Adu Kilau Investasi Logam Mulia, Perbedaan Emas Digital yang Lebih Lincah Tapi Fisik Tetap Tak Terganti, Mana yang Lebih Worth It?
Admin WGM - Monday, 26 January 2026 | 03:31 PM


Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global tahun 2026, emas tetap menjadi magnet utama bagi masyarakat yang ingin mengamankan kekayaannya. Namun, perdebatan klasik kini bergeser bukan lagi soal "beli atau tidak", melainkan pada medium penyimpanannya, pilih emas fisik yang bisa digenggam atau emas digital yang serba praktis?
Bagi investor jangka panjang, pilihan ini bukan sekadar masalah selera, melainkan soal efisiensi biaya dan keamanan aset. Fenomena digitalisasi komoditas telah mengubah wajah investasi logam mulia, namun emas fisik tetap memiliki tempat istimewa di hati para pelapis dana konservatif.
Emas Fisik, Keamanan di Tangan Sendiri
Emas fisik, terutama batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), masih dianggap sebagai standar tertinggi dalam menjaga nilai kekayaan. Keuntungan utama dari emas fisik adalah ketiadaan risiko pihak ketiga (counterparty risk). Artinya, aset tersebut sepenuhnya berada dalam kendali pemilik tanpa bergantung pada platform digital atau koneksi internet.
Berdasarkan tinjauan dari World Gold Council, kepemilikan aset fisik memberikan rasa aman psikologis yang lebih kuat saat terjadi krisis finansial sistemik. Namun, dari sisi keuntungan jangka panjang, emas fisik memiliki hambatan berupa biaya cetak dan selisih harga jual-beli (spread) yang cukup lebar. Investor juga harus memikirkan biaya tambahan untuk penyimpanan, seperti menyewa Safety Deposit Box (SDB) di perbankan untuk menghindari risiko pencurian.
Emas Digital, Efisiensi dan Likuiditas Tinggi
Di sisi lain, emas digital menawarkan solusi bagi investor muda yang mengutamakan fleksibilitas. Dengan modal minimalis, bahkan mulai dari sepuluh ribu rupiah, seseorang sudah bisa memiliki saldo emas. Platform emas digital yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memastikan bahwa setiap saldo digital didukung oleh cadangan emas fisik yang nyata di gudang kustodian.
Keunggulan telak emas digital terletak pada spread yang jauh lebih tipis dibandingkan emas fisik. Karena tidak ada biaya cetak di awal, potensi keuntungan dari kenaikan harga global dapat dinikmati lebih maksimal. Namun, tantangannya muncul saat investor ingin mencetak emas tersebut menjadi batangan fisik; biasanya akan dikenakan biaya cetak dan ongkos kirim yang cukup mahal, yang justru bisa memangkas margin keuntungan jangka panjang.
Diantara keduanya mana yang lebih menguntungkan untuk jangka panjang, para perencana keuangan bersertifikat (Certified Financial Planner) menyarankan untuk melihat profil risiko dan tujuan akhir.
Apabila tujuannya adalah warisan atau perlindungan nilai di atas sepuluh tahun tanpa niat untuk sering bertransaksi, emas fisik adalah pemenangnya. Namun, untuk akumulasi kekayaan secara bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA), emas digital jauh lebih efisien. Investor bisa mengumpulkan saldo secara rutin, dan baru mencetaknya menjadi fisik saat jumlahnya sudah mencapai denominasi besar (seperti 50 atau 100 gram) guna menekan biaya cetak.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghimbau masyarakat untuk lebih waspada, baik memilih fisik maupun digital. Pastikan transaksi dilakukan di lembaga yang memiliki izin resmi. Investasi emas adalah maraton bukan sprint, ketelitian dalam memilih instrumen akan menentukan seberapa berkilau hasil investasi selain emas menjadi alternatif Winners di masa depan.
Emas fisik unggul dalam hal kedaulatan kepemilikan, sementara emas digital unggul dalam hal kemudahan akses dan modal kecil. Bagi investor cerdas, mengombinasikan keduanya menggunakan digital untuk menabung dan fisik untuk simpanan permanen bisa menjadi strategi paling jitu di tahun 2026.
Next News

Seni Hidup Sederhana di Tengah Gaji Tinggi: Cara Mengatur Keuangan Agar Tidak Terjebak Gengsi
4 hours ago

Keamanan Finansial 101, Begini Cara Menghitung Dana Cadangan agar Tetap Tenang di Masa Krisis
5 hours ago

Ekonomi Manggung, Bagaimana Teknologi Mengubah Cara Manusia Mencari Nafkah
5 hours ago

Jangan Terjebak Diskon! Cara Otak Manusia Dibohongi oleh Label Harga dan Kata 'Gratis'
6 hours ago

Ekonomi Musiman: Rahasia di Balik Meroketnya Harga Barang Saat Hari Raya
6 hours ago

Rahasia Orang Kaya: Cara Membangun Portofolio Aset yang Menghasilkan Pendapatan Pasif
7 hours ago

Kerja Cerdas Bukan Kerja Keras, Intip 5 Ide Mesin Uang Otomatis buat Kaum Muda
a day ago

Wajah Baru Dunia Kerja, Intip Sektor Mana Saja yang Bakal Cuan Besar Berkat AI
a day ago

Gak Harus Pusing! Ini Bedanya Metode Snowball dan Avalanche Buat Pangkas Utang
a day ago

Cara Amankan Tabungan dari Tagihan Rumah Sakit, Milenial Wajib Punya Benteng Ini!
a day ago





