Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Sport

Aturan Baru Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Saat Bertengkar dan Walk Out Bisa Berujung Kartu Merah

Admin WGM - Wednesday, 29 April 2026 | 07:30 PM

Background
Aturan Baru Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Saat Bertengkar dan Walk Out Bisa Berujung Kartu Merah
Ilustrasi (Pixabay/)

Federasi sepak bola dunia (FIFA) melalui International Football Association Board (IFAB) resmi menyetujui sejumlah aturan baru yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026. Regulasi ini bertujuan meningkatkan transparansi, disiplin, serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Salah satu aturan yang paling mencuri perhatian adalah larangan bagi pemain untuk menutup mulut saat terlibat adu argumen di lapangan. Dalam aturan baru ini, tindakan tersebut dapat langsung diganjar kartu merah oleh wasit.

Larangan Menutup Mulut Saat Bertengkar

Selama ini, pemain kerap menutup mulut ketika berbicara atau berdebat dengan lawan maupun wasit. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk menghindari pembacaan gerak bibir yang bisa mengungkap isi percakapan.

Namun, FIFA menilai praktik tersebut berpotensi menyembunyikan ucapan yang mengandung pelanggaran, seperti hinaan atau diskriminasi. Oleh karena itu, IFAB menetapkan bahwa aksi menutup mulut dalam situasi konfrontasi bisa dianggap sebagai pelanggaran serius.

Aturan ini juga dipicu oleh sejumlah insiden sebelumnya, termasuk dugaan ucapan tidak pantas dalam pertandingan level klub yang sulit dibuktikan karena pemain menutupi mulutnya saat berbicara.

Walk Out Bisa Berujung Sanksi Berat

Selain itu, aturan baru juga menyasar aksi walk out atau meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Dalam regulasi terbaru, tindakan tersebut dapat langsung dikenai kartu merah.

Bahkan, jika sebuah tim secara kolektif meninggalkan pertandingan hingga laga tidak dapat dilanjutkan, tim tersebut berpotensi dinyatakan kalah (forfeit).

Langkah ini diambil setelah sejumlah insiden di turnamen internasional sebelumnya, di mana pertandingan terganggu akibat aksi protes pemain yang meninggalkan lapangan.

Tujuan: Transparansi dan Kendali Pertandingan

FIFA menyebut perubahan ini sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pertandingan. Dengan tidak adanya ruang untuk menyembunyikan ucapan atau melakukan protes ekstrem, diharapkan komunikasi di lapangan menjadi lebih terbuka dan terkendali.

Selain itu, aturan ini juga memberikan kewenangan lebih besar kepada wasit dalam mengontrol jalannya pertandingan serta menindak perilaku tidak sportif.

Menuai Pro dan Kontra

Meski bertujuan baik, aturan ini memicu perdebatan di kalangan pemain dan pengamat sepak bola.

Beberapa pihak menilai aturan tersebut terlalu ketat dan berpotensi menimbulkan kontroversi baru, terutama dalam situasi sensitif seperti protes terhadap rasisme atau tindakan diskriminatif di lapangan.

Di sisi lain, ada pula yang mendukung langkah FIFA karena dianggap mampu menekan perilaku tidak sportif dan meningkatkan kualitas pertandingan secara keseluruhan.

Perubahan Lain di Piala Dunia 2026

Selain aturan terkait perilaku pemain, FIFA juga melakukan beberapa penyesuaian lain untuk turnamen 2026, seperti perubahan sistem kartu kuning dan pengaturan disiplin pemain agar lebih adil dalam turnamen yang kini diikuti 48 tim.

Perubahan ini menunjukkan bahwa FIFA tengah berupaya menyesuaikan regulasi dengan format baru serta dinamika permainan modern.

Aturan baru di Piala Dunia 2026 menandai perubahan besar dalam pendekatan FIFA terhadap disiplin pemain. Larangan menutup mulut saat bertengkar dan sanksi tegas terhadap aksi walk out menunjukkan upaya serius untuk menjaga transparansi dan sportivitas. Meski menuai pro dan kontra, implementasi aturan ini akan menjadi salah satu aspek paling menarik untuk disorot dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.