Sabtu, 2 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dongkrak Valuasi, Autopedia (ASLC) Siapkan Dana Segar Rp20 Miliar untuk Borong Saham

Admin WGM - Wednesday, 15 April 2026 | 08:07 PM

Background
Dongkrak Valuasi, Autopedia (ASLC) Siapkan Dana Segar Rp20 Miliar untuk Borong Saham
Rencana Buyback Saham ASLC Rp20 Miliar (CNBC Indonesia /)

Emiten perdagangan otomotif bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC), resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi terbaru pada Rabu (15/4/2026), perusahaan yang dikenal melalui platform lelang JBA dan ritel Caroline.id ini telah mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp20 miliar guna menyerap saham yang beredar di publik.

Langkah ini diambil di tengah performa bisnis perusahaan yang terus menunjukkan tren positif, meski harga saham perseroan saat ini dinilai belum mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya.

Manajemen ASLC menjelaskan bahwa aksi buyback ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar reguler serta mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan. Penggunaan dana sebesar Rp20 miliar tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam periode yang telah ditentukan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Harga saham ASLC yang saat ini berada di level Rp70-an dinilai sebagai peluang bagi perseroan untuk menunjukkan kepercayaan diri terhadap prospek bisnis masa depan. Dengan omzet perusahaan yang telah menembus angka Rp1 triliun, perseroan memandang valuasi pasar saat ini masih berada di bawah potensi nilai aset dan performa operasionalnya.

"Aksi korporasi ini mencerminkan optimisme kami terhadap fundamental perusahaan. Kami percaya bahwa dengan performa keuangan yang solid, langkah buyback akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," tulis pernyataan resmi manajemen melalui kanal CNBC Indonesia.

Selain melakukan pembelian kembali, Autopedia juga berencana mengalihkan saham hasil buyback tersebut—yang nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri—untuk mendukung program kepemilikan saham bagi internal perusahaan. Perseroan menyiapkan skema Employee Stock Option Program (ESOP) dan Management Stock Option Program (MSOP).

Melalui program ini, karyawan dan jajaran manajemen diberikan kesempatan untuk memiliki saham perusahaan secara langsung. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepemilikan (sense of belonging) serta menyelaraskan kepentingan karyawan dengan target jangka panjang perseroan. Dengan skema ini, saham treasuri tidak akan segera dilepas kembali ke pasar reguler, sehingga tekanan jual di pasar dapat diminimalisasi.

Langkah borong saham oleh perseroan ini didorong oleh pencapaian operasional yang signifikan sepanjang tahun lalu. Meskipun pasar otomotif secara umum menghadapi tantangan ekonomi, ASLC berhasil mencatatkan pendapatan triliunan rupiah berkat ekspansi cabang Caroline.id dan efisiensi di balai lelang JBA.

Analis pasar modal melihat bahwa dana Rp20 miliar untuk buyback bagi perusahaan seukuran ASLC merupakan sinyal positif bahwa arus kas perseroan berada dalam kondisi sehat. "Aksi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup dan manajemen merasa saham mereka saat ini terlalu murah (undervalued). Hal ini biasanya direspons positif oleh pasar sebagai bentuk perlindungan bagi investor minoritas," ujar salah satu analis bursa.

Ke depan, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. berkomitmen untuk terus memperluas ekosistem otomotif bekas di Indonesia. Dana hasil operasional akan terus diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur digital dan penambahan jumlah showroom.

Aksi buyback ini juga diharapkan dapat meningkatkan angka laba bersih per saham (Earnings Per Share/EPS) seiring berkurangnya jumlah saham yang beredar di publik. Para pemegang saham kini menantikan hasil dari rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk meratifikasi detail pelaksanaan program kepemilikan saham tersebut sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.