Layer Up Your Raya: Tren Baju Lebaran 2026 yang Mengedepankan Kenyamanan dan Gaya Berkelanjutan
Admin WGM - Wednesday, 11 February 2026 | 06:41 PM


Lebaran biasanya identik dengan baju baru yang serba seragam, namun tahun 2026 membawa angin segar dalam dunia fashion muslim. Kesadaran akan lingkungan dan kenyamanan pribadi kini menjadi prioritas utama. Muncul tren bertajuk "Layer Up Your Raya", di mana kita diajak untuk memadupadankan pakaian yang sudah ada dengan sentuhan baru yang lebih fungsional. Tidak ada lagi ceritanya baju Lebaran hanya sekali pakai lalu masuk gudang. Tren tahun ini justru merayakan slow fashion, penggunaan material serat alami yang adem, hingga berburu koleksi unik di pasar second-hand berkualitas tinggi (thrifting mewah).
1. Seni Layering (Tumpuk-Padan) untuk Mobilitas Tinggi
Lebaran di Indonesia berarti berpindah-pindah tempat dari satu rumah ke rumah lain dalam cuaca yang sering kali tidak menentu. Teknik layering dengan bahan ringan seperti linen atau katun organik memungkinkan kamu tetap terlihat modis tanpa harus merasa gerah. Rompi (vest) rajut atau outer transparan menjadi must-have item di tahun ini untuk memberikan kesan baru pada baju lama kamu.
2. Pesona Second-hand & Vintage Fashion
Siapa bilang Lebaran harus pakai barang dari mal? Di 2026, mengenakan barang vintage atau hasil berburu di toko thrifting terkurasi justru dianggap sangat keren. Ini adalah bentuk pernyataan bahwa kamu peduli pada bumi dengan mengurangi limbah tekstil. Mencampurkan gamis klasik milik ibu dengan aksesori modern adalah cara terbaik untuk tampil unik sekaligus emosional.
3. Warna-Warna Bumi (Earth Tones) yang Menenangkan
Tren warna 2026 masih didominasi oleh palet warna bumi seperti terracotta, sage green, dan sand. Warna-warna ini memberikan kesan tenang, bersih, dan sangat mudah untuk dipadupadankan. Warna ini juga sangat "ramah kamera" untuk kebutuhan foto keluarga yang estetik namun tetap terlihat rendah hati.
4. Bahan Organik dan Breathable
Karena kenyamanan adalah segalanya, penggunaan kain yang "bisa bernapas" menjadi syarat mutlak. Brand-brand lokal kini berlomba-lomba menggunakan serat bambu atau tencel yang memberikan efek dingin di kulit. Fokusnya bukan lagi pada seberapa banyak payet yang berkilau, melainkan pada seberapa lama kamu bisa nyaman memakainya dari pagi hingga malam.
Menyambut hari kemenangan dengan penampilan terbaik adalah tradisi, namun melakukannya dengan cara yang lebih bijak terhadap alam adalah sebuah kemajuan. Tren fashion 2026 mengajak kita untuk lebih kreatif melihat lemari pakaian kita sendiri. Ingat ya, Winners, penampilan yang paling memukau bukan datang dari label harga di baju kamu, melainkan dari rasa percaya diri dan kenyamanan saat memakainya. Mari kita rayakan Lebaran tahun ini dengan gaya yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga baik bagi masa depan bumi kita!
Next News

Kaki Tak Bisa Berbohong! Rahasia Membaca Kejujuran Lawan Bicara
2 hours ago

The Power of Silence, Mengapa Sosok Pendiam Sering Kali Menjadi yang Paling Karismatik
2 hours ago

Berhenti Mencatat secara Linier! Inilah Alasan Mind Mapping Bikin Belajar Jadi 10x Lebih Cepat
3 hours ago

Taktik Zero Waste, Cara Mudah Bikin Kompos di Pojok Dapur Tanpa Aroma Busuk
3 hours ago

Upcycling 101: Cara Mengubah Barang 'Rongsokan' Menjadi Furnitur Berkelas
7 hours ago

Kenapa Kita Susah Mengaku Salah? Mengupas Rahasia Psikologi di Balik Ego Manusia
8 hours ago

Gak Perlu Deterjen Mahal! Rahasia Lemon dan Garam untuk Kinclongkan Peralatan Masak
8 hours ago

Bukan Solusi yang Mereka Cari, Inilah Kekuatan Validasi dalam Komunikasi Emosional
9 hours ago

Kesehatan Mental Nomor Satu! Inilah Tanda Kamu Harus Mulai Menjauhi Teman Tertentu
9 hours ago

Bukan Cuma Soal Gaya: Gimana Warna Baju yang Kamu Pakai Bisa Ngubah Mood dan Produktivitas Kamu Seharian
a day ago





