Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Nggak Perlu Jago Ngomong! Ini Trik "Active Listening" Biar Kamu Jadi Teman Bicara yang Menyenangkan

Admin WGM - Monday, 09 February 2026 | 06:43 PM

Background
Nggak Perlu Jago Ngomong! Ini Trik "Active Listening" Biar Kamu Jadi Teman Bicara yang Menyenangkan
Ilustrasi (rencanamu.id/)

Pernah nggak kamu ngobrol sama seseorang, tapi merasa orang itu cuma nunggu giliran buat ngomong, bukannya beneran dengerin kamu? Rasanya nggak enak, kan? Sebaliknya, ada orang yang meski pendiam, tapi entah kenapa kita betah banget cerita lama-lama sama dia.

Rahasianya bukan karena dia punya topik obrolan yang seru, tapi karena dia seorang Active Listener.

Menjadi teman bicara yang menyenangkan bukan berarti kamu harus jago melawak atau punya wawasan seluas samudra. Kamu hanya perlu tahu cara dengerin orang dengan benar. Ini triknya!

1. Singkirkan Gangguan (Terutama HP!)

Langkah pertama yang paling krusial di tahun 2026 ini: Simpan HP-mu. Menaruh HP di meja dengan layar menghadap ke atas saja sudah merupakan gangguan sinyal bahwa kamu "siap diganggu" oleh notifikasi lain.

  • Trik: Masukkan HP ke kantong atau tas. Berikan perhatian penuh melalui kontak mata. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi dalam sebuah obrolan.

2. Gunakan "Affirmative Cues" (Tanda Setuju)

Jangan diam mematung seperti patung manekin. Berikan sinyal bahwa otakmu sedang memproses apa yang dia katakan.

  • Trik: Anggukkan kepala sesekali, gunakan gumaman kecil seperti "Oh gitu...", "Hmm, menarik," atau "Terus?". Ekspresi wajahmu harus sinkron dengan ceritanya; kalau dia lagi sedih, jangan malah senyum-senyum.

3. Teknik "Mirroring" (Meniru Tipis-tipis)

Bukan berarti kamu jadi burung beo, ya! Mirroring di sini adalah mengulangi 2-3 kata kunci di akhir kalimat lawan bicara kamu untuk menunjukkan kamu menyimak.

  • Contoh: * Lawan bicara: "Tadi di kantor capek banget, bos aku mendadak kasih revisi banyak."
  • Kamu: "Wah, revisi banyak ya?"
  • Hasilnya: Lawan bicara akan merasa divalidasi dan otomatis bakal lanjut cerita lebih dalam.

4. Ajukan Pertanyaan Terbuka

Jangan tanya hal yang jawabannya cuma "Ya" atau "Tidak". Gunakan rumus 5W+1H, terutama fokus pada perasaan mereka.

  • Ganti: "Kamu marah ya?"
  • Menjadi: "Apa yang bikin kamu paling merasa kecewa dari kejadian tadi?" Pertanyaan terbuka adalah "bahan bakar" agar obrolan terus mengalir tanpa kamu harus banyak mikir topik baru.

5. Jangan Langsung Kasih Solusi (Kecuali Diminta)

Ini kesalahan nomor satu, terutama buat cowok. Saat seseorang cerita masalah, mereka biasanya cuma pengen didengar dan dipahami, bukan dikuliahi.

  • Trik: Tahan keinginanmu buat bilang "Kamu harusnya gini...". Cukup bilang, "Wah, aku bisa ngebayangin sih itu berat banget buat kamu." Kalau dia nanya pendapatmu, baru kasih saran.

6. Parafrase untuk Memastikan

Sesekali, coba rangkum apa yang dia omongin pakai bahasamu sendiri.

  • Trik: "Jadi maksud kamu, kamu sebenernya suka sama kerjaannya, tapi lingkungannya yang bikin capek, gitu ya?" Ini membuktikan kalau kamu nggak cuma denger suaranya, tapi dapet makna dari ceritanya.

Orang paling senang membicarakan diri mereka sendiri. Dengan menjadi Active Listener, kamu memberikan panggung buat mereka, dan secara otomatis mereka akan menganggap kamu adalah teman bicara yang sangat berkualitas.

Ingat, kita punya dua telinga dan satu mulut supaya kita bisa mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara.