Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Economy

Kenapa Harga Emas Terus Naik? Analisis Data & Faktor-faktornya

Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 09:54 AM

Background
Kenapa Harga Emas Terus Naik? Analisis Data & Faktor-faktornya
Logam Mulia Antam ( Pixabay/Linda Hamilton)

Dalam beberapa tahun terakhir, harga emas global terus menunjukkan tren naik yang kuat, bahkan mencapai rekor tertinggi. Misalnya, emas diperdagangkan di atas US$4.800 per ons pada awal 2026 sebelum analis besar menaikkan target harga akhir tahun ke US$5.400 per ons karena permintaan terus kuat.

Data Kenaikan Harga Emas

  • Tahun 2025, harga emas mengalami lebih dari 50 rekor tertinggi sepanjang tahun dan total imbal hasil naik lebih dari 60 %.
  • Emas mencapai semua waktu tertinggi baru di penghujung satu dekade dengan terus mencetak catatan baru pada 2025–2026.
  • Di pasar Indonesia, harga emas seperti Logam Mulia Antam juga tercatat naik signifikan dalam periode tertentu pada 2025.

Tren kenaikan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi merupakan fenomena global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental.

1. Emas Sebagai Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global

Emas secara tradisional dipandang sebagai aset aman (safe haven). Ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi, geopolitik, atau pasar keuangan yang bergejolak, investor cenderung membeli emas untuk melindungi kekayaannya.

Contohnya:

  • Ketegangan geopolitik dan konflik dunia mendorong permintaan emas naik.
  • Investor mundur dari saham, obligasi berisiko, ke logam mulia.

Bahkan laporan pasar terkini menyebut emas tetap menjadi tujuan utama investor saat dunia bergejolak, mengungguli aset seperti Bitcoin atau obligasi US Treasury.

2. Kebijakan Moneter & Suku Bunga Rendah

Perubahan kebijakan moneter, khususnya di Amerika Serikat, sangat memengaruhi harga emas:

  • Ketika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti bunga obligasi tetapi tetap stabil nilainya.
  • Ekspektasi pelonggaran moneternya membuat investor beralih ke emas.

Kondisi ini menurunkan opportunity cost memegang emas dan mendorong permintaan dari berbagai investor institusional.

3. Permintaan Fisik & Investasi Yang Tinggi

Permintaan emas datang dari berbagai sisi:

  • Investor ritel dan institusi membeli emas fisik dan melalui ETF (exchange-traded funds) sebagai lindung nilai.
  • Permintaan fisik dari negara seperti China dan India tetap besar karena budaya dan kebutuhan pasar domestik.

Walaupun pertambangan emas baru hanya menambah pasokan sedikit setiap tahun, permintaan terus besar, terutama dari investor dan bank sentral, sehingga harga bergerak naik.

4. Pembelian Emas oleh Bank Sentral

Bank sentral di berbagai negara kini semakin agresif menambah cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

  • China, Turki, dan sejumlah negara lain tercatat menambah cadangan emas dalam jumlah besar.

Pembelian besar seperti ini mengurangi jumlah emas di pasar perdagangan bebas dan mendorong harga naik.

5. Inflasi & Nilai Mata Uang

Emas biasanya dianggap sebagai aset yang melindungi dari inflasi, terutama ketika nilai mata uang turun:

  • Saat inflasi tinggi, daya beli uang menurun dan investor mencari aset yang nilainya bertahan atau meningkat, seperti emas.
  • Emas juga dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS; ketika dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaan naik.

6. Faktor Geopolitik & Pasar Global

Tidak hanya krisis ekonomi, gejolak politik global juga meningkatkan permintaan emas. Dalam kondisi tidak pasti seperti perang, perselisihan perdagangan, atau ancaman resesi, emas menarik investor sebagai tempat "aman menyimpan nilai".

Perpaduan faktor-faktor ini telah membantu menjelaskan trennya yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir dan memicu prediksi harga emas tetap tinggi hingga 2026.