Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Sarung Is Back! Bagaimana Fashion Sarung Menjadi Identitas Keren Anak Muda di Ramadan 2026

Admin WGM - Wednesday, 11 February 2026 | 08:04 PM

Background
Sarung Is Back! Bagaimana Fashion Sarung Menjadi Identitas Keren Anak Muda di Ramadan 2026
(banggabersarung.com/)

Siapa sangka kain tradisional yang dulu identik dengan "gaya santai di rumah" kini menjadi primadona di panggung fashion jalanan? Ramadan 2026 menjadi saksi kembalinya sarung sebagai identitas keren anak muda. Fenomena ini tidak muncul begitu saja; kolaborasi antara desainer lokal dengan pengrajin tenun tradisional telah melahirkan gaya "Streetwear Syariah" yang maskulin dan modern. Dari shalat tarawih di masjid hingga nongkrong di coffee shop setelahnya, sarung kini dipakai dengan rasa bangga sebagai bagian dari jati diri generasi yang menghargai akar budayanya namun tetap ingin tampil modis.

1. Evolusi Desain: Sarung Instan dan Motif Kontemporer

Anak muda 2026 menyukai kepraktisan. Itulah mengapa Sarung Instan (sarung dengan pinggang karet atau ritsleting) meledak di pasaran. Motifnya pun tidak lagi hanya kotak-kotak klasik; kini muncul motif abstrak, geometris, hingga kolaborasi dengan seniman grafiti. Sarung bukan lagi sekadar kain lilit, tapi sudah menjadi fashion statement yang setara dengan celana cargo atau denim.

2. Mix and Match: Sarung x Hoodie

Salah satu tren paling menonjol tahun ini adalah padu padan sarung dengan oversized hoodie atau jaket bomber. Gaya ini memberikan kesan santai namun tetap rapi untuk dikenakan beribadah. Ditambah dengan sepatu sneakers lokal yang chunky, penampilan ini menjadi seragam baru bagi mereka yang ingin tetap nyaman bermobilitas selama malam-malam Ramadan.

3. Sarung Tenun Tangan (Handloom) Sebagai Simbol Status

Bukan soal merk luar negeri, anak muda 2026 lebih bangga memakai sarung tenun tangan dari daerah seperti Samarinda, Lamongan, atau Majalaya. Memakai sarung dengan proses pembuatan yang rumit dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap slow fashion. Di lingkaran pergaulan urban, bercerita tentang filosofi motif sarung yang dipakai menjadi topik pembicaraan yang jauh lebih keren daripada sekadar pamer logo brand mahal.

4. Gerakan "Sarung Friday" di Kantor

Budaya ini bahkan merambah ke dunia kerja. Beberapa perusahaan kreatif mulai menerapkan "Sarung Friday" selama bulan Ramadan. Ini menjadi ajang bagi karyawan untuk mengeksplorasi gaya smart-casual menggunakan sarung, membuktikan bahwa kain ini sangat fleksibel dan bisa terlihat profesional jika dipadukan dengan kemeja koko atau blazer yang tepat.

Kembalinya tren sarung di tahun 2026 adalah bukti bahwa tradisi tidak akan pernah basi jika kita berani memberikan sentuhan inovasi. Menggunakan sarung bukan lagi soal kuno, tapi soal keberanian menampilkan identitas bangsa di tengah gempuran tren global. Jadi, jangan ragu untuk mengeluarkan koleksi sarung terbaikmu Ramadan ini. Ingat, tampil keren saat menghadap Tuhan dan sesama adalah bentuk rasa syukur atas kemenangan kita. Sudah siap "nyarung" hari ini?