Antrean BBM Terurai, Pertamina Kalteng Tambah Pasokan Hingga Belasan Juta Liter
Admin WGM - Sunday, 10 May 2026 | 12:00 PM


PT Pertamina (Persero) melalui Regional Kalimantan mengambil langkah proaktif guna memastikan ketersediaan energi di wilayah Kalimantan Tengah tetap stabil di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat. Menanggapi dinamika lapangan, Pertamina secara resmi menambah pasokan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di titik-titik krusial, termasuk Palangka Raya, serta memperpanjang jam operasional sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini diambil sebagai strategi komprehensif untuk menangani antrean kendaraan yang sempat memanjang di beberapa wilayah.
Kepastian pasokan ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus menjaga kelancaran roda ekonomi di Bumi Tambun Bungai.
Stok Melimpah: Pertamax Tembus 11,72 Juta Liter
Pertamina memberikan jaminan kuat bahwa ketahanan energi di Kalimantan Tengah berada pada level yang sangat aman. Melansir laporan Antara News Kalteng, ketersediaan stok BBM berbagai jenis di depo pengisian terpantau mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang. Secara spesifik, stok untuk jenis bahan bakar nonsubsidi, yakni Pertamax, dilaporkan mencapai angka 11,72 juta liter.
Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan mendadak. Pihak Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan stok di terminal BBM terus dipantau secara real-time melalui sistem digital guna memastikan distribusi ke SPBU tidak mengalami hambatan teknis. "Kami memastikan bahwa distribusi tetap berjalan lancar dan stok yang ada saat ini sangat memadai untuk melayani seluruh wilayah Kalimantan Tengah," ujar perwakilan Pertamina dalam keterangan resminya.
Penambahan Pasokan di Palangka Raya
Sebagai ibu kota provinsi yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, Palangka Raya mendapatkan perhatian khusus dalam skema distribusi ini. Melansir dokumentasi Antara Foto, Pertamina telah menyalurkan tambahan stok BBM ke sejumlah SPBU di Palangka Raya guna mengantisipasi kekosongan pasokan. Penambahan ini dilakukan secara berkala seiring dengan tren kenaikan jumlah kendaraan yang mengisi bahan bakar di jam-jam sibuk.
Penyaluran tambahan ini juga bertujuan untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM, baik jenis subsidi maupun nonsubsidi. Kehadiran tangki-tangki pengangkut BBM yang lebih intensif menuju SPBU menjadi sinyal bahwa koordinasi antara depo dan penyalur di lapangan berjalan secara optimal.
Perpanjangan Jam Operasional SPBU
Selain fokus pada aspek suplai, Pertamina juga melakukan intervensi pada aspek pelayanan di hilir. Melansir laporan Tempo, Pertamina memutuskan untuk memperpanjang jam operasional SPBU guna menangani antrean panjang yang sempat terjadi di beberapa ruas jalan utama. Beberapa SPBU strategis yang sebelumnya tutup pada malam hari kini diminta untuk beroperasi lebih lama, bahkan hingga 24 jam di jalur-jalur lintas provinsi.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi lapangan menunjukkan bahwa antrean kendaraan kerap terjadi akibat penumpukan pengisian di waktu-waktu terbatas. Dengan perpanjangan jam operasional, diharapkan beban pelayanan dapat terbagi lebih merata sepanjang hari, sehingga kemacetan di area sekitar SPBU dapat diminimalisasi. "Langkah ini adalah respons cepat kami agar masyarakat dapat mengisi BBM dengan lebih nyaman tanpa harus terjebak dalam antrean yang menguras waktu," tulis manajemen Pertamina.
Imbauan dan Transparansi Distribusi
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, mengingat stok yang tersedia sangat mencukupi. Selain itu, pengawasan terhadap praktik penyalahgunaan BBM subsidi juga diperketat dengan melibatkan aparat penegak hukum di lapangan.
Transformasi digital melalui sistem monitor digital di setiap operator SPBU terus diperkuat guna menjamin transparansi data penyaluran. Dengan jaminan stok Pertamax yang melimpah dan jam operasional yang lebih fleksibel, Pertamina optimis krisis antrean dapat segera teratasi sepenuhnya, memastikan mobilitas warga Kalimantan Tengah tetap berjalan tanpa hambatan energi.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
18 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
18 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
11 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
11 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
14 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





