Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Kebaya Goes to Office: Ketika Tradisi Menjadi "Power Outfit" Perempuan Modern

Admin WGM - Monday, 09 February 2026 | 08:39 AM

Background
Kebaya Goes to Office: Ketika Tradisi Menjadi "Power Outfit" Perempuan Modern
Ilustrasi (Pinterest/)

Siapa bilang kebaya hanya cocok dipakai untuk acara wisuda atau pernikahan? Belakangan ini, jika kamu berjalan-jalan di kawasan perkantoran Sudirman atau melihat tren di media sosial, ada pemandangan menarik yang menyegarkan mata: anak-anak muda yang tampil percaya diri mengenakan kebaya sebagai pakaian kerja harian.

Gerakan #KebayaGoesToOffice bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah pernyataan bahwa identitas budaya bisa tampil sangat profesional dan modis di dunia kerja. Mari kita bedah fenomena ini, Winners!

1. Mendobrak Stigma "Kuno"

Dulu, kebaya identik dengan kesan kaku, ribet, dan hanya untuk orang tua. Namun, generasi muda sekarang berhasil mendobrak stigma tersebut. Dengan padu padan yang kreatif, kebaya kini tampil lebih edgy.

  • Mix & Match: Winners, coba bayangkan kebaya encim yang dipadukan dengan celana kulot atau bahkan jeans. Hasilnya? Tampilan yang tetap sopan tapi sangat dinamis untuk mobilitas kantor yang tinggi.
  • Sneakers over Heels: Banyak anak muda yang memadukan kebaya dengan sepatu sneakers. Selain lebih nyaman untuk mengejar jadwal rapat, kombinasi ini memberikan kesan smart-casual yang sangat modern.

2. Kebaya sebagai Simbol Kepercayaan Diri

Mengenakan kebaya di kantor bukan hanya soal estetika. Ada pesan yang ingin disampaikan:

  • Identitas Budaya: Di tengah gempuran tren fast fashion luar negeri, mengenakan kebaya adalah cara kita menunjukkan kebanggaan atas akar budaya Indonesia.
  • Empowerment: Banyak perempuan merasa memiliki energi berbeda saat memakai kebaya—ada rasa anggun sekaligus tangguh yang terpancar, menjadikannya "baju perang" yang sempurna untuk presentasi di depan klien.

3. Mendukung Ekonomi Kreatif Lokal

Secara tidak langsung, tren ini memberikan napas panjang bagi para pengrajin lokal. Permintaan akan kebaya kutubaru, encim, hingga kain lilit buatan tangan meningkat. Dengan ikut serta dalam gerakan ini, kamu juga turut membantu keberlangsungan industri UMKM kreatif di Indonesia, Winners.

Tips Memulai "Kebaya ke Kantor" untuk kamu:

  • Pilih Bahan yang Nyaman: Gunakan bahan katun yang menyerap keringat agar kamu tidak gerah selama 8 jam di kantor.
  • Potongan Simpel: Hindari kebaya dengan terlalu banyak payet yang berat. Pilih potongan yang simpel agar tetap fleksibel saat bergerak.
  • Warna Netral atau Pastel: Untuk kesan profesional, warna-warna seperti putih, earth tone, atau pastel bisa menjadi pilihan yang aman namun tetap cantik.

Kebaya adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. Dengan membawanya ke ruang-ruang kantor, kita sedang membuktikan bahwa tradisi tidak harus mati di museum, tapi bisa hidup dan relevan di meja kerja.

Jadi, tunggu apa lagi, Winners? Berani tampil beda dan mulai pakai kebayamu ke kantor besok?