Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Bukan Sekadar Kata, Ini 5 Jenis Love Language demi Mempererat Ikatan Emosional dengan Pasangan

Admin WGM - Saturday, 14 February 2026 | 10:57 AM

Background
Bukan Sekadar Kata, Ini 5 Jenis Love Language demi Mempererat Ikatan Emosional dengan Pasangan
Love language (pexels.com/RDNE Stock project/)

Dalam sebuah hubungan asmara, sering kali muncul keluhan ketika salah satu pihak merasa sudah memberikan perhatian maksimal, namun pihak lainnya tetap merasa kurang dicintai. Fenomena ini dalam psikologi populer sering disebut sebagai ketidakcocokan bahasa kasih. Memahami cara seseorang menerima dan mengekspresikan cinta bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan instrumen krusial untuk mencegah terjadinya gesekan emosional. Tanpa pemahaman yang tepat mengenai love language atau bahasa kasih, perhatian yang diberikan dengan tulus bisa saja menjadi sia-sia karena tidak selaras dengan kebutuhan emosional pasangan.

Konsep bahasa kasih pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, yang meyakini bahwa setiap individu memiliki preferensi unik dalam merasakan kasih sayang. Layaknya berkomunikasi dengan bahasa asing, hubungan akan mengalami kendala jika masing-masing pihak menggunakan "bahasa" yang berbeda. Mengenal lima jenis bahasa kasih berikut ini akan membantu Anda memberikan perhatian yang lebih efektif dan bermakna.

1. Kata-Kata Apresiasi (Words of Affirmation)

Bagi individu dengan jenis bahasa kasih ini, kata-kata memiliki bobot yang lebih besar daripada tindakan fisik atau hadiah. Ekspresi verbal berupa pujian, apresiasi, atau kalimat penyemangat adalah asupan energi bagi mereka. Kalimat sederhana seperti "Terima kasih sudah membantuku hari ini" atau "Aku bangga padamu" memiliki dampak psikologis yang mendalam. Sebaliknya, kata-kata kasar atau kritik tajam akan melukai mereka jauh lebih dalam dibandingkan individu dengan bahasa kasih lainnya. Untuk pasangan jenis ini, komunikasi verbal yang hangat adalah kunci utama kebahagiaan.

2. Waktu yang Berkualitas (Quality Time)

Waktu yang berkualitas bukan sekadar duduk berdampingan sambil menatap layar ponsel masing-masing. Fokus utama dalam bahasa kasih ini adalah perhatian yang tidak terbagi. Seseorang yang memprioritaskan quality time akan merasa sangat dicintai ketika pasangannya hadir secara penuh, melakukan kontak mata, dan terlibat dalam percakapan yang mendalam. Mematikan gawai saat makan malam atau berjalan santai di taman tanpa gangguan adalah bentuk perhatian tertinggi yang bisa Anda berikan kepada mereka. Bagi mereka, kehadiran secara mental jauh lebih penting daripada durasi pertemuan.

3. Pemberian Hadiah (Receiving Gifts)

Sering kali disalahartikan sebagai sifat materialistis, bahasa kasih ini sebenarnya berfokus pada simbolisme di balik pemberian tersebut. Bagi mereka, hadiah adalah bukti nyata bahwa pasangan memikirkan mereka saat sedang tidak bersama. Nilai nominal atau harga hadiah tidak menjadi poin utama; yang paling dihargai adalah usaha dan pemikiran yang dicurahkan untuk mencari hadiah tersebut. Sebuah kado kecil yang menunjukkan bahwa Anda memahami hobi atau kesukaan mereka akan dianggap sebagai bentuk perhatian yang sangat menyentuh hati.

4. Tindakan Melayani (Acts of Service)

Pepatah "tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata" adalah prinsip utama bagi pemilik bahasa kasih ini. Mereka merasa dicintai ketika pasangan melakukan sesuatu untuk meringankan beban mereka. Hal-hal praktis seperti membantu mencuci piring, memperbaiki barang yang rusak, atau menyiapkan sarapan adalah bentuk perhatian yang paling nyata. Bagi mereka, janji-janji manis tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindakan nyata yang mempermudah hidup mereka. Ketulusan dalam membantu adalah cara tercepat untuk memenangkan hati mereka.

5. Sentuhan Fisik (Physical Touch)

Sentuhan fisik dalam konteks bahasa kasih tidak melulu berkaitan dengan keintiman seksual. Hal ini mencakup bentuk-bentuk kedekatan fisik yang memberikan rasa aman dan koneksi, seperti bergandengan tangan, pelukan hangat, atau sekadar usapan di bahu saat mereka sedang merasa tertekan. Bagi individu dengan jenis ini, kontak fisik adalah sarana utama untuk mentransfer energi kasih sayang. Ketiadaan sentuhan fisik dalam jangka waktu lama dapat membuat mereka merasa terisolasi dan kehilangan koneksi emosional dengan pasangannya.

Menyelaraskan Perbedaan demi Hubungan yang Langgeng

Kesalahan yang paling sering dilakukan dalam hubungan adalah memberikan kasih sayang dengan cara yang kita inginkan untuk menerimanya, bukan dengan cara yang diinginkan pasangan. Misalnya, Anda mungkin sering membelikan hadiah karena itu adalah bahasa kasih Anda, padahal pasangan Anda justru lebih mendambakan waktu luang untuk mengobrol bersama. Akibatnya, hadiah tersebut terasa hambar dan kebutuhan emosional pasangan tetap tidak terpenuhi.

Langkah pertama untuk memperbaiki dinamika ini adalah melalui observasi dan komunikasi yang jujur. Amati bagaimana pasangan Anda biasanya mengekspresikan cinta kepada orang lain; sering kali itu adalah cermin dari apa yang mereka inginkan untuk diterima. Diskusikan secara terbuka mengenai apa yang membuat masing-masing merasa paling dihargai. Dengan memahami peta emosional ini, Anda dapat mulai menyesuaikan strategi pemberian perhatian secara sengaja dan konsisten.

Penguasaan terhadap bahasa kasih pasangan adalah investasi jangka panjang untuk meminimalkan konflik dan memperkuat komitmen. Cinta adalah sebuah keputusan yang diwujudkan melalui tindakan yang tepat sasaran. Dengan mengenal lima jenis bahasa kasih di atas, Anda tidak akan lagi "salah kasih" perhatian, dan hubungan Anda pun memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan waktu.