Jangan-jangan Otakmu Lelah! Ini Trik Dopamine Fasting yang Bisa Bikin Kamu Kembali Semangat, Wajib Coba!
Admin WGM - Friday, 06 February 2026 | 05:38 PM


Pernahkah Anda merasa bosan luar biasa meskipun baru saja menghabiskan waktu berjam-jam melakukan scrolling di media sosial? Atau mungkin Anda merasa makanan yang biasanya enak kini terasa biasa saja? Di tahun 2026, para ahli saraf menyebut fenomena ini sebagai "Dopamine Overload". Dunia modern yang dirancang untuk memberikan kepuasan instan mulai dari notifikasi likes, algoritma video pendek, hingga belanja online satu klik telah membuat otak kita kebanjiran dopamin.
Akibatnya, ambang batas kesenangan kita naik. Kita butuh stimulus yang lebih kuat lagi hanya untuk merasa "normal". Di sinilah teknik Dopamine Fasting (Puasa Dopamin) hadir sebagai solusi radikal untuk mengembalikan keseimbangan kimiawi di otak kita.
Apa Itu Dopamine Fasting?
Konsep yang awalnya dipopulerkan oleh Dr. Cameron Sepah, seorang psikiater klinis, ini bukanlah tentang "berhenti memproduksi dopamin" karena itu mustahil secara biologis. Sebaliknya, Dopamine Fasting adalah upaya sadar untuk membatasi perilaku impulsif yang memberikan kepuasan instan secara berlebihan.
Tujuannya adalah memberikan waktu istirahat bagi reseptor dopamin di otak agar kembali sensitif terhadap stimulus kecil. Dengan melakukan ini, hal-hal sederhana seperti membaca buku, berjalan kaki di taman, atau sekadar berbincang dengan teman tanpa gangguan ponsel akan kembali terasa menyenangkan dan memuaskan.
Cara Melakukan Dopamine Fasting yang Benar
Puasa ini bukan tentang menyiksa diri, melainkan tentang kontrol diri. Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk memulainya:
1. Identifikasi "Pemicu" Anda Setiap orang memiliki sumber dopamin instan yang berbeda. Bagi sebagian orang, itu adalah media sosial. Bagi yang lain, mungkin video game, makanan manis, atau belanja online. Tentukan 1-2 aktivitas yang paling menyita waktu dan perhatian Anda secara impulsif.
2. Tentukan Durasi Puasa Untuk pemula, cobalah melakukan puasa selama 24 jam di hari libur. Selama waktu ini, hindari semua aktivitas pemicu tersebut. Jika 24 jam terasa terlalu berat, mulailah dengan "Jam Malam Digital", di mana Anda berhenti mengakses semua hiburan instan mulai pukul 20.00 hingga waktu tidur.
3. Kembali ke Aktivitas "Lambat" Saat melakukan puasa dopamin, Anda tidak dilarang melakukan apa pun. Anda justru disarankan melakukan aktivitas yang memiliki tempo lambat dan membutuhkan fokus, seperti:
- Menulis jurnal secara manual.
- Meditasi atau latihan pernapasan.
- Memasak makanan dari nol tanpa bantuan aplikasi.
- Mengobrol tatap muka tanpa memegang ponsel.
4. Amati Rasa Bosan Poin terpenting dari teknik ini adalah membiarkan diri Anda merasa bosan. Dalam kebosanan itulah otak mulai memproses ide-ide kreatif dan mengevaluasi diri. Rasa bosan adalah tanda bahwa reseptor dopamin Anda sedang melakukan kalibrasi ulang.
Manfaat Jangka Panjang: Fokus dan Motivasi
Banyak profesional di tahun 2026 melakukan Dopamine Fasting setiap akhir pekan sebagai bentuk perawatan kesehatan mental. Manfaatnya nyata: konsentrasi meningkat, kecemasan berkurang, dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas sulit (seperti belajar atau bekerja) menjadi lebih mudah karena otak tidak lagi "merengek" meminta hiburan cepat setiap lima menit.
Secara medis, puasa ini membantu memperkuat kontrol prefrontal cortex bagian otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan logika terhadap bagian otak emosional yang impulsif.
Dopamine Fasting adalah tentang mengambil kembali kendali atas perhatian kita. Di tengah dunia yang terus berebut perhatian Anda, kemampuan untuk tidak melakukan apa-apa adalah sebuah kemewahan sekaligus kekuatan. Dengan meriset otak secara berkala, kita tidak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga lebih mampu menikmati momen-momen kecil yang sebenarnya adalah inti dari kebahagiaan hidup.
Next News

Kaki Tak Bisa Berbohong! Rahasia Membaca Kejujuran Lawan Bicara
2 hours ago

The Power of Silence, Mengapa Sosok Pendiam Sering Kali Menjadi yang Paling Karismatik
3 hours ago

Berhenti Mencatat secara Linier! Inilah Alasan Mind Mapping Bikin Belajar Jadi 10x Lebih Cepat
3 hours ago

Taktik Zero Waste, Cara Mudah Bikin Kompos di Pojok Dapur Tanpa Aroma Busuk
4 hours ago

Upcycling 101: Cara Mengubah Barang 'Rongsokan' Menjadi Furnitur Berkelas
8 hours ago

Kenapa Kita Susah Mengaku Salah? Mengupas Rahasia Psikologi di Balik Ego Manusia
8 hours ago

Gak Perlu Deterjen Mahal! Rahasia Lemon dan Garam untuk Kinclongkan Peralatan Masak
9 hours ago

Bukan Solusi yang Mereka Cari, Inilah Kekuatan Validasi dalam Komunikasi Emosional
9 hours ago

Kesehatan Mental Nomor Satu! Inilah Tanda Kamu Harus Mulai Menjauhi Teman Tertentu
10 hours ago

Bukan Cuma Soal Gaya: Gimana Warna Baju yang Kamu Pakai Bisa Ngubah Mood dan Produktivitas Kamu Seharian
a day ago





