Review Toy Story 5: Nostalgia Masih Terasa, Tapi Sebagus Ekspektasi?
Admin WGM - Wednesday, 01 July 2026 | 04:15 PM


Setelah penantian yang cukup panjang, Toy Story 5 akhirnya hadir di layar lebar. Film terbaru dari Pixar Animation Studios ini kembali mengajak penonton bernostalgia bersama para mainan legendaris yang telah menemani berbagai generasi sejak pertama kali dirilis pada tahun 1995.
Bagi Winners yang belum sempat menonton, berikut ulasan singkat dari Dama yang sudah menyaksikan Toy Story 5 di bioskop pekan lalu.
Sekilas Tentang Toy Story 5
Toy Story merupakan waralaba animasi garapan Pixar Animation Studios yang didistribusikan oleh Walt Disney Pictures. Film pertamanya mencatat sejarah sebagai film animasi komputer penuh pertama di dunia saat dirilis pada tahun 1995.
Untuk seri kelima ini, kursi sutradara diisi oleh Andrew Stanton, yang kembali menghadirkan petualangan baru Woody dan kawan-kawan dengan tema yang lebih relevan terhadap kehidupan anak-anak di era digital.
Jessie Jadi Tokoh Utama
Jika sebelumnya Woody selalu menjadi pusat cerita, kali ini fokus utama justru diberikan kepada Jessie.
Keputusan ini terasa cukup menarik karena Jessie kini menjadi sosok pemimpin bagi para mainan setelah Woody tidak lagi bersama Bonnie seperti pada film sebelumnya.
Konflik yang diangkat juga terasa berbeda dari seri-seri terdahulu. Jika biasanya para mainan harus menghadapi karakter antagonis berupa mainan lain, kini musuh utama mereka bukanlah sosok jahat, melainkan perkembangan teknologi.
Lawan terbesar mereka adalah Lily Pad, sebuah tablet berbentuk katak yang menjadi teman baru Bonnie.
Konflik yang Dekat dengan Kehidupan Saat Ini
Cerita dimulai ketika Bonnie masih sering bermain bersama mainan-mainan kesayangannya.
Namun semuanya berubah ketika ia mencoba berkenalan dengan dua anak kembar yang sedang bermain di luar rumah. Sayangnya, usaha Bonnie gagal. Karakternya digambarkan sebagai anak yang pendiam dan lebih nyaman hidup dalam imajinasinya sendiri.
Melihat kondisi tersebut, orang tua Bonnie akhirnya membelikan sebuah tablet bernama Lily Pad dengan harapan Bonnie bisa lebih mudah bersosialisasi melalui teknologi.
Sejak saat itu perhatian Bonnie perlahan berpindah dari mainan tradisional ke perangkat digital.
Perubahan inilah yang menjadi sumber konflik utama dalam film.
Para mainan merasa mulai diabaikan, terutama Jessie yang kembali dihantui trauma masa lalunya saat pernah ditinggalkan oleh pemilik lamanya, Emily.
Tema ini terasa cukup relevan dengan kondisi saat ini, ketika banyak anak mulai lebih akrab dengan gadget dibandingkan bermain menggunakan mainan konvensional.
Visual Tetap Memanjakan Mata
Satu hal yang hampir tidak pernah mengecewakan dari film-film Pixar adalah kualitas visualnya.
Toy Story 5 kembali menampilkan animasi yang detail, warna-warna yang hidup, serta pencahayaan yang sangat memanjakan mata.
Ekspresi setiap karakter juga terlihat natural sehingga penonton tetap bisa merasakan kedekatan emosional dengan para tokohnya.
Dari sisi teknis, Pixar sekali lagi menunjukkan kualitas produksi yang memang sudah menjadi ciri khas mereka.
Lebih Banyak Tertawa daripada Menangis
Secara pribadi, Dama merasa Toy Story 5 lebih banyak menyuguhkan humor dibandingkan drama.
Beberapa adegan komedi berhasil membuat suasana bioskop dipenuhi gelak tawa.
Namun, untuk bagian emosionalnya justru terasa tidak sekuat film-film Toy Story sebelumnya.
Konflik yang dibangun memang mengalir dengan baik, tetapi penyelesaiannya terasa cukup ringan sehingga tidak memberikan ledakan emosi yang benar-benar membekas.
Jika dibandingkan dengan Inside Out 2, yang juga diproduksi Pixar, Toy Story 5 terasa belum mampu menghadirkan pengalaman emosional yang sama kuatnya. Inside Out 2 berhasil mengaduk-aduk perasaan penonton melalui perkembangan karakter utamanya, sedangkan Toy Story 5 lebih memilih pendekatan yang ringan dan ramah untuk seluruh anggota keluarga.
Layak Ditonton?
Menurut Dama, Toy Story 5 tetap menjadi film yang layak ditonton, terutama bagi penggemar lama yang ingin kembali bertemu Woody, Jessie, Buzz Lightyear, dan karakter-karakter ikonik lainnya.
Film ini menawarkan nostalgia yang hangat, visual yang memukau, serta komedi yang menghibur. Meski konflik dan sisi emosionalnya belum sekuat beberapa film Pixar lainnya, pesan mengenai hubungan anak-anak dengan teknologi di era digital terasa relevan dan cukup menarik untuk diikuti.
Next News

Tembus Rating Positif Rotten Tomatoes, Visual Memukau 'Moana' 2026 Siap Guncang Box Office Global
a day ago

Seru dan Penuh Misteri! 5 Rekomendasi Film Bertema Perpustakaan yang Wajib Ditonton
3 days ago

Niki berhasil bikin penonton Prambanan Jazz melamar kekasihnya di tengah konser
5 days ago

Resmi! PUBG Mobile Umumkan Kolaborasi Global Bersama Anime Naruto Shippuden
6 days ago

Bikin Merinding! 5 Rekomendasi Film dan Dokumenter UFO Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata
8 days ago

Hubungan Erat Musik Reggae, Budaya Rastafari, dan Pesan Perdamaian Dunia
9 days ago

Wajib Masuk Playlist: 10 Album Reggae Terbaik yang Tak Lekang oleh Waktu
9 days ago

Mengenal Alat Musik Utama dalam Reggae dan Perannya Membentuk Groove
9 days ago

Bukan Sekadar Alunan Santai, Ini Asal-usul Musik Reggae dan Makna di Baliknya
9 days ago

Tulus Comeback Lewat Single "Teh Hijau", Obati Rindu Penggemar Setelah Empat Tahun
10 days ago





