Gak Harus Mahal! Ini 7 Trik Rahasia Pilih Kursi Pesawat Biar Gak Pegal Pas Terbang Jauh
Admin WGM - Tuesday, 17 February 2026 | 11:25 AM


Dalam penerbangan yang memakan waktu lebih dari enam jam, kursi Anda adalah duniamu. Kesalahan kecil dalam memilih baris bisa berarti Anda akan terganggu oleh antrean toilet yang bising, aroma galley (dapur pesawat), atau keterbatasan ruang gerak yang membuat kaki kram. Oleh karena itu, memahami anatomi kabin pesawat adalah kunci sebelum Anda melakukan check-in.
1. Prioritaskan Baris Bulkhead atau Emergency Exit
Jika ruang kaki (legroom) adalah prioritas utama Anda, maka baris bulkhead (baris paling depan di tiap sekatan kabin) dan baris pintu darurat (emergency exit row) adalah area "emas".
- Kelebihan: Di sini Anda bisa meluruskan kaki sepenuhnya tanpa terhalang kursi di depan.
- Catatan: Untuk baris darurat, Anda harus sehat secara fisik dan bersedia membantu kru dalam keadaan darurat. Selain itu, di baris bulkhead, biasanya semua tas harus diletakkan di bagasi kabin atas karena tidak ada kursi di depan Anda untuk menyelipkan tas.
2. Hindari Kursi di Depan Baris Exit Row atau Paling Belakang
Banyak orang tidak menyadari bahwa kursi yang berada tepat di depan baris pintu darurat atau kursi di baris paling belakang kabin sering kali tidak bisa direbahkan (limited recline).
- Risikonya: Anda akan dipaksa duduk tegak 90 derajat selama berjam-jam. Kursi paling belakang juga biasanya paling berisik karena dekat dengan mesin dan sering menjadi area "lalu lintas" penumpang yang menuju toilet atau pramugari yang sedang menyiapkan makanan di dapur.
3. Pilih Kursi Lorong (Aisle) untuk Kebebasan Bergerak
Bagi Anda yang sering merasa gelisah atau memiliki kandung kemih yang aktif, kursi di dekat lorong adalah pemenang mutlak.
- Alasannya: Anda tidak perlu merasa bersalah karena harus membangunkan penumpang lain setiap kali ingin ke toilet atau sekadar berdiri untuk meregangkan otot kaki. Kursi lorong memberikan Anda kendali penuh atas mobilitas Anda tanpa harus menunggu momen yang tepat.
4. Manfaatkan Situs SeatGuru atau SeatMaps
Setiap maskapai memiliki konfigurasi kursi yang berbeda, bahkan untuk tipe pesawat yang sama. Sebelum memilih nomor kursi, masukkan nomor penerbangan Anda di situs seperti SeatGuru.
- Triknya: Situs ini akan memberikan peta kabin lengkap dengan kode warna. Kursi berwarna merah atau kuning menandakan ada masalah tertentu (seperti jendela yang tidak sejajar, ruang kaki yang terhalang kotak hiburan, atau kursi yang suhunya lebih dingin). Hindari kursi-kursi "bermasalah" ini.
5. Area Sayap untuk Penerbangan yang Lebih Stabil
Jika Anda adalah tipe penumpang yang mudah mabuk udara atau takut akan turbulensi, pilihlah kursi yang sejajar dengan sayap pesawat.
- Alasannya: Secara aerodinamika, bagian tengah pesawat di dekat sayap adalah titik paling stabil karena berada di pusat gravitasi. Guncangan akibat turbulensi akan terasa jauh lebih minim di area ini dibandingkan dengan bagian ekor pesawat yang cenderung lebih banyak bergoyang.
6. Periksa Konfigurasi Kursi 2-4-2 vs 3-3-3
Untuk penerbangan jarak jauh dengan pesawat berbadan lebar (wide-body), perhatikan susunan kursinya. Jika Anda bepergian berpasangan, carilah pesawat dengan konfigurasi pinggir 2 kursi (seperti pada Airbus A330). Ini jauh lebih nyaman karena Anda hanya akan duduk berdua tanpa ada orang asing di antara Anda dan jendela.
7. Gunakan Trik "Kursi Tengah Kosong"
Jika Anda bepergian berdua di baris yang berisi tiga kursi, cobalah trik memesan kursi jendela dan lorong, lalu biarkan kursi tengah kosong.
- Taktiknya: Kursi tengah adalah kursi yang paling tidak diminati. Jika pesawat tidak penuh, kemungkinan besar kursi tengah itu akan tetap kosong, memberikan Anda ruang ekstra yang sangat luas. Jika ternyata ada orang yang mengisinya, Anda bisa dengan mudah menawarkan tukar posisi agar Anda dan pasangan bisa duduk bersebelahan.
Kenyamanan dalam penerbangan jarak jauh dimulai dari riset kecil sebelum berangkat. Jangan hanya bergantung pada keberuntungan saat check-in di bandara. Dengan mengamankan kursi yang tepat—baik itu karena ruang kakinya yang luas, kestabilannya, atau akses mudah ke lorong—Anda tidak hanya akan sampai di tujuan dengan kondisi fisik yang lebih segar, tetapi juga dengan mood yang lebih baik untuk memulai petualangan Anda.
Next News

Kaki Tak Bisa Berbohong! Rahasia Membaca Kejujuran Lawan Bicara
in 3 hours

The Power of Silence, Mengapa Sosok Pendiam Sering Kali Menjadi yang Paling Karismatik
in 2 hours

Berhenti Mencatat secara Linier! Inilah Alasan Mind Mapping Bikin Belajar Jadi 10x Lebih Cepat
in 2 hours

Taktik Zero Waste, Cara Mudah Bikin Kompos di Pojok Dapur Tanpa Aroma Busuk
in an hour

Upcycling 101: Cara Mengubah Barang 'Rongsokan' Menjadi Furnitur Berkelas
3 hours ago

Kenapa Kita Susah Mengaku Salah? Mengupas Rahasia Psikologi di Balik Ego Manusia
3 hours ago

Gak Perlu Deterjen Mahal! Rahasia Lemon dan Garam untuk Kinclongkan Peralatan Masak
4 hours ago

Bukan Solusi yang Mereka Cari, Inilah Kekuatan Validasi dalam Komunikasi Emosional
4 hours ago

Kesehatan Mental Nomor Satu! Inilah Tanda Kamu Harus Mulai Menjauhi Teman Tertentu
5 hours ago

Bukan Cuma Soal Gaya: Gimana Warna Baju yang Kamu Pakai Bisa Ngubah Mood dan Produktivitas Kamu Seharian
20 hours ago





