara idola dan penggemar.

Slang-slang ini sering kali muncul pertama kali di platform komunitas daring sebelum akhirnya diadopsi secara luas oleh media arus utama. Memahami kode-kode ini menjadi krusial agar audiens tidak kehilangan konteks emosional saat menonton konten tanpa teks terjemahan resmi yang memadai.

Namun, di balik fleksibilitas bahasa gaul tersebut, terdapat batasan etika komunikasi yang sangat ketat dalam masyarakat Korea, yaitu pemisahan antara bahasa formal (Jondae-mal) dan bahasa kasual (Ban-mal). Sisi kritis yang sering kali luput dari perhatian penggemar internasional adalah risiko salah paham saat menggunakan slang di waktu atau kepada orang yang salah.

Penggunaan bahasa gaul kepada orang yang lebih tua atau dalam situasi formal tanpa kesepakatan sebelumnya dapat dianggap sebagai tindakan yang sangat tidak sopan. Literasi bahasa ini menjadi benteng penting agar interaksi digital tetap harmonis. Slang Korea adalah bumbu dalam percakapan informal antar teman sebaya, namun penguasaan terhadap tata bahasa dasar tetap menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan jika ingin benar-benar memahami nuansa budaya mereka.

Fenomena menarik lainnya di tahun 2026 adalah kemunculan "Konglish" (Korean-English) baru yang semakin hibrida. Kata serapan dari bahasa Inggris yang diserap ke dalam fonetik Korea sering kali mengalami pergeseran makna yang unik.

Misalnya, penggunaan kata Healing yang di Korea lebih bermakna sebagai kegiatan relaksasi atau liburan singkat untuk melepas penat, atau kata Fighting yang sudah menjadi jargon penyemangat universal. Di tahun ini, istilah-istilah berbasis teknologi dan gaya hidup digital semakin mendominasi kamus Konglish, menunjukkan betapa terbukanya bahasa Korea terhadap pengaruh global tanpa kehilangan karakteristik lokalnya.

Biar kamu tetap bisa mengikuti percakapan tanpa rasa bingung, ini adalah cara supaya memahami dan menggunakan slang Korea terbaru dengan baik dan bijak.

Pahami Konteks dan Lawan Bicara Sebelum Beraksi

Sebelum menggunakan slang yang baru Anda dengar di variety show, pastikan lawan bicara Anda berada di lingkaran pertemanan yang setara. Gunakan slang hanya dalam situasi informal (Ban-mal). Menggunakan singkatan gaul kepada atasan atau orang yang baru dikenal adalah kesalahan sosial yang serius dalam etika Korea.

Ikuti Tren Singkatan di Media Sosial Secara Berkala

Bahasa gaul Korea sangat cepat kadaluarsa. Istilah yang populer di awal tahun bisa jadi dianggap "ketinggalan zaman" di pertengahan tahun. Mengikuti akun-akun edukasi bahasa yang berbasis di Seoul atau sering memantau kolom komentar di platform komunitas adalah cara terbaik untuk tetap memperbarui kosa kata Anda.

Bedakan Antara Slang Internet dan Bahasa Percakapan Umum

Beberapa kata hanya lazim dituliskan (seperti singkatan konsonan k-k-k-k untuk tertawa) namun aneh jika diucapkan secara lisan. Memahami perbedaan antara bahasa ketikan digital dan bahasa lisan akan membuat kemampuan berkomunikasi Anda terlihat lebih natural dan tidak kaku.

Perhatikan Penggunaan Konglish yang Tepat Makna

Jangan berasumsi bahwa kata bahasa Inggris yang diserap ke bahasa Korea memiliki arti yang persis sama. Pelajari bagaimana masyarakat lokal menggunakan kata tersebut agar Anda tidak mengalami cultural shock saat menemukan kata Inggris yang digunakan dalam konteks yang berbeda di Korea.

Pada akhirnya, mempelajari slang Korea bukan hanya soal menambah daftar kosa kata, melainkan tentang menghargai dinamika budaya yang terus bergerak. Bahasa adalah organisme hidup yang mencerminkan denyut nadi sebuah bangsa. Dengan menguasai kamus gaul terbaru, Anda tidak hanya sekadar menjadi penonton yang pasif, tetapi juga menjadi bagian dari dialog budaya global yang lebih luas.

Literasi bahasa gaul yang dibarengi dengan pemahaman etika tradisi akan menjadikan pengalaman Anda dalam menikmati konten Hallyu menjadi jauh lebih kaya, mendalam, dan tentu saja, tidak lagi "lemot" saat mengikuti percakapan idola favorit Anda.