Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Cara Menolong Korban Kesetrum yang Benar, Jangan Langsung Disentuh!

Admin WGM - Sunday, 28 June 2026 | 08:00 PM

Background
Cara Menolong Korban Kesetrum yang Benar, Jangan Langsung Disentuh!
(hellosehat.com/)

Kesetrum dapat terjadi kapan saja, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kabel listrik yang rusak, stopkontak, hingga peralatan elektronik yang mengalami korsleting. Dalam situasi seperti ini, banyak orang spontan ingin menolong korban, padahal tindakan yang salah justru dapat membahayakan diri sendiri.

Oleh karena itu, mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang benar sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera serius hingga kematian.

1. Pastikan Lokasi Aman

Sebelum mendekati korban, pastikan sumber listrik sudah dimatikan. Jika memungkinkan, putuskan aliran listrik melalui sakelar utama atau panel listrik. Bila sumber listrik belum dapat diputus, jangan menyentuh korban karena tubuhnya masih bisa menjadi penghantar arus listrik.

Apabila korban berada di dekat kabel listrik bertegangan tinggi, jangan mendekat. Jaga jarak aman dan segera hubungi petugas yang berwenang untuk mematikan aliran listrik.

2. Segera Hubungi Layanan Darurat

Setelah kondisi sekitar aman, segera hubungi ambulans atau layanan gawat darurat agar korban memperoleh penanganan medis secepat mungkin. Jangan meninggalkan korban sendirian selama menunggu bantuan datang.

3. Jangan Langsung Menyentuh Korban

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung menarik atau memegang tubuh korban. Jika aliran listrik masih aktif, tindakan tersebut dapat membuat penolong ikut tersengat.

Pastikan benar-benar tidak ada aliran listrik sebelum memberikan bantuan. Jangan mengandalkan benda seperti kayu atau karet jika Anda tidak yakin sumber listrik sudah terputus.

4. Periksa Kondisi Korban

Jika lokasi sudah aman, periksa apakah korban sadar, bernapas, dan memiliki denyut nadi. Amati pula apakah terdapat luka bakar, patah tulang akibat terjatuh, atau tanda-tanda syok seperti kulit pucat, napas cepat, dan penurunan kesadaran.

Bila korban mengalami luka bakar, siram area tersebut dengan air mengalir yang sejuk selama beberapa menit, kemudian tutup menggunakan kasa steril atau kain bersih. Hindari mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, atau bahan lain pada luka.

5. Lakukan CPR Jika Diperlukan

Apabila korban tidak bernapas dan denyut nadinya tidak teraba, lakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau resusitasi jantung paru jika Anda telah mendapatkan pelatihan. Tindakan ini dapat membantu mempertahankan sirkulasi darah hingga tenaga medis tiba.

Kapan Korban Harus Dibawa ke Rumah Sakit?

Korban kesetrum sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis, terutama jika mengalami:

  • Luka bakar akibat listrik.
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada atau jantung berdebar.
  • Kejang.
  • Mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh.
  • Kesetrum akibat tegangan tinggi atau sambaran petir.

Perlu diketahui, luka akibat kesetrum tidak selalu tampak parah di permukaan. Arus listrik dapat merusak otot, saraf, hingga organ dalam meskipun hanya terlihat luka kecil pada kulit.

Menolong korban kesetrum harus diawali dengan memastikan keselamatan diri sendiri. Jangan pernah menyentuh korban sebelum aliran listrik dipastikan telah terputus. Setelah lokasi aman, segera hubungi layanan darurat, lakukan pemeriksaan kondisi korban, dan berikan pertolongan pertama sesuai kemampuan hingga bantuan medis tiba. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius serta meningkatkan peluang keselamatan korban.