Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Bukan Gejala Pikun! Ternyata Ini Alasan Medis Kamu Sering Lupa Mau Ngapain Pas Pindah Ruangan

Admin WGM - Tuesday, 17 February 2026 | 09:47 AM

Background
Bukan Gejala Pikun! Ternyata Ini Alasan Medis Kamu Sering Lupa Mau Ngapain Pas Pindah Ruangan
Lupa akan melalukan suatua hal (Freepik/)

Fenomena mendadak lupa tujuan saat melewati pintu atau masuk ke ruangan baru dikenal dalam dunia psikologi sebagai Doorway Effect (Efek Ambang Pintu). Meskipun terasa seperti gangguan memori ringan atau tanda penuaan, para peneliti dari University of Notre Dame mengungkapkan bahwa ini sebenarnya adalah bukti betapa kompleksnya cara otak manusia mengelola informasi dan memori berdasarkan konteks lingkungan.

Fenomena ini hampir dialami oleh setiap orang di seluruh dunia. Sering kali, kita merasa frustrasi dan menganggap hal tersebut sebagai tanda bahwa daya ingat kita mulai menurun atau bahkan gejala awal kepikunan. Namun, dunia psikologi memiliki penjelasan yang jauh lebih menarik dan melegakan. Fenomena mendadak lupa tujuan saat pindah ruangan ini dikenal secara ilmiah sebagai Doorway Effect atau Efek Ambang Pintu.

Apa Itu Doorway Effect?

Fenomena ini pertama kali diteliti secara serius oleh tim psikolog dari University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Quarterly Journal of Experimental Psychology, para ahli menemukan bahwa ambang pintu sebenarnya berfungsi sebagai sebuah "batas kejadian" (event boundary) bagi otak kita.

Bayangkan otak Anda sebagai sebuah komputer yang memiliki kapasitas memori jangka pendek terbatas. Untuk bekerja secara efisien, otak tidak menyimpan semua informasi dalam satu aliran besar yang tak terputus. Sebaliknya, otak membagi pengalaman hidup kita ke dalam segmen-segmen atau episode-episode kecil. Ketika Anda berada di satu ruangan, otak Anda sedang mengelola "file" atau episode yang berkaitan dengan ruangan tersebut. Namun, saat Anda berjalan melewati sebuah pintu, otak menginterpretasikan perpindahan lokasi tersebut sebagai akhir dari satu episode dan awal dari episode yang baru.

Mekanisme "Pembersihan Memori" Otak

Secara ilmiah, melewati pintu mengirimkan sinyal kepada otak bahwa konteks lingkungan telah berubah secara drastis. Sebagai respons, otak melakukan semacam "pembersihan memori" jangka pendek (memori kerja) untuk memberi ruang bagi informasi baru yang mungkin ditemukan di ruangan berikutnya. Proses ini mirip dengan saat Anda menutup satu aplikasi di ponsel untuk membuka aplikasi lainnya agar sistem tidak melambat.

Masalahnya adalah, niat Anda (seperti "mengambil pengisi daya") sering kali tersimpan dalam memori jangka pendek yang sedang dibersihkan tersebut. Karena niat itu dianggap sebagai bagian dari "episode ruang tamu", otak secara otomatis mengarsipkannya atau membuangnya karena dianggap tidak lagi relevan dengan "episode kamar tidur". Inilah alasan mengapa rencana Anda seolah menguap begitu saja tepat saat kaki Anda menginjak lantai ruangan baru.

Pentingnya Konteks Lingkungan

Mengapa memori itu sering kali muncul kembali saat kita kembali ke ruangan asal? Hal ini berkaitan dengan apa yang disebut sebagai context-dependent memory. Otak manusia sangat mahir menghubungkan informasi dengan lingkungan fisik tempat informasi itu dibuat.

Saat Anda kembali ke ruang tamu setelah gagal mengingat tujuan di kamar tidur, stimulus visual di ruang tamu—seperti melihat ponsel yang tergeletak atau posisi duduk Anda sebelumnya—berfungsi sebagai "pemicu" yang memanggil kembali file memori yang tadi sempat terarsip. Lingkungan fisik bertindak sebagai kunci untuk membuka kembali data memori yang hilang.

Beban Kognitif dan Peran Fokus

Penelitian terbaru dari Bond University di Australia menambahkan dimensi baru pada fenomena ini. Mereka menemukan bahwa Doorway Effect lebih rentan terjadi saat otak kita sedang mengemban beban kognitif yang tinggi atau sedang memikirkan banyak hal sekaligus. Jika Anda pindah ruangan sambil memikirkan pekerjaan, rencana makan malam, sekaligus lagu yang sedang diputar di radio, kemungkinan besar niat utama Anda akan terhapus saat melewati pintu.

Selain itu, kapasitas memori jangka pendek manusia memang sangat rapuh. Fokus kita mudah terdistraksi oleh rangsangan visual baru. Saat Anda masuk ke dapur, mata Anda mungkin melihat tumpukan piring kotor atau mencium aroma masakan. Rangsangan baru ini akan langsung menempati slot di memori jangka pendek Anda, yang akhirnya menindih niat awal Anda yang belum sempat diproses menjadi memori jangka panjang.

Cara Meminimalisir Doorway Effect

Meskipun ini adalah cara kerja alami otak, ada beberapa cara praktis untuk meminimalisir frekuensi kejadiannya:

  1. Ucapkan Niat Secara Lantang: Saat Anda berdiri untuk mengambil sesuatu, katakanlah, "Saya mau mengambil pengisi daya." Melibatkan indra pendengaran membantu memperkuat jejak memori di otak.
  2. Visualisasi yang Kuat: Bayangkan benda yang Anda cari tetap berada di tangan Anda saat Anda berjalan melewati pintu.
  3. Hindari Multitasking: Cobalah untuk tetap fokus pada satu tujuan tunggal saat berpindah ruangan. Semakin sedikit beban pikiran Anda, semakin kecil kemungkinan otak melakukan "pembersihan" paksa terhadap niat tersebut.

Jadi, lain kali jika Anda berdiri terpaku di tengah ruangan dan merasa bingung, jangan khawatir. Itu bukanlah tanda penuaan dini, melainkan bukti betapa canggihnya otak Anda dalam mengorganisir informasi. Otak Anda hanya sedang melakukan fungsi refresh otomatis agar Anda tetap waspada dan siap menghadapi apa pun yang ada di lingkungan baru Anda. Doorway Effect adalah pengingat kecil bahwa memori kita sangat bergantung pada dunia di sekitar kita.