Upgrade atau Alarm Bahaya: TikTok & Tokopedia
Admin WGM - Wednesday, 04 February 2026 | 06:46 AM


Belakangan ini, timeline rame lagi bahas kabar aplikasi Tokopedia yang dikabarkan akan tutup, aplikasi Tokopedia ini dikabarkan bakalan diganti sama aplikasi TikTok Shop yang berdiri sendiri. Kalo kita lihat sekarang TikTok Shop ini bukan sekedar aplikasi hiburan, tetapi aplikasi yang bisa transaksi online. Aplikasi ini jago banget soal atensi, orang masuk buat hiburan, tapi keluar sambil checkout. Buat seller, tentu ini peluang gede buat brand kecil yang bisa meledak tanpa modal besar, asal kontennya relate.
Nah kalo dari Tokopedia, dia ngga bener-bener hilang tapi masuk ke dalam ekosistem yang lebih kuat secara traffic. Asal Winners tau, Tokopedia mulai bergabung ke TikTok Shop di 11 Desember 2023. Tokopedia sebagai marketplace lokal perlahan mundur karena efisiensi jalan, ratusan karyawan terdampak dan keputusan makin ditarik ke level global.
Kabarnya Melissa Siska Juminto yang tadinya President Director of Tokopedia di E-commerce Indonesia, ia merupakan sosok penting dalam kunci pertumbuhan e-commerce Tokopedia sejak 2012, dimana Presiden Direktur ini pernah menjabat sebagai CEO wanita pertama di Tokopedia.
Melissa telah menjadi pemimpin dari Tokopedia sejak e-commerce tersebut didirikan oleh William Tanuwijaya yang merupakan bagian dari GoTo. Namun sekarang Melissa Siska Juminto, dikabarkan melepas jabatan nya sebagai President Director of Tokopedia and TikTok di E-commerce Indonesia, dan beralih komisaris pada Januari 2026.
Jadi sampai sini Tokopedia ini tidak lenyap, tapi lebih menyesuaikan fitur dan strategi produk. TikTok (ByteDance) udah memegang saham Tokopedia sebanyak 75%, sejak 2024 dan keliatan nya sekarang TikTok mulai all-in ke ekosistem nya TikTok Shop. Berita ini tersebar dari akun @ecommurz dan CBNC Indonesia, jadi bukan gosip kaleng-kaleng nih. Kata TikTok Shop "Kami akan terus investasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai startegi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan" dikutip dari CNBC Indonesia.
Dengan gabung ke TikTok Shop, fokusnya bergeser dari sekedar tempat belanja jadi bagian dari eskosistem konten, ini yang bikin belanja lebih implusif dan cepat. Tapi dibalik itu ada tantangan soal identitas brand dan dampak ke pelaku soial. Ini bukan soal nostalgia Tokopedia, tapi soal masa depan belanja digital di Indonesia.
Next News

Mengenal Journaling, Kebiasaan Sederhana untuk Memahami Diri dan Mengurangi Stres
in 7 hours

Mengapa Manusia Butuh Ujian? Intip Makna Mendalam di Balik Metafora Daun Teh
18 hours ago

Jarang Disadari, Menelusuri Keindahan Kata-Kata Seputar Teh dalam Bahasa Indonesia
19 hours ago

Gak Boleh Asal, Ini Panduan Tea Pairing Biar Rasa Teh dan Camilanmu Makin Maksimal!
19 hours ago

Lagi Stres atau Ngantuk? Cek Kurasi Jenis Teh Terbaik Sesuai Kondisi Emosi
20 hours ago

Teh Celup vs Teh Seduh (Loose Leaf), Mana yang Paling Sehat dan Ramah Lingkungan?
a day ago

Sering Dikira Berbeda, 4 Jenis Teh Populer Ini Ternyata Berasal dari Satu Tanaman!
a day ago

Yuk Bangkit, Ini Rahasia Lepas dari Sindrom Kurang Percaya Diri di Kancah Internasional
2 days ago

Bukan Cuma Menghafal, Begini Cara Anak Muda Ubah Pola Pikir dari Spoon Feeding ke Critical Thinking
2 days ago

Stok Daging Idul Adha Melimpah? Ini 3 Bumbu Marinasi Instan yang Wajib Dicoba
4 days ago




