Selasa, 12 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bahlil Lahadalia Ungkap Gas LPG Akan Diganti CNG Guna Tekan Defisit Devisa

Admin WGM - Thursday, 07 May 2026 | 02:21 PM

Background
Bahlil Lahadalia Ungkap Gas LPG Akan Diganti CNG Guna Tekan Defisit Devisa
Bahlil Lahadalia (Kementerian ESDM /)

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan akan mulai menerapkan penggunaan tabung LPG (liquefied petroleum gas) ke CNG (compressed natural gas). Penggantian LPG bermassa 3 kg akan digantikan CNG sebagai langkah pengurangan devisa ke luar negeri.

"Itu kan beda-beda tipis. Ini cuma yang diganti itu satunya LPG, satunya CNG. Kalau CNG itu tidak mengeluarkan devisa ke luar negeri, kalau LPG itu devisa ke luar negeri. Karena kita tidak punya bahan baku C3 dan C4 (untuk LPG)," ungkap Bahlil dilansir dari laman Antara, Rabu (6/5/2026).

Menurut Bahlil, bahan CNG bukan menjadi terobosan baru karena sudah banyak digunakan oleh sektor industri lain seperti perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, tabung yang didistribusikan berada di kapasitas besar di atas 10 sampai 20 kilogram.

Untuk kebutuhan impor bahan baku LPG, pemerintah mengeluarkan devisa sebesar Rp130 triliun sampai Rp140 triliun dengan subsidi yang ditanggung sebesar Rp80 triliun hingga Rp87 triliun. Proyek CNG masuk dalam pemanfaatan dimethyl ether (DME), yakni senyawa eter sederhana berbentuk gas tak berwarna yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

"Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja, sekitar Rp130 sampai Rp140 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia seperti sekarang, itu pasti lebih besar lagi. Dan subsidi kita, itu Rp80 sampai Rp87 triliun," ungkap Bahlil.

DME memiliki kesamaan dalam sifat kimia maupun fisika dengan LPG melalui hilirisasi batu bara, gas alam, atau biomassa yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah, nyala api biru, dan tidak mengandung sulfur. Dilansir dari detikBali, DME memiliki kandungan panas sebesar 7.749 kkal/kg dan LPG berada di angka 12.076 kkal/kg, sehingga dalam perbandingan kalori antara 1 banding 1,6.

"CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah," ungkap Bahlil dilansir dari laman detikBali, (5/5/2026).

Saat ini, pemerintah masih melakukan uji coba dengan penggunaan CNG tabung 3 kilogram sebelum diimplementasikan secara luas ke masyarakat. Selain itu, penggunaan DME juga mempertimbangkan dampak lingkungan yang dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%.

Langkah pemerintah ini menjadi awalan yang baik dalam strategi pengelolaan energi yang akan berdampak pada gaya hidup dan perekonomian negara. Namun, perlu ditinjau lebih mendetail terkait dengan rencana jangka panjang dan kegunaan nyata yang dirasakan masyarakat tanpa memberi beban yang signifikan.