Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
Health

ASI Seret? Coba 7 "Superfood" Lokal Ini yang Ampuh Bikin Produksi Melimpah

Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 05:27 PM

Background
ASI Seret? Coba 7 "Superfood" Lokal Ini yang Ampuh Bikin Produksi Melimpah
Ibu Sedang Mengasihi (unsplash.com/@lwolski/)

Keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi perhatian utama bagi para ibu dalam memastikan tumbuh kembang bayi yang optimal. Selain faktor pelekatan dan frekuensi menyusui, kecukupan asupan nutrisi ibu memegang peranan vital dalam menjaga volume serta kualitas produksi ASI.

Memastikan kecukupan asupan buah hati tentu menjadi prioritas setiap ibu, dan kabar baiknya, alam telah menyediakan solusi terbaik melalui beragam nutrisi pilihan. Mari mulai mengintegrasikan tujuh jenis makanan dan minuman alami ini ke dalam menu harian Ibu, yang secara ilmiah telah terbukti ampuh sebagai galaktogog untuk memicu produksi ASI yang lebih melimpah dan berkualitas. Berikut ini tujuh jenis makanan dan minuman alami yang terbukti secara ilmiah mampu bertindak sebagai galaktogog (pemicu produksi ASI):

1. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Daun kelor telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional dan diakui secara medis sebagai superfood. Mengutip laporan dari World Health Organization (WHO), kelor kaya akan zat besi dan kalsium. Studi menunjukkan bahwa konsumsi daun kelor secara teratur dapat meningkatkan volume ASI secara signifikan karena kandungan fitosterol yang merangsang hormon prolaktin.

2. Daun Katuk

Di Indonesia, daun katuk merupakan primadona bagi ibu menyusui. Kandungan steroid dan polifenol dalam daun katuk berfungsi meningkatkan kadar prolaktin. Ahli gizi menyarankan konsumsi dalam bentuk bening atau sayuran segar untuk menjaga kandungan gizinya tetap utuh.

3. Oatmeal dan Gandum Utuh

Oatmeal bukan hanya sumber energi, tetapi juga mengandung konsentrasi zat besi yang tinggi. Mengutip Academy of Nutrition and Dietetics, kadar zat besi yang rendah dalam tubuh ibu sering kali menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI. Oatmeal juga memberikan efek rileks yang membantu pelepasan hormon oksitosin.

4. Kacang-kacangan dan Almond

Kacang almond mentah merupakan sumber kalsium dan protein non-diari yang sangat baik. Selain meningkatkan kuantitas, kandungan lemak sehat dalam kacang-kacangan membantu meningkatkan kualitas kekentalan ASI, sehingga bayi merasa kenyang lebih lama.

5. Bawang Putih

Meski memiliki aroma yang tajam, bawang putih telah digunakan berabad-abad sebagai galaktogog. Penelitian yang dimuat dalam jurnal kesehatan menunjukkan bahwa bayi cenderung menyusu lebih lama dan lebih kuat ketika ibu mengonsumsi bawang putih, yang secara tidak langsung menstimulasi produksi ASI lebih banyak.

6. Biji Kelabet (Fenugreek)

Fenugreek atau biji kelabet mengandung senyawa fitoestrogen yang menyerupai hormon estrogen manusia. Bahan ini sering ditemukan dalam teh pelancar ASI. Namun, penggunaannya disarankan dalam pengawasan atau dosis yang tepat untuk menghindari efek samping pada sistem pencernaan.

7. Pepaya Muda

Buah pepaya muda sering dikonsumsi sebagai sayuran di berbagai daerah. Kandungan enzim papain dan vitamin A di dalamnya tidak hanya membantu melancarkan pencernaan ibu, tetapi juga diyakini secara tradisional dan medis dapat memicu kontraksi ringan pada kelenjar susu untuk mengalirkan ASI lebih lancar.

Pakar kesehatan dari Mayo Clinic mengingatkan bahwa konsumsi makanan pelancar ASI harus dibarengi dengan hidrasi yang cukup. Ibu menyusui disarankan meminum air putih minimal 10–12 gelas sehari serta mengelola stres dengan baik, karena faktor psikologis sangat memengaruhi kerja hormon oksitosin dalam pengeluaran ASI.