Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Sinestesia, Kondisi Langka saat Seseorang Bisa Melihat Suara dan Merasakan Warna

Admin WGM - Friday, 26 June 2026 | 11:30 PM

Background
Sinestesia, Kondisi Langka saat Seseorang Bisa Melihat Suara dan Merasakan Warna
Ilustrasi (Pixabay/)

Pernah membayangkan mendengar sebuah lagu lalu langsung melihat warna tertentu, atau membaca huruf yang selalu tampak berwarna meski dicetak hitam? Pengalaman unik tersebut dikenal sebagai sinestesia, sebuah fenomena neurologis yang menyebabkan satu rangsangan indra memicu pengalaman pada indra lainnya.

Meski sering dianggap sebagai "indra keenam", sinestesia sebenarnya bukan kemampuan supranatural. Para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena cara otak memproses informasi sensorik yang berbeda dari kebanyakan orang.

Apa Itu Sinestesia?

Sinestesia adalah kondisi ketika seseorang secara otomatis mengalami perpaduan antarpancaindra. Misalnya, seseorang dapat melihat warna tertentu setiap kali mendengar nada musik, atau merasakan rasa tertentu saat membaca kata atau angka. Respons ini bersifat konsisten dan terjadi secara spontan sejak usia dini pada sebagian besar penyandang sinestesia.

Fenomena ini diperkirakan dialami oleh sekitar 2–4 persen populasi dunia dan umumnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jenis-Jenis Sinestesia

Para peneliti telah mengidentifikasi berbagai bentuk sinestesia, di antaranya:

  • Grafem-warna, yaitu huruf atau angka selalu diasosiasikan dengan warna tertentu.
  • Suara-warna, ketika musik atau suara memunculkan persepsi warna.
  • Rasa-kata, yaitu munculnya sensasi rasa saat mendengar atau membaca kata tertentu.
  • Sentuhan cermin (mirror-touch), yakni seseorang ikut merasakan sentuhan ketika melihat orang lain disentuh.

Setiap penyandang sinestesia dapat mengalami kombinasi sensasi yang berbeda.

Apa Penyebabnya?

Hingga kini penyebab pasti sinestesia belum diketahui. Namun, para ilmuwan menduga kondisi ini berkaitan dengan adanya hubungan antarsel saraf di otak yang lebih kuat dibandingkan pada umumnya. Faktor genetik juga diduga berperan karena sinestesia dapat muncul dalam satu keluarga.

Pada beberapa kasus, gejala serupa dapat muncul akibat kondisi medis tertentu, penggunaan zat psikoaktif, atau gangguan pada otak. Karena itu, jika sensasi tersebut baru muncul secara tiba-tiba saat dewasa, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Apakah Sinestesia Berbahaya?

Secara umum, sinestesia bukan penyakit dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Banyak penyandangnya justru menganggap kondisi tersebut membantu meningkatkan kreativitas, daya ingat, atau kemampuan menghubungkan berbagai informasi. Fenomena ini bahkan lebih sering ditemukan pada seniman, musisi, dan penulis dibandingkan populasi umum.

Meski demikian, apabila pengalaman sensorik tersebut muncul mendadak, disertai gangguan penglihatan, pendengaran, kejang, atau gejala neurologis lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

Sinestesia merupakan fenomena neurologis unik yang membuat seseorang dapat "melihat" suara, "merasakan" warna, atau mengalami perpaduan sensasi lain yang tidak dialami kebanyakan orang. Walaupun terdengar tidak biasa, kondisi ini umumnya bukan gangguan kesehatan. Memahami sinestesia dapat membantu masyarakat membedakan antara variasi cara kerja otak yang normal dengan gejala yang memerlukan pemeriksaan medis.