Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Tagihan Listrik Membengkak Gara-gara AC? Cobain 7 Trik Rahasia Ini Biar Kamar Tetap Dingin Tapi Kantong Gak Jebol!

Admin WGM - Saturday, 07 February 2026 | 10:44 PM

Background
Tagihan Listrik Membengkak Gara-gara AC? Cobain 7 Trik Rahasia Ini Biar Kamar Tetap Dingin Tapi Kantong Gak Jebol!
Cara Hemat Listrik Meskipunn Pakai AC (Bintang Plasma /)

Air Conditioner (AC) sering kali menjadi penyumbang terbesar dalam tagihan listrik rumah tangga, terkadang mencapai 50-60% dari total konsumsi energi. Banyak orang beranggapan bahwa satu-satunya cara menghemat listrik adalah dengan mematikan AC sesering mungkin. Padahal, penggunaan yang tidak tepat seperti sering mematikan dan menyalakan AC dalam waktu singkat justru bisa memicu lonjakan daya (starting watt) yang lebih besar.

Dengan memahami cara kerja kompresor dan termodinamika sederhana, siapa pun bisa menikmati ruangan yang sejuk tanpa harus takut melihat tagihan listrik di akhir bulan.

1. Atur Suhu Ideal pada 24°C - 25°C

Banyak pengguna langsung menyetel AC di suhu 16°C dengan harapan ruangan cepat dingin. Ini adalah kekeliruan besar. Kompresor akan bekerja ekstra keras (dan memakan listrik maksimal) untuk mencapai suhu yang hampir mustahil dicapai di iklim tropis.

Selisih suhu antara dalam dan luar ruangan yang semakin besar akan membebani mesin. Menyetel suhu di angka 24°C hingga 25°C adalah titik keseimbangan terbaik antara kenyamanan manusia dan efisiensi mesin. Setiap kenaikan 1 derajat suhu yang disetel dapat menghemat konsumsi listrik hingga 3-5%.

2. Manfaatkan Fitur "Dry Mode" Saat Cuaca Lembap

Di Indonesia, udara sering kali terasa gerah bukan hanya karena panas, tapi karena kelembapan yang tinggi. Saat musim hujan atau cuaca mendung namun gerah, gunakan Dry Mode (simbol tetesan air). Mode ini memfokuskan fungsi AC untuk menarik kelembapan udara tanpa menjalankan kompresor seintensif Cool Mode, sehingga konsumsi listrik jauh lebih rendah namun ruangan tetap terasa nyaman di kulit.

3. Tutup Rapat Ruangan dan Gunakan Tirai

AC bekerja dengan mendinginkan volume udara yang ada di dalam ruangan. Jika ada celah di bawah pintu atau jendela yang terbuka, udara dingin akan keluar dan udara panas dari luar akan masuk. Hal ini memaksa AC untuk terus bekerja tanpa henti. Selain itu, menutup tirai saat siang hari sangat penting untuk menghalau panas radiasi matahari agar beban pendinginan AC berkurang.

4. Jangan Sering Mematikan dan Menyalakan AC

Kesalahan umum adalah mematikan AC saat keluar ruangan selama 15-30 menit, lalu menyalakannya kembali. Saat pertama kali dinyalakan, AC membutuhkan daya listrik yang sangat besar untuk mendinginkan ruangan dari suhu panas ke suhu target. Jika hanya keluar sebentar, lebih baik biarkan AC menyala dengan menaikkan suhunya 2-3 derajat agar kompresor bekerja lebih santai.

5. Rutin Membersihkan Filter (Minimal 2 Minggu Sekali)

Filter yang berdebu menghambat aliran udara, memaksa kipas dan kompresor bekerja lebih keras untuk mensirkulasikan udara dingin. Membersihkan filter secara mandiri setiap dua minggu sekali sangat efektif menjaga efisiensi AC. Untuk pembersihan menyeluruh pada bagian evaporator dan kondensor (cuci AC), lakukan setiap 3-4 bulan sekali melalui teknisi profesional.

6. Gunakan Kipas Angin secara Bersamaan

Terdengar kontradiktif? Ternyata tidak. Menyalakan kipas angin bersamaan dengan AC membantu menyebarkan udara dingin ke seluruh sudut ruangan dengan lebih cepat. Dengan bantuan kipas, suhu AC bisa disetel lebih tinggi (misalnya 26°C) namun tetap terasa sejuk karena adanya aliran udara (wind chill effect), yang secara total lebih hemat listrik daripada menyetel AC di suhu rendah tanpa kipas.

7. Pertimbangkan Teknologi Inverter

Jika berencana membeli AC baru, teknologi Inverter adalah investasi jangka panjang yang bijak. Berbeda dengan AC non-inverter yang kompresornya mati-nyala secara mendadak, AC inverter bekerja dengan menyesuaikan kecepatan kompresor secara fluktuatif. Saat suhu target tercapai, kompresor inverter tidak mati, melainkan melambat secara konstan, sehingga menghindari lonjakan listrik yang drastis.

Menghemat listrik AC bukan berarti harus menderita dalam kepanasan. Dengan pemeliharaan rutin dan pengaturan suhu yang cerdas, efisiensi energi dapat dicapai dengan mudah. Perubahan kecil dalam kebiasaan menggunakan remote AC hari ini akan memberikan dampak besar bagi finansial dan kelestarian lingkungan di masa depan.