Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Economy

Dilema Kasih Angpao Lebaran? Simak Panduan Anggaran Ideal Biar Dompet Gak Jerit

Admin WGM - Tuesday, 24 February 2026 | 12:02 PM

Background
Dilema Kasih Angpao Lebaran? Simak Panduan Anggaran Ideal Biar Dompet Gak Jerit
Lebaran (Leisure /)

Tradisi membagikan salam tempel atau angpao saat hari raya Idulfitri merupakan momen yang paling dinantikan, terutama oleh anak anak dan sanak saudara di kampung halaman. Keinginan untuk berbagi kebahagiaan melalui lembaran uang baru yang masih kaku sering kali membuat banyak orang terjebak dalam euforia berlebihan saat melakukan penukaran uang di bank. Tanpa perencanaan yang matang, anggaran yang dialokasikan untuk berbagi ini justru bisa menjadi bumerang yang menyebabkan kondisi keuangan menjadi goyah tepat setelah masa libur lebaran berakhir. Fenomena boncos atau pengeluaran yang melebihi kemampuan finansial ini sering kali terjadi karena seseorang tidak memiliki batasan yang jelas mengenai berapa jumlah uang yang ideal untuk dibagikan. Mengelola ekspektasi sosial dan realita isi dompet memerlukan strategi keuangan yang cerdas agar niat baik berbagi tetap membawa berkah tanpa menyiksa tabungan pribadi.

Kebutuhan hidup pasca lebaran yang tetap berjalan normal menuntut setiap individu untuk lebih bijak dalam menentukan skala prioritas. Memahami kondisi arus kas pribadi adalah langkah awal yang sangat krusial sebelum memutuskan untuk menukarkan uang tunai dalam jumlah besar.

Menentukan Persentase Ideal dari Dana Bonus

Alokasi dana untuk angpao lebaran sebaiknya diambil dari dana tambahan seperti Tunjangan Hari Raya atau THR, bukan dari gaji bulanan utama yang digunakan untuk biaya hidup rutin. Pakar perencana keuangan sering kali menyarankan agar total pengeluaran untuk kebutuhan hari raya, termasuk salam tempel, tidak melebihi angka lima puluh persen dari total THR yang diterima. Sisanya tetap harus dialokasikan untuk melunasi utang, membayar zakat, serta menambah dana cadangan untuk kebutuhan darurat di masa depan.

Pembagian anggaran angpao juga harus dilakukan secara hierarki berdasarkan kedekatan hubungan kekeluargaan. Anda dapat membagi kategori penerima mulai dari ring satu yang terdiri dari orang tua dan saudara kandung, ring dua untuk keponakan serta sepupu dekat, hingga ring tiga untuk anak tetangga atau kerabat jauh. Memberikan batasan nominal yang berbeda untuk setiap kategori akan memudahkan Anda dalam menghitung total kebutuhan uang tunai yang harus ditukarkan di bank nantinya.

Tips Taktis Mengelola Dana Salam Tempel Agar Tetap Hemat

Merencanakan anggaran yang sehat memerlukan kedisiplinan tinggi agar pengeluaran tidak meluas tanpa kendali. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:

  1. Buat Daftar Nama Penerima Secara Spesifik Susunlah daftar nama anggota keluarga yang akan Anda berikan angpao jauh hari sebelum waktu mudik tiba. Menuliskan nama secara detil membantu Anda mendapatkan gambaran angka pasti, sehingga Anda tidak akan menukarkan uang secara impulsif hanya berdasarkan perkiraan kasar yang sering kali meleset.
  2. Gunakan Metode Amplop Terpisah Masukkkan uang yang sudah ditukar ke dalam amplop sesuai dengan nama atau kategori yang sudah direncanakan. Metode ini sangat efektif untuk mencegah Anda memberikan uang secara berlebihan saat suasana sedang ramai. Jika amplop sudah habis, itu artinya jatah anggaran Anda untuk berbagi sudah mencapai batas maksimal yang aman bagi keuangan Anda.
  3. Pertimbangkan Memberi Berdasarkan Usia Pemberian nominal uang tidak harus selalu sama rata kepada semua orang. Anak anak yang masih kecil biasanya lebih menghargai tampilan fisik uang baru yang berwarna warni dibandingkan nilainya, sementara remaja atau mahasiswa mungkin membutuhkan jumlah yang lebih fungsional. Menyesuaikan nominal berdasarkan jenjang pendidikan bisa menjadi cara yang sangat adil sekaligus menghemat pengeluaran.
  4. Prioritaskan Zakat dan Kewajiban Utama Dahulu Pastikan semua kewajiban seperti zakat fitrah, zakat mal, hingga biaya perjalanan mudik sudah terpenuhi dan aman dananya. Jangan sampai anggaran untuk angpao justru mengambil porsi dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan wajib yang jauh lebih penting secara agama maupun kebutuhan mendasar keluarga.

Menghindari Jebakan Gengsi dalam Berbagi

Tekanan sosial sering kali membuat seseorang merasa harus memberikan angpao dalam jumlah besar demi menjaga citra sukses di depan kerabat. Namun, esensi dari Idulfitri adalah tentang silaturahmi dan ketulusan, bukan tentang kompetisi jumlah nominal uang yang dibagikan. Memberikan uang dalam jumlah kecil namun disertai dengan doa dan kasih sayang yang tulus jauh lebih bermakna daripada memberikan jumlah besar yang didasari oleh beban pikiran atau utang.

Masyarakat juga perlu waspada terhadap biaya tambahan jika melakukan penukaran uang di jasa tidak resmi yang bisa memangkas anggaran angpao secara cuma cuma. Pemanfaatan layanan PINTAR BI yang resmi akan memastikan setiap rupiah yang Anda anggarkan tetap utuh tanpa ada potongan biaya administrasi yang mahal. Kedisiplinan untuk tetap berada pada rencana awal akan memberikan ketenangan pikiran saat Anda kembali menjalani rutinitas pekerjaan setelah masa libur usai.

Anggaran ideal untuk angpao lebaran adalah jumlah yang tidak mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang Anda. Perencanaan yang mendalam melalui pencatatan nama penerima serta penetapan batas maksimal anggaran merupakan cara paling ampuh untuk menghindari kondisi boncos yang merugikan. Berbagi rezeki memang merupakan amalan mulia, namun melakukannya dengan cara yang bertanggung jawab adalah tanda kedewasaan dalam mengelola finansial. Mari rayakan hari kemenangan dengan penuh kegembiraan tanpa harus dihantui oleh rasa cemas akan saldo tabungan yang menipis. Pengelolaan uang yang bijak saat ini akan memastikan hari hari Anda setelah lebaran tetap berjalan dengan nyaman dan penuh berkah.