Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Economy

Potensi Investasi di Pekalongan Barat

Fajar - Friday, 23 January 2026 | 08:20 PM

Background
Potensi Investasi di Pekalongan Barat
Pusat Batik Riziq - Medono (Maps Google/Nur Hidayat)

Dalam satu dekade terakhir, peta pertumbuhan ekonomi di Kota Pekalongan mengalami pergeseran ke arah barat. Kelurahan Medono muncul sebagai primadona baru bagi para investor properti dan pelaku usaha. Fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kombinasi letak geografis, kemandirian ekonomi lokal, dan pengembangan infrastruktur yang masif.

Lokasi "Golden Triangle" Pekalongan Barat

Medono menempati posisi strategis yang sering disebut sebagai jalur penghubung emas. Wilayah ini menjadi titik temu antara pusat kota (kawasan Alun-alun dan Jetayu) dengan akses menuju Kabupaten Pekalongan (arah Kedungwuni dan Kajen). Mobilitas masyarakat yang melewati Medono setiap harinya sangat tinggi, menciptakan traffic yang ideal bagi bisnis ritel, jasa, hingga kuliner.

Kemandirian Ekonomi Berbasis Batik

Salah satu alasan mengapa bisnis di Medono sangat tangguh adalah ekosistem industrinya yang mandiri. Di sini, perputaran uang terjadi secara lokal melalui industri batik rumahan. Ketika sebuah wilayah memiliki basis produksi (bukan hanya konsumsi), daya beli masyarakatnya cenderung lebih stabil. Hal ini menarik minat pengembang properti untuk membangun ruko-ruko modern dan hunian vertikal maupun residensial di sekitar Medono guna menangkap ceruk pasar para pengusaha muda batik.

Kelengkapan Fasilitas dan Infrastruktur

Strategisnya Medono juga didukung oleh fasilitas publik yang sangat lengkap. Keberadaan Pasar Medono sebagai pusat logistik pangan, dekatnya akses ke rumah sakit, dan konsentrasi lembaga pendidikan menjadikan nilai tanah di wilayah ini terus melonjak. Bagi pelaku bisnis, Medono menawarkan efisiensi logistik karena akses jalan yang lebar dan kemudahan jangkauan ke stasiun kereta api maupun gerbang tol Pekalongan.