Senin, 20 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Basmi Spesies Invasif, Pemkot Jakpus 'Bedah' Kali Cideng dari Dominasi Ikan Sapu-Sapu

Admin WGM - Saturday, 11 April 2026 | 02:00 PM

Background
Basmi Spesies Invasif, Pemkot Jakpus 'Bedah' Kali Cideng dari Dominasi Ikan Sapu-Sapu
Ikan Sapu-Sapu Diangkat dari Dasar Sungai Jakarta (Merdeka.co /)

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap populasi ikan sapu-sapu (Loricariidae) di sepanjang aliran Kali Cideng, tepatnya di samping mal kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Dalam operasi lingkungan yang melibatkan personel gabungan tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya enam karung besar ikan invasif yang selama ini mendominasi ekosistem sungai di ibu kota.

Langkah ini diambil sebagai respons atas melimpahnya populasi ikan sapu-sapu yang dinilai telah mengganggu keseimbangan hayati dan menurunkan kualitas air sungai akibat sifatnya yang sangat adaptif namun minim predator alami.

Aksi pembersihan yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026) ini melibatkan personel dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Lingkungan Hidup, serta petugas sumber daya air. Fokus utama pembersihan dilakukan di aliran Kali Cideng yang melintasi kawasan strategis Jakarta Pusat.

Pantauan di lapangan menunjukkan petugas harus turun langsung ke dasar sungai yang sedang dalam kondisi surut untuk menjaring ikan-ikan tersebut. Sebagian besar ikan yang tertangkap memiliki ukuran cukup besar, dengan bobot total mencapai ratusan kilogram.

"Keberadaan ikan sapu-sapu di sini sudah sangat mengkhawatirkan. Mereka mendominasi perairan dan menggeser spesies lokal. Enam karung yang terkumpul hari ini merupakan bukti bahwa populasi mereka berkembang biak dengan sangat tidak terkendali di saluran pembuangan kita," ujar salah satu petugas PPSU di lokasi.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembersihan sampah rutin, melainkan upaya "pembedahan" atau pembersihan menyeluruh terhadap hama lingkungan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang mampu bertahan hidup di air dengan tingkat polusi tinggi. Namun, keberadaan mereka yang masif berdampak buruk karena merusak struktur tanggul sungai akibat kebiasaan mereka membuat lubang sarang di dinding tanah.

Selain merusak fisik sungai, ikan sapu-sapu juga memakan lumut dan organisme dasar sungai yang seharusnya menjadi sumber makanan bagi ikan lokal lainnya. Dengan populasi yang terlalu padat, sirkulasi ekosistem di Kali Cideng menjadi tidak sehat.

"Kami melakukan penyisiran merata. Fokus kami adalah memulihkan kembali ekosistem Kali Cideng agar kualitas airnya membaik dan spesies lokal lainnya memiliki ruang untuk hidup," tulis laporan resmi Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Fenomena membludaknya ikan sapu-sapu di sungai Jakarta diduga kuat berawal dari pelepasan ikan peliharaan oleh warga ke saluran air terbuka. Arif Kamarudin, seorang praktisi lingkungan yang terlibat dalam kampanye ini, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak sembarangan melepasliarkan spesies invasif ke perairan umum.

Masyarakat sering kali menganggap pelepasan ikan ke sungai sebagai tindakan kebajikan, tanpa menyadari bahwa spesies tertentu justru dapat menjadi predator atau pengganggu bagi lingkungan asal. Ikan sapu-sapu, yang aslinya berasal dari Amerika Selatan, tidak memiliki musuh alami di perairan Jakarta, sehingga populasinya meledak secara eksponensial.

Enam karung ikan yang berhasil dijaring kemudian dibawa oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk dikelola lebih lanjut. Pemerintah berencana menjadikan aksi ini sebagai agenda rutin di berbagai aliran sungai di Jakarta guna menekan laju pertumbuhan spesies invasif secara konsisten.

Selain penangkapan fisik, Pemkot Jakarta Pusat juga berencana memperkuat dinding sungai dengan material yang lebih tahan terhadap aktivitas penggalian ikan, sekaligus menanam kembali vegetasi air yang mendukung kembalinya fauna lokal. Aksi di Kali Cideng ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran kolektif warga Jakarta untuk lebih peduli terhadap kesehatan ekosistem perairan di sekitar mereka.