Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 82,4 Persen, Menkomdigi Harap Sinergi Semakin Kuat
Admin WGM - Wednesday, 01 July 2026 | 04:12 PM


Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian meningkat hingga mencapai 82,4 persen.
Menanggapi hasil tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Polri. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.
"Kami mengapresiasi kerja sama yang amat erat dan baik selama ini yang dilakukan oleh Polri bersama Kemkomdigi," kata Meutya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Meutya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Ia menilai penguatan sinergi diperlukan agar berbagai ancaman di dunia maya dapat ditangani secara efektif.
"Sinergi yang kuat antara Kemkomdigi bersama Polri menjadi kunci utama untuk membangun ruang siber yang aman, bersih, dan juga tepercaya bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Meutya menambahkan, perkembangan teknologi digital membawa berbagai tantangan baru yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Polri diharapkan terus memperkuat perannya dalam mencegah dan menindak berbagai bentuk kejahatan siber.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kini menjadi perhatian, mulai dari maraknya penipuan daring, praktik judi online, hingga penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Di era transformasi digital ini tantangan yang kita hadapi tentu semakin kompleks. Mulai dari penipuan daring, judi online, sampai disinformasi yang memecah belah bangsa," tuturnya.
Sementara itu, survei Litbang Kompas yang menjadi dasar capaian tersebut dilaksanakan pada 9 hingga 18 April 2026dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode wawancara tatap muka.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat yang mencakup seluruh 38 provinsi di Indonesia. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Selain mencatat kenaikan tingkat kepercayaan publik menjadi 82,4 persen, survei tersebut juga menunjukkan peningkatan citra kelembagaan Polri. Angka citra positif Polri tercatat mencapai 71,5 persen, naik dibandingkan survei tahun sebelumnya yang berada di angka 64,4 persen.
Tidak hanya itu, Litbang Kompas juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat yang pernah berinteraksi langsung dengan Polri, seperti dalam pengurusan berbagai dokumen pelayanan. Hasilnya, skor profesionalitas pelayanan meningkat dari 7,76 menjadi 8,37.
Penilaian tersebut dihitung berdasarkan rata-rata indeks terhadap 20 aspek pelayanan yang dirasakan responden saat berhubungan dengan institusi kepolisian.
Dari survei yang sama, sekitar 80 persen responden juga menyatakan bahwa fasilitas pelayanan di kantor kepolisian kini dinilai lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Polri sebagai salah satu dari lima institusi negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi. Bahkan, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah lembaga penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Next News

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in 6 hours

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 5 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 6 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 5 hours

Peluang atau Ancaman? Memahami Konsep Bonus Demografi untuk Masa Depan Bangsa
in 6 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 5 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
12 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
12 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
12 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
14 hours ago





