Biar Gak Alot! Lakukan 4 Hal Ini Agar Daging Panggang Tetap Lembut dan Juicy
Admin WGM - Saturday, 04 July 2026 | 04:00 PM


Memanggang daging atau bistik sering kali dianggap sebagai aktivitas kuliner yang sederhana karena hanya melibatkan panas api dan potongan daging. Namun, di balik kepraktisannya, proses ini membutuhkan pemahaman teknis yang tepat agar daging tidak menjadi keras, kering, atau matang tidak merata. Banyak juru masak pemula yang tanpa sadar melakukan beberapa kesalahan fatal sejak tahap persiapan hingga proses penyajian. Dengan mengenali kekeliruan-kekeliruan mendasar ini dan mempelajari cara mengatasinya, siapa pun dapat menyajikan hidangan panggangan yang empuk, berair (juicy), dan berkualitas layaknya buatan restoran bintang lima.
Kesalahan fatal pertama yang paling sering terjadi adalah memanggang daging yang baru saja dikeluarkan dari dalam lemari es atau pembeku. Ketika daging yang bersuhu sangat dingin langsung diletakkan di atas panggangan yang panas, struktur serat ototnya akan langsung mengejang dan mengeras secara instan. Selain itu, bagian luar daging akan cepat gosong sementara bagian dalamnya masih mentah atau dingin. Cara menghindari kesalahan ini adalah dengan menerapkan metode tempering, yaitu mendiamkan daging di suhu ruang selama tiga puluh hingga empat puluh lima menit sebelum dimasak agar suhunya merata.
Kekeliruan berikutnya terletak pada kebiasaan membalik daging terlalu sering atau menusuk-nusuk permukaannya dengan garpu saat berada di atas bara api. Tindakan menusuk daging akan membuat cairan alami (juice) di dalam serat daging keluar dan terbuang, sehingga hasil panggangan menjadi kering dan sepah. Untuk mendapatkan lapisan luar yang kecokelatan dan renyah melalui reaksi Maillard, daging sebaiknya hanya dibalik sekali atau dua kali saja menggunakan capitan makanan yang bersih. Juru masak juga harus memastikan bahwa alat pemanggang telah benar-benar panas sebelum daging diletakkan di atasnya.
Terakhir, kesalahan yang tidak kalah fatal adalah langsung memotong daging sesaat setelah diangkat dari panggangan. Saat dimasak, cairan di dalam daging akan berkumpul di bagian tengah karena tekanan panas. Jika daging langsung dipotong, cairan kaya rasa tersebut akan langsung tumpah keluar ke atas telenan. Solusinya adalah dengan melakukan proses resting, yaitu mengistirahatkan daging selama lima hingga sepuluh menit di atas piring hangat. Proses adaptasi suhu ini memungkinkan cairan mengalir kembali dan tersebar merata ke seluruh serat daging, sehingga setiap gigitan terasa lembut dan lezat.
Next News

Sufmi Dasco Ahmad Ajak Publik Serukan 'Buy Indonesia' di Tengah Tekanan Pasar Modal
5 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyadapan Ilegal yang Sasar Presiden hingga Tokoh Ormas
11 hours ago

Hampir 10.000 Liter Solar Diduga Hasil Penimbunan Ditemukan di Pekalongan, Pemilik Gudang Kabur
12 hours ago

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
a day ago

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
a day ago

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
a day ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
2 days ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
2 days ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
2 days ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
3 days ago




