Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 82,4 Persen, Menkomdigi Harap Sinergi Semakin Kuat

Admin WGM - Wednesday, 01 July 2026 | 04:12 PM

Background
Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 82,4 Persen, Menkomdigi Harap Sinergi Semakin Kuat
Menkomdigi Meutya Hafid (Info Publik /)

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian meningkat hingga mencapai 82,4 persen.

Menanggapi hasil tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Polri. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

"Kami mengapresiasi kerja sama yang amat erat dan baik selama ini yang dilakukan oleh Polri bersama Kemkomdigi," kata Meutya, Selasa (30/6/2026).

Menurut Meutya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Ia menilai penguatan sinergi diperlukan agar berbagai ancaman di dunia maya dapat ditangani secara efektif.

"Sinergi yang kuat antara Kemkomdigi bersama Polri menjadi kunci utama untuk membangun ruang siber yang aman, bersih, dan juga tepercaya bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Meutya menambahkan, perkembangan teknologi digital membawa berbagai tantangan baru yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Polri diharapkan terus memperkuat perannya dalam mencegah dan menindak berbagai bentuk kejahatan siber.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kini menjadi perhatian, mulai dari maraknya penipuan daring, praktik judi online, hingga penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Di era transformasi digital ini tantangan yang kita hadapi tentu semakin kompleks. Mulai dari penipuan daring, judi online, sampai disinformasi yang memecah belah bangsa," tuturnya.

Sementara itu, survei Litbang Kompas yang menjadi dasar capaian tersebut dilaksanakan pada 9 hingga 18 April 2026dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode wawancara tatap muka.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat yang mencakup seluruh 38 provinsi di Indonesia. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Selain mencatat kenaikan tingkat kepercayaan publik menjadi 82,4 persen, survei tersebut juga menunjukkan peningkatan citra kelembagaan Polri. Angka citra positif Polri tercatat mencapai 71,5 persen, naik dibandingkan survei tahun sebelumnya yang berada di angka 64,4 persen.

Tidak hanya itu, Litbang Kompas juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat yang pernah berinteraksi langsung dengan Polri, seperti dalam pengurusan berbagai dokumen pelayanan. Hasilnya, skor profesionalitas pelayanan meningkat dari 7,76 menjadi 8,37.

Penilaian tersebut dihitung berdasarkan rata-rata indeks terhadap 20 aspek pelayanan yang dirasakan responden saat berhubungan dengan institusi kepolisian.

Dari survei yang sama, sekitar 80 persen responden juga menyatakan bahwa fasilitas pelayanan di kantor kepolisian kini dinilai lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.

Capaian tersebut menempatkan Polri sebagai salah satu dari lima institusi negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi. Bahkan, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah lembaga penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).