Buntut Insiden Bayi Tertukar, RSHS Beri Klarifikasi di Tengah Somasi Keluarga
Admin WGM - Thursday, 16 April 2026 | 04:54 PM


Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung telah memulai penyelidikan terkait insiden bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Langkah hukum ini diambil menyusul somasi yang dilayangkan pihak keluarga pasien dan secara tegas meminta dilakukan tes DNA untuk memastikan identitas bayi.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyampaikan penyelidikan dilakukan untuk memastikan indikasi unsur pidana, baik kesalahan administrasi maupun standar operasional prosedur yang telah dilakukan rumah sakit.
"Satreskrim Polrestabes Bandung sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan betul bahwa terkait kejadian tersebut apakah diindikasikan ada pidana atau memang ada kesalahan administrasi atau SOP yang dilakukan oleh rumah sakit," ungkap Anton, Selasa (14/4/2026).
Sementara itu, pihak manajemen RSHS memberikan klarifikasi bahwa perkara tersebut saat ini telah terkendali dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. RSHS menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait dugaan praktik ilegal tidak benar. Sebagai tindak lanjut, rumah sakit telah menonaktifkan petugas yang terlibat dan akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara aman dan profesional.
"Permasalahan tersebut dapat segera ditangani di tempat dan petugas juga telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ungkap Rachim Dinata Marsidi, Direktur Utama RSHS Bandung, dalam keterangan resminya, dilansir dari laman Metro News, Kamis (16/4/2026).
Menurut Rachim, insiden ini hanya kesalahpahaman di mana bayi milik Nina Saleha (27) hendak dikembalikan kepada dirinya usai mendapat penanganan dari pihak rumah sakit. Namun, akibat tidak di tempat dan petugas terdistraksi dengan melayani pasien lain sehingga tidak segera mengembalikan bayi tersebut kepada orang tua yang benar.
Di sisi lain, Nina Saleha menyampaikan bahwa dirinya merasa khawatir dan kaget menemui gelang identitas bayinya menjadi sebagai pasien di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS, (8/4/2026). Menurut Nina, saat bertanya kepada perawat justru dialihkan ke bagian lain tanpa adanya kejelasan terkait bayinya yang dianggap tidak profesional.
"Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya. Pas saya lihat wajahnya, ternyata benar itu anak saya," ungkap Nina dilansir dari laman Metro News.
Insiden ini telah sampai pada laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang turut melakukan pemantauan kasus ini. Kelalaian ini merupakan kekhilafan tenaga kesehatan akibat beban kerja dan menjadi evaluasi secara menyeluruh sehingga dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 4 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 4 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 4 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 2 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 26 minutes

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 5 minutes

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
10 minutes ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
20 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
20 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





