Ultrajaya Hentikan Pasokan Susu MBG ke Pemasok, Imbas Dijual di Minimarket
Admin WGM - Friday, 03 April 2026 | 10:30 AM


Perusahaan produsen susu PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk mengambil langkah tegas dengan menghentikan pasokan produk susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pemasok yang terbukti menjualnya di minimarket.
Keputusan ini diambil setelah beredarnya temuan di masyarakat bahwa produk susu yang seharusnya didistribusikan secara gratis justru diperjualbelikan di pasar ritel.
Produk Bertuliskan "Tidak untuk Diperjualbelikan"
Produk yang menjadi sorotan adalah susu kemasan 125 mililiter dengan label "Susu Sekolah Program MBG" yang secara jelas mencantumkan keterangan tidak untuk diperjualbelikan.
Namun, produk tersebut ditemukan dijual di minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per kemasan.
Temuan ini memicu reaksi publik dan menjadi viral di media sosial.
Langkah Tegas dari Produsen
Menanggapi hal tersebut, pihak Ultrajaya langsung melakukan penelusuran di lapangan. Hasilnya, perusahaan memastikan adanya pelanggaran dalam distribusi produk.
Corporate Secretary Ultrajaya, Helina Widayani, menyatakan bahwa perusahaan telah menghentikan pengiriman kepada pemasok yang terlibat.
Selain itu, produk yang sempat beredar di minimarket juga telah ditarik dari peredaran.
Mekanisme Distribusi yang Seharusnya
Susu MBG seharusnya disalurkan melalui jalur khusus, yaitu pemasok yang bekerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis.
Distribusi ini ditujukan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.
Karena itu, penjualan di jalur ritel umum dinilai sebagai penyimpangan dari tujuan program.
Klarifikasi dari Pemerintah
Badan Gizi Nasional (BGN) turut memberikan klarifikasi terkait polemik ini.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kontrak dengan produsen susu mana pun untuk program MBG.
Menurutnya, kebutuhan susu dalam program tersebut dipenuhi melalui pembelian langsung oleh satuan pelaksana di lapangan.
Dugaan Penyebab Kebocoran Distribusi
Muncul dugaan bahwa produk yang dijual di minimarket berasal dari sisa stok distribusi yang tidak tersalurkan dengan baik.
Ada pula kemungkinan keterlibatan pihak pengelola dapur yang memiliki akses terhadap produk tersebut.
Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait alur pasti kebocoran distribusi tersebut.
Dampak dan Evaluasi
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut program sosial yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat.
Penyimpangan distribusi tidak hanya merugikan program, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Ultrajaya menyatakan akan memperketat pengawasan distribusi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Next News

Mochi Dubai: Tren Dessert Viral yang Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan
2 days ago

Dua Maskapai Besar Jepang Naikkan Biaya Tiket, Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar
2 days ago

Bisnis Kopi-Kopian Menjamur: Peluang Ekonomi di Tengah Tren Gaya Hidup Modern
3 days ago

Nasib Industri Pinjol di Ujung Tanduk, Menanti Putusan Final KPPU
11 days ago

IHSG Fluktuatif Pasca-Lebaran, Sektor Perbankan Jadi Penopang di Tengah Konsolidasi Pasar
11 days ago

Ekonomi Biru Wakatobi: Saat Menjaga Laut Jadi Sumber Pemasukan Utama Warga
13 days ago

Lara Finansial Pascalebaran: Strategi Mengelola Sisa Saldo Agar Bertahan Hingga Gaji Mendatang
16 days ago

Rupiah Tembus Ambang Psikologis Rp17.000: Alarm Merah bagi Stabilitas Ekonomi Nasional
a month ago

IHSG Ditutup Menguat Tipis di Akhir Februari, Nilai Transaksi Tembus Rp38,2 Triliun
a month ago

Riwayat Uang Tunai: Apakah Kita Benar-benar Siap Menjadi "Cashless Society"?
a month ago





