Jumat, 10 Juli 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Bukan Cuma di Amerika, Ini Deretan Fenomena UFO Paling Menghebohkan di Indonesia

Admin WGM - Thursday, 02 July 2026 | 02:30 PM

Background
Bukan Cuma di Amerika, Ini Deretan Fenomena UFO Paling Menghebohkan di Indonesia
Penampakan UFO di indonesia (Chappy Hakim /)

Pembahasan mengenai objek terbang tak dikenal atau UFO (unidentified flying object) sering kali diidentikkan dengan laporan-laporan misterius yang berasal dari negara-negara barat, seperti Amerika Serikat atau Inggris. Namun, Indonesia sebenarnya memiliki sejarah yang sangat kaya dan panjang terkait dengan penampakan fenomena anomali di langit ini. Sejak puluhan tahun lalu, berbagai peristiwa penampakan objek misterius telah dilaporkan di berbagai wilayah nusantara, yang tidak hanya menarik perhatian masyarakat awam tetapi juga memicu perhatian serius dari kalangan militer dan akademisi dalam negeri.

Salah satu peristiwa penampakan yang paling legendaris dan terdokumentasi dengan baik terjadi di kawasan Gunung Lawu, Jawa Tengah. Gunung yang sarat akan kisah mistis ini kerap menjadi lokasi pelaporan benda terbang aneh yang bergerak dengan kecepatan tidak wajar dan memiliki manuver yang mustahil dilakukan oleh teknologi pesawat terbang konvensional pada masa itu. Selain di Gunung Lawu, laporan penampakan piring terbang juga pernah menghebohkan wilayah Surabaya, Malang, dan Jakarta pada sekitar akhir tahun 1950-an. Fenomena ini bahkan sempat membuat pihak Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada masa itu melakukan pemantauan intensif demi memastikan keamanan wilayah udara nasional dari potensi ancaman asing.

Keunikan dari fenomena UFO di Indonesia juga ditandai dengan lahirnya istilah lokal yang sangat khas, yaitu "Beta". Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu pelopor penelitian UFO di Indonesia, yakni Raden Jacob Salatun. Salatun, yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), merasa bahwa istilah piring terbang kurang akurat untuk menggambarkan seluruh fenomena yang dilaporkan masyarakat. Beliau kemudian menciptakan akronim Beta, yang merupakan kepanjangan dari Benda Terbang Aneh. Melalui penggunaan istilah ini, Salatun berusaha membawa perdebatan mengenai fenomena langit tersebut ke arah yang lebih ilmiah dan terstruktur di tanah air.

Meskipun sebagian besar penampakan Beta di Indonesia akhirnya dapat dijelaskan secara rasional sebagai fenomena alam, balon cuaca, refleksi cahaya atmosfer, atau satelit buatan manusia, ketertarikan publik terhadap misteri ini tidak pernah padam. Di era digital saat ini, komunitas-komunitas pencinta astronomi dan peneliti amatir terus aktif mengumpulkan serta mendokumentasikan setiap laporan penampakan baru menggunakan teknologi kamera yang lebih canggih. Fenomena Beta di Indonesia tetap menjadi salah satu lembaran misteri modern yang terus memicu rasa ingin tahu masyarakat mengenai kemungkinan adanya kehidupan lain di luar tata surya kita.