Mengapa Lutut dan Pergelangan Kaki Sering Sakit Setelah Main Badminton? Ini Penyebabnya
Admin WGM - Sunday, 05 July 2026 | 06:00 PM


Bulu tangkis merupakan salah satu olahraga paling populer yang membutuhkan kombinasi kecepatan, kelincahan, refleks cepat, dan daya tahan fisik yang tinggi. Gerakan dinamis seperti melompat, melakukan smes keras, mengejar kok di sudut lapangan, hingga perubahan arah yang mendadak memberikan beban fisik yang besar pada otot dan sendi. Jika tidak diimbangi dengan persiapan dan teknik yang benar, aktivitas fisik yang intensif ini sangat rentan memicu berbagai macam cedera. Mengenali jenis-jenis cedera yang sering terjadi serta memahami langkah preventifnya sangat penting bagi setiap pemain agar dapat menikmati olahraga ini secara aman dan berkelanjutan.
Salah satu cedera yang paling sering dikeluhkan oleh para pemain bulu tangkis adalah keseleo atau cedera engkel (ankle sprain). Cedera ini umumnya terjadi ketika seorang pemain mendarat dengan posisi kaki yang tidak sempurna setelah melakukan lompatan, atau saat melakukan pergerakan lateral yang terlalu agresif untuk mengejar kok. Akibatnya, ligamen yang berfungsi mengikat sendi pergelangan kaki mengalami peregangan ekstrem atau bahkan robek. Selain bagian kaki, area lengan juga sangat rawan mengalami cedera yang dikenal dengan istilah tennis elbow atau peradangan pada tendon di sekitar siku. Kondisi ini dipicu oleh gerakan memukul kok yang berulang dengan teknik pegangan raket yang salah.
Bagian tubuh lain yang memikul beban berat selama permainan berlangsung adalah lutut dan bahu. Cedera pada tendon patela di lutut, atau sering disebut jumper's knee, kerap menimpa pemain akibat tekanan berulang saat melakukan dorongan melompat dan mendarat di lapangan yang keras. Sementara itu, otot-otot rotator di sekitar bahu (rotator cuff) dapat mengalami ketegangan akibat gerakan mengayunkan raket ke belakang kepala secara berulang-ulang dengan tenaga penuh saat melakukan smes. Tanpa penanganan dan istirahat yang cukup, cedera mikro pada otot-otot tersebut dapat berkembang menjadi robekan yang membutuhkan perawatan medis serius.
Kabar baiknya, risiko berbagai cedera tersebut dapat diminimalkan melalui beberapa langkah pencegahan yang disiplin. Langkah paling krusial yang tidak boleh dilewatkan adalah melakukan pemanasan secara menyeluruh selama sepuluh hingga lima belas menit sebelum memasuki lapangan untuk meningkatkan kelenturan otot dan aliran darah. Penggunaan perlengkapan yang tepat, seperti sepatu khusus bulu tangkis yang memiliki cengkeraman kuat dan fitur peredam benturan, juga sangat membantu melindungi persendian kaki. Terakhir, kuasailah teknik pergerakan kaki (footwork) yang benar serta dengarkan alarm tubuh Anda untuk segera beristirahat apabila otot sudah mulai merasa sangat lelah.
Next News

AC Milan Pesta Empat Gol, Tundukkan Manchester United 4-2 di Laga Pramusim
9 days ago

orge Messi Meninggal Dunia, Real Madrid dan Dunia Sepak Bola Berduka
16 days ago

Gagal di Piala AFF, PSSI Langsung Bidik Skuad Full Diaspora untuk FIFA ASEAN Cup!
17 days ago

Babak semifinal Piala Presiden 2026 menyajikan dua super big match: El Clasico Persija vs Persib dan Derbi Jatim Persebaya vs Arema FC. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares pun menyoroti ketatnya jadwal recovery pemain.
23 days ago

Potong Libur Pasca-Piala Dunia, Lionel Messi Kembali Memperkuat Inter Miami di MLS
23 days ago

Dijuluki "Haaland Indonesia", Mitchell Baker Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
a month ago

Kontroversi Tampar Pemain: Sanksi Panjang Menanti Shin Tae-yong di Korea Selatan
a month ago

Resmi Berseragam Macan Kemayoran! Persija Jakarta Ikat Nadeo Argawinata Kontrak Jangka Panjang
a month ago

Intip Panasnya Rivalitas Boca Juniors vs River Plate, Derbi Paling Gila di Dunia
a month ago

Akhiri Penantian 16 Tahun, Spanyol Resmi Keluar Sebagai Juara Piala Dunia 2026!
a month ago





