Lebih Cuan dari Deposito, Saham Bank Jatim Tebar Dividen Jumbo bagi Pemegang Saham
Admin WGM - Friday, 08 May 2026 | 08:30 AM


PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi menetapkan pembagian dividen dalam jumlah besar bagi para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Surabaya. Selain menyepakati alokasi laba bersih, perseroan juga melakukan penyegaran struktural dengan menunjuk direksi baru guna memperkuat tata kelola risiko perusahaan di tengah dinamika perbankan global.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Jatim sebagai pilar utama penggerak roda ekonomi di Jawa Timur serta menjaga kepercayaan investor di pasar modal.
Dividen Jumbo di Atas Rata-Rata Deposito
Capaian kinerja keuangan yang solid memungkinkan Bank Jatim untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham. Melansir laporan Infobank, RUPST menyepakati pembagian dividen tunai dengan total nilai mencapai Rp850 miliar. Pembagian ini setara dengan lebih dari separuh perolehan laba bersih perseroan, yang mencerminkan komitmen bank dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para investor.
Menariknya, imbal hasil atau yield dividen yang ditawarkan oleh emiten berkode saham BJTM ini dinilai sangat kompetitif. Melansir analisis Kontan, besaran dividen bank daerah ini diproyeksikan setara dengan empat kali lipat bunga deposito rupiah pada rata-rata perbankan saat ini. Angka ini menempatkan Bank Jatim sebagai salah satu saham sektor perbankan dengan dividend yield tertinggi di Bursa Efek Indonesia, yang menjadikannya pilihan menarik bagi investor pemburu imbal hasil stabil.
Penyegaran Struktur Manajemen Risiko
Selain agenda keuangan, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Salah satu keputusan penting adalah pengangkatan Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah krusial untuk memperkuat mitigasi risiko dan kepatuhan dalam menghadapi tantangan ekonomi makro serta percepatan digitalisasi perbankan.
Manajemen baru diharapkan mampu membawa inovasi dalam pengelolaan aset serta memastikan ekspansi kredit tetap berjalan sehat dan prudent. Penyegaran ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara lini bisnis dan pengendalian internal guna mendukung visi bank menjadi BPD nomor satu di Indonesia.
Khofifah: Bank Jatim Harus Jadi Lokomotif Ekonomi
Eks Gubernur Jawa Timur sekaligus tokoh masyarakat, Khofifah Indar Parawansa, turut memberikan perhatian khusus terhadap hasil RUPST ini. Melansir laporan Antara News Jatim, Khofifah meminta manajemen Bank Jatim untuk konsisten melanjutkan perannya sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya bank daerah dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat di Jawa Timur.
"Bank Jatim bukan sekadar lembaga pencari laba, tetapi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di pelosok daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah harus terus diperkuat untuk menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan melalui akses perbankan yang inklusif," ujar Khofifah dalam sebuah kesempatan.
Optimisme Pertumbuhan 2026
Dengan struktur direksi yang baru dan dukungan permodalan yang kuat, Bank Jatim optimis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif pada tahun 2026. Perseroan berencana untuk memperluas jangkauan layanan digital guna menjangkau nasabah milenial serta mempermudah akses transaksi bagi pemerintah daerah melalui program digitalisasi keuangan daerah.
Para analis pasar modal memprediksi bahwa keberhasilan pembagian dividen jumbo ini akan menjaga stabilitas harga saham BJTM di pasar sekunder. Langkah Bank Jatim dalam menyeimbangkan antara pemenuhan hak pemegang saham dengan penguatan modal internal melalui laba ditahan dinilai sebagai strategi yang bijak untuk menjaga ketahanan bank dalam jangka panjang.
Next News

Gagal Damai! Trump Tolak Mentah-Mentah Proposal Iran, Harga Minyak Dunia Guncang
2 hours ago

Pasar Menanti MSCI, IHSG Berpotensi Tertekan Namun Target 9.050 Masih Terbuka
11 hours ago

Peluang Emas! Saham Sektor Migas Diobral, Cek Prospek Cuan Tahun 2026
a day ago

Cuan Melimpah! Shell Gandakan Laba di Tengah Krisis Harga Bahan Bakar Dunia
a day ago

BPS Buka Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
2 days ago

Jangan Sampai Tertukar, Ini Perbedaan BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026
3 days ago

Diterjang Badai Avtur dan Kurs, Maskapai Nasional Desak Kemenhub Naikkan Batas Harga Tiket
5 days ago

Rupiah Mulai 'Napas', Presiden Prabowo Gercep Restui 7 Jurus Maut Bank Indonesia
5 days ago

Mengapa Harga Burger Berbeda di Tiap Negara? Mengenal Konsep Daya Beli Lewat Big Mac Index
6 days ago

Peran Strategis Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Suku Bunga untuk Melawan Inflasi
6 days ago





