Minggu, 19 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Jalur Kereta Bantul Siap Comeback

Admin WGM - Friday, 17 April 2026 | 12:30 PM

Background
Jalur Kereta Bantul Siap Comeback
(Wikipedia/)

Wacana pengembangan kembali jalur kereta api di Bantul bukan cuma menarik dari sisi infrastruktur, tapi juga dari siapa yang menggagasnya. Usulan ini datang dari Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, yang menunjukkan bahwa dorongan ini nggak hanya soal pembangunan, tapi juga punya kaitan dengan visi penataan wilayah khas Yogyakarta yang mempertimbangkan nilai sejarah dan budaya.

Usulan Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi terkait jalur kereta api yang jalur kereta api yang akan sampai ke Bantul, disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Selasa 14/04/2026. Dimana jalur tersebut merupakan peluang dalam mengembangkan rute atau jalur kereta api sampai ke wilayah Bantul.

Mengingat jalur kereta api di Bantul sendiri sudah lama tidak digunakan sejak sekitar 1970-an hingga 1980-an. Meskipun demikian, jejak kereta api masih bisa ditemukan hingga saat ini, baik berupa bangunan stasiun lama maupun sisa rel yang sebagian telah tertutup pembangunan jalan.

Ada cerita lama yang ikut "dibangunkan" lagi. Dulu, Bantul ternyata pernah punya jalur kereta aktif yang jadi urat nadi mobilitas dan ekonomi masyarakat. Jalur seperti Yogyakarta-Srandakan-Brosot pernah ramai digunakan, bukan cuma untuk angkut hasil industri gula dari pabrik-pabrik besar seperti Padokan dan Pundong, tapi juga jadi transportasi warga sehari-hari. Kereta ini bahkan punya sebutan khas, yaitu "Sepur Pancen" yang dulu jadi bagian dari kehidupan masyarakat Bantul.

Kalau melihat lebih luas, dampaknya sebenarnya bisa cukup besar. Bukan cuma soal mempermudah mobilitas, tapi juga berpotensi mengubah pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Selain itu, akses menuju berbagai destinasi wisata di Bantul juga bisa jadi lebih terbuka, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kalau jalur ini bener-benar terealisasi, Bantul bukan cuma menambah piilihan transportasi, tetapi juga menyambungkan kembali cerita lama yang sempat terputus. Tetapi tentu saja dalam realitanya tidak bisa instan. Perlu dikaji lebih mendalam, mulai dari kelayakan rute, hingga kesiapan anggaran yang ngga kecil. Apalagi sampai sekarang detail jalur yang akan dibangun pun masih dalam tahap pembahasan.

Jadi, pertanyaannya sekarang bukan lagi sekedar bisa atau tidak, tetapi seberapa serius rencana ini akan diwujudkan. Karena kalau benar jalan, ini bukan cuma proyek, tetapu momentum kebangkitan yang sempat tertunda.