Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Economy

Keamanan Finansial 101, Begini Cara Menghitung Dana Cadangan agar Tetap Tenang di Masa Krisis

Admin WGM - Thursday, 19 February 2026 | 05:30 PM

Background
Keamanan Finansial 101, Begini Cara Menghitung Dana Cadangan agar Tetap Tenang di Masa Krisis
Dana Darurat (Kredivo /)

Prinsip dasar dana darurat adalah menyediakan ketersediaan kas yang setara dengan pengeluaran bulanan Anda dalam jangka waktu tertentu. Dana ini harus bersifat likuid (mudah dicairkan), namun terpisah dari rekening belanja harian agar tidak terpakai secara tidak sengaja. Semakin tinggi risiko atau tanggungan Anda, semakin tebal pula "bantalan" yang harus Anda siapkan.

Daftar Rasio Dana Darurat Ideal Berdasarkan Status

Berikut adalah perhitungan standar yang disarankan oleh para perencana keuangan profesional:

  • Lajang / Fresh Graduate
  • Rasio: 3 Kali Pengeluaran Bulanan
  • Bagi Anda yang masih lajang dan belum memiliki tanggungan, risiko finansial cenderung lebih rendah. Jika kehilangan pekerjaan, Anda biasanya masih bisa bergerak lincah untuk mencari peluang baru atau menekan biaya hidup hingga titik terendah.
  • Menikah (Tanpa Anak)
  • Rasio: 6 Kali Pengeluaran Bulanan
  • Ketika sudah menikah, tanggung jawab menjadi kolektif. Risiko yang dihadapi berlipat ganda (misal: salah satu pasangan kehilangan pekerjaan atau jatuh sakit). Angka 6 bulan memberikan ruang napas yang cukup untuk menjaga stabilitas rumah tangga tanpa mengganggu investasi jangka panjang.
  • Menikah (Dengan Anak)
  • Rasio: 9–12 Kali Pengeluaran Bulanan
  • Anak membawa variabel biaya yang tidak bisa ditunda, seperti kebutuhan nutrisi dan pendidikan. Keluarga dengan anak membutuhkan perlindungan ekstra agar gaya hidup dan kebutuhan dasar anak tetap terjamin meski arus kas utama terhenti sementara.
  • Pekerja Lepas (Freelancer) atau Pengusaha
  • Rasio: 12 Kali Pengeluaran Bulanan (Minimum)
  • Pekerja di ekosistem gig economy memiliki pendapatan yang fluktuatif. Karena tidak ada kepastian gaji setiap bulan, Anda wajib memiliki dana darurat yang lebih besar untuk menutupi masa-masa sepi proyek (dry season) tanpa perlu merasa panik.

Cara Membangun Dana Darurat Tanpa Merasa Terbebani

Membangun dana darurat adalah maraton, bukan sprint. Berikut adalah langkah praktis untuk memulainya:

  1. Hitung Pengeluaran Rill: Bukan berdasarkan gaji, tapi berdasarkan total biaya hidup wajib (makan, cicilan, listrik, transportasi).
  2. Gunakan Rekening Terpisah: Simpan di rekening tanpa kartu ATM atau di instrumen likuid seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) agar tidak "gatal" ingin membelanjakannya.
  3. Cicil Secara Bertahap: Mulailah dengan menyisihkan 10–20% dari penghasilan bulanan hingga target minimal (misal: 1 bulan pengeluaran) tercapai, baru kemudian naik ke target berikutnya.
  4. Hanya untuk Darurat: Tanamkan mindset bahwa dana ini "tidak terlihat". Ganti ponsel baru karena bosan bukanlah keadaan darurat. Ban mobil meledak atau biaya masuk rumah sakit adalah darurat.

Dana darurat adalah bentuk cinta terbaik bagi diri sendiri dan keluarga di masa depan. Ia memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) yang tidak bisa dibeli dengan barang mewah apa pun. Dengan memiliki dana darurat yang sesuai dengan profil risiko hidup Anda, Anda tidak hanya melindungi dompet, tetapi juga menjaga martabat dan kesehatan mental Anda saat situasi menjadi sulit.