El Nino Masuki Fase Moderat, BMKG Minta Masyarakat Waspada Ancaman Kekeringan
Admin WGM - Sunday, 28 June 2026 | 12:00 PM


Fenomena El Nino pada 2026 terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino diperkirakan telah memasuki fase moderat dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini diperkirakan membuat musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
BMKG mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berupa penurunan curah hujan, tetapi juga dapat memicu kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Peluang El Nino Moderat Meningkat
Hasil pemodelan iklim terbaru menunjukkan peluang El Nino berkembang ke kategori moderat mencapai sekitar 98 persen. Selain itu, terdapat kemungkinan fenomena ini menguat lebih lanjut apabila kondisi suhu permukaan laut di Samudra Pasifik terus meningkat.
BMKG juga memantau potensi munculnya Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada pertengahan hingga akhir 2026. Jika kedua fenomena tersebut terjadi bersamaan, dampak musim kemarau berpotensi menjadi lebih signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
Dampak yang Perlu Diwaspadai
Fenomena El Nino umumnya menyebabkan curah hujan di Indonesia menurun sehingga musim kemarau berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut dapat berdampak pada:
- Berkurangnya cadangan air bersih.
- Penurunan produksi pertanian akibat minimnya hujan.
- Meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Gangguan pada sektor perkebunan dan peternakan.
- Potensi meningkatnya suhu udara di sejumlah wilayah.
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua akan mengalami musim kemarau dengan kondisi lebih kering dari rata-rata klimatologis.
Masyarakat Diminta Bersiap
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti menghemat penggunaan air, menjaga sumber air bersih, menyesuaikan pola tanam, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Informasi perkembangan cuaca dan iklim juga diharapkan terus dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Memasuki fase moderat, El Nino diperkirakan akan memberikan dampak yang lebih nyata terhadap musim kemarau di Indonesia. Meski intensitasnya masih terus dipantau, masyarakat diimbau tidak mengabaikan potensi kekeringan dan mulai melakukan langkah mitigasi sejak dini guna mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Next News

Astronom Temukan "Mega-Earth" GJ 523b: Bobotnya 23 Kali Lipat Massa Bumi dengan Orbit Tak Biasa
in 6 hours

Bukan Cuma Bulan Kelahiran: 3 Peristiwa Besar Kehidupan Nabi di Bulan Rabiul Awal
in 7 hours

Perlindungan Data Pribadi dan Hak Digital dalam Kacamata Konstitusi Indonesia
7 days ago

Bukan Cuma Menuntut Hak: Mengenal Kewajiban Konstitusional Warga Negara Indonesia
7 days ago

Ingin Pelihara Reptil? 4 Jenis Kadal Hias yang Paling Ramah untuk Pemula
11 days ago

Mengapa Ekor Kadal Bisa Tumbuh Lagi? Rahasia Sains di Balik Fenomena Autotomi
11 days ago

Bukan Cuma Hafalan! Cara Menerapkan 10 Dasa Darma Pramuka di Kehidupan Sehari-hari
11 days ago

Bukan Cuma Nilai Bagus! Ini Keterampilan Penting yang Harus Dimiliki Anak Muda Masa Kini
13 days ago

Bangga! Ini 5 Teknologi Buatan Peneliti Indonesia yang Diakui Dunia
15 days ago

Garda Terdepan Planet Bumi: Bagaimana Masyarakat Adat Menjaga 80% Keanekaragaman Hayati Dunia
16 days ago





