Potensi Investasi di Pekalongan Barat
Fajar - Friday, 23 January 2026 | 08:20 PM


Dalam satu dekade terakhir, peta pertumbuhan ekonomi di Kota Pekalongan mengalami pergeseran ke arah barat. Kelurahan Medono muncul sebagai primadona baru bagi para investor properti dan pelaku usaha. Fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kombinasi letak geografis, kemandirian ekonomi lokal, dan pengembangan infrastruktur yang masif.
Lokasi "Golden Triangle" Pekalongan Barat
Medono menempati posisi strategis yang sering disebut sebagai jalur penghubung emas. Wilayah ini menjadi titik temu antara pusat kota (kawasan Alun-alun dan Jetayu) dengan akses menuju Kabupaten Pekalongan (arah Kedungwuni dan Kajen). Mobilitas masyarakat yang melewati Medono setiap harinya sangat tinggi, menciptakan traffic yang ideal bagi bisnis ritel, jasa, hingga kuliner.
Kemandirian Ekonomi Berbasis Batik
Salah satu alasan mengapa bisnis di Medono sangat tangguh adalah ekosistem industrinya yang mandiri. Di sini, perputaran uang terjadi secara lokal melalui industri batik rumahan. Ketika sebuah wilayah memiliki basis produksi (bukan hanya konsumsi), daya beli masyarakatnya cenderung lebih stabil. Hal ini menarik minat pengembang properti untuk membangun ruko-ruko modern dan hunian vertikal maupun residensial di sekitar Medono guna menangkap ceruk pasar para pengusaha muda batik.
Kelengkapan Fasilitas dan Infrastruktur
Strategisnya Medono juga didukung oleh fasilitas publik yang sangat lengkap. Keberadaan Pasar Medono sebagai pusat logistik pangan, dekatnya akses ke rumah sakit, dan konsentrasi lembaga pendidikan menjadikan nilai tanah di wilayah ini terus melonjak. Bagi pelaku bisnis, Medono menawarkan efisiensi logistik karena akses jalan yang lebar dan kemudahan jangkauan ke stasiun kereta api maupun gerbang tol Pekalongan.
Next News

Mochi Dubai: Tren Dessert Viral yang Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan
2 days ago

Dua Maskapai Besar Jepang Naikkan Biaya Tiket, Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar
2 days ago

Ultrajaya Hentikan Pasokan Susu MBG ke Pemasok, Imbas Dijual di Minimarket
3 days ago

Bisnis Kopi-Kopian Menjamur: Peluang Ekonomi di Tengah Tren Gaya Hidup Modern
3 days ago

Nasib Industri Pinjol di Ujung Tanduk, Menanti Putusan Final KPPU
11 days ago

IHSG Fluktuatif Pasca-Lebaran, Sektor Perbankan Jadi Penopang di Tengah Konsolidasi Pasar
12 days ago

Ekonomi Biru Wakatobi: Saat Menjaga Laut Jadi Sumber Pemasukan Utama Warga
13 days ago

Lara Finansial Pascalebaran: Strategi Mengelola Sisa Saldo Agar Bertahan Hingga Gaji Mendatang
17 days ago

Rupiah Tembus Ambang Psikologis Rp17.000: Alarm Merah bagi Stabilitas Ekonomi Nasional
a month ago

IHSG Ditutup Menguat Tipis di Akhir Februari, Nilai Transaksi Tembus Rp38,2 Triliun
a month ago





