Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Resmi Tayang 30 April! Sinopsis Dilan ITB 1997 Janjikan Drama Cinta yang Lebih Dewasa

Admin WGM - Saturday, 04 April 2026 | 09:30 AM

Background
Resmi Tayang 30 April! Sinopsis Dilan ITB 1997 Janjikan Drama Cinta yang Lebih Dewasa
Ariel NOAH Perankan Dilan di ITB 1997 (Antara News Bangka Belitung /)

Industri perfilman tanah air kembali dihebohkan dengan peluncuran cuplikan (trailer) terbaru dari sekuel saga populer karya Pidi Baiq, yakni Dilan ITB 1997. Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 30 April 2026 ini menghadirkan kejutan besar dengan menunjuk vokalis band NOAH, Ariel, sebagai pemeran Dilan versi dewasa. Namun, di tengah antusiasme tersebut, sebuah dialog dalam cuplikan film tersebut memicu perdebatan hangat di kalangan netizen.

Film ini menjanjikan sudut pandang yang berbeda dari trilogi sebelumnya. Jika dahulu publik terbiasa dengan gombalan ikonik Dilan versi remaja, kini penonton akan dihadapkan pada realitas kehidupan mahasiswa tingkat akhir yang lebih kompleks, melankolis, dan penuh gejolak emosi.

Ariel NOAH dan Tantangan Memikul Ikon Populer

Penunjukan Ariel sebagai Dilan di fase dewasa merupakan langkah berani dari pihak rumah produksi. Ariel mengungkapkan bahwa memerankan karakter yang sudah memiliki basis penggemar militan dan citra yang melekat kuat pada aktor sebelumnya adalah tantangan besar. Ia harus mampu menjaga esensi karakter Dilan yang "rebel" namun puitis, seraya mentransformasikannya ke dalam kedewasaan seorang pria berusia 20-an di akhir era 90-an.

"Memerankan Dilan adalah tanggung jawab besar. Ini bukan sekadar akting, tapi bagaimana menghidupkan kembali memori kolektif penonton tentang sosok ikonik ini dalam versi yang lebih matang dan memiliki beban hidup yang berbeda," ujar Ariel dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Kontroversi Dialog "Terima Kasih Soeharto"

Sorotan utama publik tertuju pada salah satu adegan dalam trailer di mana karakter Dilan, yang diperankan Ariel, mengucapkan kalimat "Terima kasih, Soeharto". Dialog singkat ini langsung menuai reaksi beragam di media sosial. Mengingat latar waktu film adalah tahun 1997—tepat setahun sebelum reformasi—netizen mempertanyakan konteks dan tendensi di balik penyebutan nama Presiden ke-2 RI tersebut.

Beberapa pihak menilai dialog tersebut merupakan upaya penggambaran realitas sosial-politik masa itu, sementara yang lain merasa sensitif terhadap atribusi politik dalam karya fiksi romantis. Hingga kini, pihak produksi belum memberikan klarifikasi mendalam mengenai maksud di balik dialog tersebut, yang justru semakin meningkatkan rasa penasaran sekaligus perdebatan di ruang digital.

Sinopsis: Kisah Cinta Segitiga yang Lebih Menyakitkan

Secara naratif, Dilan ITB 1997 akan membawa penonton pada perjalanan cinta segitiga yang diklaim lebih "dewasa dan menyakitkan". Berbeda dengan masa SMA yang penuh warna, masa kuliah Dilan di Institut Teknologi Bandung (ITB) diwarnai oleh konflik batin, idealisme mahasiswa, dan kerumitan hubungan asmara yang tidak lagi sederhana.

Film ini akan mengeksplorasi bagaimana Dilan menghadapi kehilangan, pilihan karier, serta pertemuan kembali dengan sosok-sosok dari masa lalunya yang kini telah berubah. Nuansa Bandung tahun 1997 yang kental dengan pergerakan mahasiswa dan musik alternative menjadi latar atmosferik yang mendukung dramatisasi cerita.

Antisipasi Penayangan 30 April

Kehadiran Dilan ITB 1997 diprediksi akan menjadi magnet utama di box office Indonesia pada akhir April mendatang. Strategi menggandeng Ariel NOAH serta penyematan isu-isu sejarah yang provokatif terbukti berhasil menjaga momentum pembicaraan publik terhadap jenama Dilan.

Masyarakat kini menantikan apakah performa Ariel mampu memenuhi ekspektasi penggemar berat novelnya, serta bagaimana naskah film ini menjawab kontroversi dialog sejarah yang telah terlanjur viral. Dengan janji cerita yang lebih emosional, film ini berpotensi menjadi babak penutup atau transisi yang paling membekas dalam sejarah sinema remaja Indonesia.