Konser Musik Kian Marak, Dorong UMKM hingga Ekonomi Daerah
Admin WGM - Friday, 17 April 2026 | 10:30 PM


Maraknya penyelenggaraan konser dan festival musik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak yang lebih luas dari sekadar hiburan. Industri ini kini menjadi salah satu penggerak penting dalam ekosistem ekonomi kreatif, yang turut memberikan kontribusi signifikan bagi pelaku usaha hingga perekonomian daerah.
Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, industri konser musik kini kembali bangkit dan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Aktivitas ini tidak hanya melibatkan musisi dan promotor, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang panjang dan saling terhubung.
Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APM), Dino Hamid, menyebut bahwa penyelenggaraan konser melibatkan banyak pihak, terutama dari sektor produksi. Mulai dari penyedia panggung, sistem pencahayaan, rigging, hingga vendor visual, semuanya berperan dalam mendukung terselenggaranya sebuah konser.
Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa konser musik bukan hanya industri hiburan semata, melainkan sebuah ekosistem ekonomi yang kompleks. Setiap konser membuka peluang bagi banyak pelaku usaha untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi.
Dampak positif tersebut tidak hanya dirasakan oleh sektor produksi, tetapi juga meluas ke berbagai bidang lainnya. Sektor makanan dan minuman (food and beverage), perhotelan, hingga transportasi turut merasakan peningkatan aktivitas saat konser berlangsung, terutama di sekitar lokasi acara.
Selain itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Kehadiran konser biasanya diikuti dengan meningkatnya penjualan produk seperti makanan, minuman, hingga merchandise. Kondisi ini menciptakan peluang ekonomi baru, khususnya bagi pelaku usaha lokal.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa konser musik telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Tidak lagi sekadar hiburan tambahan, konser kini menjadi aktivitas sosial yang diminati banyak kalangan, terutama generasi muda.
Dari perspektif ekonomi, konser musik juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonom dari CORE Indonesia, Piter Abdullah, menilai bahwa konser harus dipandang sebagai aktivitas ekonomi yang memiliki banyak turunan.
Menurutnya, setiap konser melibatkan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari konsumsi penonton hingga pekerjaan konstruksi untuk membangun panggung. Semua aktivitas tersebut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi secara keseluruhan.
Tidak hanya di tingkat nasional, dampak konser juga sangat terasa di daerah. Banyak penyelenggara konser yang menggelar tur ke berbagai kota, sehingga memberikan efek langsung terhadap ekonomi lokal.
Ekonom INDEF, Tauhid Ahmad, menyebut bahwa konser dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah, terutama pada sektor hotel, restoran, dan UMKM. Kehadiran penonton dari luar daerah juga mendorong peningkatan konsumsi di berbagai sektor.
Hal ini menunjukkan adanya efek multiplier dari sebuah konser. Semakin besar skala acara, semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan. Mulai dari penjualan tiket hingga belanja penonton, semua berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Potensi ini semakin besar mengingat Indonesia memiliki pasar yang luas. Dengan jumlah penduduk yang besar dan minat terhadap hiburan yang tinggi, industri konser musik memiliki peluang untuk terus berkembang di masa depan.
Di sisi lain, perkembangan industri ini juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Sektor ekonomi kreatif telah menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Melihat tren ini, sejumlah pihak mendorong agar potensi industri konser musik dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya dengan menjadikan kota-kota besar sebagai pusat kegiatan industri kreatif, termasuk konser dan festival musik.
Jakarta, misalnya, dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi kota berbasis MICE (Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Pengembangan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi global untuk berbagai event berskala internasional.
Namun, untuk mencapai potensi tersebut, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Pengelolaan yang baik serta regulasi yang mendukung menjadi kunci agar industri ini dapat berkembang secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, maraknya konser musik di Indonesia membawa dampak yang jauh lebih luas dari sekadar hiburan. Industri ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga ekonomi daerah.
Di tengah pertumbuhan ini, konser musik tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang menjanjikan bagi masa depan Indonesia.
Next News

Pertama di Indonesia! Pabrik Truk Listrik Rp10 T Segera Beroperasi di Cilegon
a day ago

Pertamax Turbo Melesat ke Rp19.400, Pemerintah Pastikan Pertalite Aman Hingga 2026
a day ago

Resmi Ganti Nama, Alamtri Resources (ADRO) Langsung Guyur Investor Dividen Yield 10%
a day ago

Prabowo Subianto Tunjuk Airlangga Hartarto Pimpin Satgas Percepatan Ekonomi
2 days ago

Bisnis Kuliner Jerome Polin Terpuruk: Menantea Tutup Permanen hingga Dugaan Penipuan Rp3,8 Miliar
6 days ago

Gibran Soroti Trade Misinvoicing, Kebocoran Pajak Disebut Capai Triliunan Rupiah
6 days ago

Dompet Ketinggalan? Bukan Masalah! Mengintip Logika China Jadi Negara Tanpa Tunai Terbesar Dunia
6 days ago

Bukan Sekadar Jalan Tol, Ini Strategi Geopolitik di Balik Proyek Belt and Road Initiative
6 days ago

Dulu Desa Nelayan, Kini Pusat Teknologi Dunia: Mengintip Rahasia "Supply Chain" Shenzhen yang Super Cepat
6 days ago

Gagal Bayar Pinjol Melonjak Awal 2026, Sinyal Tekanan Ekonomi Masyarakat Makin Kuat
7 days ago





