Senin, 10 Agustus 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Menang Lelang Frekuensi, XL Smart Tampil Habis-habisan Amankan Tambahan Spektrum 80 MHz

Admin WGM - Friday, 17 July 2026 | 04:30 PM

Background
Menang Lelang Frekuensi, XL Smart Tampil Habis-habisan Amankan Tambahan Spektrum 80 MHz
Lelang frekuensi XL Smart (CNBC Indonesia /)

Keberhasilan XL Axiata (XL Smart) dalam memenangkan lelang frekuensi terbaru membawa angin segar bagi peta kompetisi industri telekomunikasi di tanah air. Operator seluler ini secara agresif menyusun rencana strategis untuk memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz demi memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas layanan data bagi para pelanggannya.

Langkah berani XL Smart dalam mengamankan alokasi frekuensi baru ini menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan untuk bersaing ketat di era konektivitas digital. Melalui pemanfaatan spektrum baru ini, performa jaringan diprediksi akan meningkat signifikan, terutama dalam penyediaan koneksi internet berkecepatan tinggi yang lebih stabil di berbagai wilayah Indonesia.

Dinamika hasil lelang frekuensi kali ini memperlihatkan strategi yang kontras di antara para pemain besar industri telekomunikasi. Telkomsel tercatat keluar sebagai operator dengan kepemilikan spektrum paling gemuk setelah berhasil menguasai sebagian besar pita frekuensi 2,6 GHz yang sangat krusial untuk kapasitas jaringan.

Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison memilih mengambil langkah irit dan selektif, sedangkan XL Smart justru tampil habis-habisan demi mengamankan tambahan daya tampung jaringan yang mereka butuhkan. Persaingan ketat memperebutkan alokasi sumber daya terbatas ini mencerminkan betapa bernilainya frekuensi dalam menjamin kelangsungan bisnis operator ke depan.

Berkat keberhasilan memenangkan lelang ini, XL Smart secara total berhasil mengamankan tambahan kapasitas spektrum yang sangat signifikan sebesar 80 MHz. Namun, sebagai konsekuensi logis dari penataan ulang regulasi pemanfaatan frekuensi oleh pemerintah, manajemen XL Smart kini tengah bersiap untuk melakukan proses pengembalian alokasi spektrum 900 MHz miliknya.

Langkah pengembalian frekuensi lama ini diambil untuk mematuhi batas maksimal kepemilikan spektrum sekaligus melakukan efisiensi operasional perusahaan. Fokus korporasi kini sepenuhnya dialihkan untuk mematangkan infrastruktur baru di pita 700 MHz dan 2,6 GHz yang dinilai jauh lebih optimal untuk menggelar layanan 5G secara masif di masa mendatang.