Senin, 20 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gertak Teheran! Trump Ancam Kehancuran Total dalam 24 Jam Jika Negosiasi Gaga

Admin WGM - Monday, 13 April 2026 | 11:30 AM

Background
Gertak Teheran! Trump Ancam Kehancuran Total dalam 24 Jam Jika Negosiasi Gaga
Kesiapan Militer CENTCOM di Teluk Persia (JPNN.com /)

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki fase paling berbahaya dalam satu dekade terakhir. Menyusul kebuntuan total dalam proses negosiasi, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengancam akan memulai blokade militer di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026). Tidak hanya gertakan ekonomi, Trump juga melontarkan retorika perang yang ekstrem dengan mengancam akan menghancurkan Teheran dalam waktu satu hari jika kepentingannya terus diabaikan.

Langkah ini diambil Washington sebagai upaya terakhir untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan syarat-syarat yang sepenuhnya ditentukan oleh pihak Amerika Serikat.

Pengumuman blokade Selat Hormuz yang dimulai hari ini diperkirakan akan melumpuhkan jalur perdagangan energi dunia. Gedung Putih menyatakan bahwa instruksi telah diberikan kepada Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menempatkan armada tempur di titik-titik krusial selat tersebut guna mencegah ekspor minyak Iran mencapai pasar internasional.

"Negosiasi telah buntu karena ketidakmauan Teheran untuk berkompromi. Mulai hari ini, kami akan memastikan tidak ada satu tetes pun minyak yang keluar dari sana hingga mereka bersedia bernegosiasi secara serius," tegas Trump dalam pernyataan resminya di Gedung Putih.

Langkah blokade ini dipandang sebagai tindakan agresi oleh banyak analis internasional, mengingat dampaknya yang tidak hanya menyerang ekonomi Iran, tetapi juga stabilitas pasokan energi bagi sekutu-sekutu AS di Eropa dan Asia.

Retorika "Kehancuran Satu Hari"

Selain ancaman blokade, Trump meningkatkan tensi dengan retorika militer yang provokatif. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menyatakan memiliki kapabilitas militer yang cukup untuk melumpuhkan ibu kota Iran, Teheran, hanya dalam durasi 24 jam. Ancaman ini dinilai sebagai bentuk tekanan psikologis tertinggi guna mengguncang stabilitas internal rezim di Iran.

"Mereka harus sadar dengan siapa mereka berhadapan. Kami tidak membutuhkan perang jangka panjang. Jika mereka membuat kesalahan langkah, kami dapat menghancurkan Teheran dalam satu hari. Ini bukan gertakan, ini adalah realitas militer kami saat ini," ujarnya dengan nada mengancam.

Ancaman tersebut memicu kecaman dari berbagai pemimpin dunia yang menyerukan agar kedua pihak menahan diri demi menghindari pecahnya perang terbuka yang dapat membakar seluruh kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Trump juga memberikan tanggapan dingin terhadap upaya kesepakatan-kesepakatan kecil yang sempat diusulkan oleh para penengah internasional. Bagi Trump, draf kesepakatan yang ada saat ini dianggap tidak memiliki perbedaan signifikan dengan perjanjian-perjanjian sebelumnya yang ia anggap gagal total.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk kesepakatan yang tidak mengakomodasi tuntutan penuh AS termasuk penghentian total program nuklir dan dukungan terhadap milisi regional tidak akan berpengaruh bagi kebijakan luar negerinya. "Tidak ada bedanya bagi saya. Kesepakatan yang lemah adalah kesepakatan yang buruk. Saya tidak akan membiarkan Amerika terikat pada perjanjian yang hanya menguntungkan musuh kita," tambahnya.

Ancaman blokade Selat Hormuz langsung memukul pasar komoditas dunia. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam sesaat setelah pengumuman tersebut keluar. Para diplomat dari Uni Eropa dan PBB dikabarkan tengah melakukan komunikasi maraton guna mencari jalan tengah, namun posisi keras yang diambil Trump membuat ruang diplomasi kian menyempit.

Iran sendiri dikabarkan telah menyiagakan sistem pertahanan udara dan armada kapal cepatnya di sepanjang pesisir Teluk. Situasi di Selat Hormuz saat ini ibarat "tong mesiu" yang siap meledak kapan saja jika blokade fisik benar-benar dilaksanakan oleh angkatan laut Amerika Serikat.

Dunia kini menanti dengan cemas langkah taktis apa yang akan diambil oleh Teheran dalam 24 jam ke depan. Apakah gertakan Trump akan berhasil menyeret Iran kembali ke meja perundingan, atau justru memicu konfrontasi militer skala besar yang akan mengubah peta politik dunia di tahun 2026.