Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Bukannya Awet Malah Rusak, Jangan Pernah Simpan Bahan Dapur Ini di Dalam Lemari Es!

Admin WGM - Saturday, 14 February 2026 | 08:56 PM

Background
Bukannya Awet Malah Rusak, Jangan Pernah Simpan Bahan Dapur Ini di Dalam Lemari Es!
Kopi jadi salah satu penghirup aroma paling kuat (pexels.com/ready made/)

Bagi sebagian besar masyarakat modern, lemari es atau kulkas dianggap sebagai "penyelamat" untuk menjaga kesegaran bahan pangan dalam jangka panjang. Namun, sebuah kekeliruan umum yang sering terjadi di dapur adalah anggapan bahwa semua bahan makanan akan lebih awet jika disimpan di suhu dingin. Pada kenyataannya, beberapa jenis bahan makanan tertentu justru mengalami kerusakan seluler, perubahan rasa yang drastis, hingga penurunan nutrisi jika dipaksa beradaptasi dengan suhu rendah kulkas.

Mengetahui bahan mana yang harus tetap berada di suhu ruang bukan hanya soal menjaga kelezatan masakan, tetapi juga upaya efisiensi dalam meminimalisir limbah makanan. Berikut adalah beberapa bahan pangan yang sebaiknya tidak Anda simpan di dalam kulkas.

1. Tomat: Kehilangan Tekstur dan Aroma

Tomat adalah salah satu bahan yang paling sering salah simpan. Suhu dingin di dalam kulkas dapat menghentikan proses pematangan dan merusak membran sel di dalam tomat. Akibatnya, tomat yang disimpan di kulkas akan memiliki tekstur yang cenderung "berpasir" atau lembek (mealy). Selain itu, suhu dingin menghancurkan enzim yang memberikan aroma khas pada tomat, sehingga rasanya menjadi hambar saat diolah. Sebaiknya, simpan tomat di suhu ruang dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

2. Bawang Merah dan Bawang Putih

Kelembapan di dalam kulkas adalah musuh utama bagi keluarga bawang. Bawang merah yang disimpan di tempat dingin akan cepat melunak dan berjamur karena lingkungan yang lembap. Sementara itu, bawang putih akan mulai bertunas dan teksturnya berubah menjadi kenyal seperti karet. Cara terbaik menyimpan duo bumbu ini adalah di tempat yang kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar aroma serta ketajamannya tetap terjaga.

3. Kentang: Perubahan Kimiawi yang Berbahaya

Menyimpan kentang di kulkas memicu proses kimiawi di mana pati di dalamnya berubah menjadi gula lebih cepat. Fenomena ini tidak hanya mengubah rasa kentang menjadi terlalu manis dan teksturnya menjadi kasar saat dimasak, tetapi juga memiliki risiko kesehatan. Kadar gula yang tinggi pada kentang dingin dapat meningkatkan produksi akrilamida—zat kimia yang berpotensi karsinogenik—saat kentang digoreng atau dipanggang pada suhu tinggi. Cukup simpan kentang di dalam kantong kertas di area dapur yang sejuk.

4. Roti: Mempercepat Proses Basi

Banyak orang menyimpan roti di kulkas dengan harapan mencegah jamur. Padahal, suhu dingin justru mempercepat proses rekristalisasi pati yang membuat roti menjadi keras, kering, dan terasa hambar dalam waktu singkat. Jika Anda ingin menyimpan roti lebih lama, membekukannya di dalam freezer adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada menyimpannya di rak pendingin biasa.

5. Kopi: Penyerap Bau yang Ulung

Kopi, baik dalam bentuk biji maupun bubuk, memiliki sifat higroskopis atau menyerap kelembapan dan bau dari lingkungan sekitarnya. Menyimpan kopi di kulkas akan merusak minyak alami yang memberikan aroma khas pada kopi. Selain itu, kopi Anda kemungkinan besar akan terkontaminasi oleh aroma bahan makanan lain di kulkas, seperti aroma bawang atau ikan. Kopi harus selalu disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang gelap dan sejuk.

6. Madu dan Cokelat

Madu secara alami adalah bahan pangan yang tidak bisa basi karena kadar gulanya yang tinggi. Memasukkan madu ke kulkas hanya akan mempercepat proses kristalisasi, membuatnya mengeras dan sulit dituang. Sementara itu, cokelat yang disimpan di kulkas dapat mengalami sugar bloom, yaitu kondisi di mana kelembapan menarik gula ke permukaan dan menciptakan lapisan putih yang merusak tekstur halus cokelat.

Memahami karakteristik setiap bahan makanan adalah kunci untuk menciptakan hidangan yang berkualitas. Kulkas memang alat yang hebat, namun bukan tempat bagi segala sesuatu. Dengan menempatkan bahan-bahan di atas pada suhu ruang yang tepat, Anda tidak hanya mempertahankan cita rasa asli masakan, tetapi juga menghargai kualitas bahan pangan yang Anda beli.