Sabtu, 25 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Penundaan Konser Tidak Jelas di Pekalongan : Krisis Kepercayaan Penikmat Musik Diterjang Ketidaksiapan Promotor Daerah Hingga Polemik Hukum Somasi NDX AKA

Admin WGM - Saturday, 25 April 2026 | 04:26 PM

Background
Penundaan Konser Tidak Jelas di Pekalongan : Krisis Kepercayaan Penikmat Musik Diterjang Ketidaksiapan Promotor Daerah Hingga Polemik Hukum Somasi NDX AKA
NDX AKA (wikipedia /)

ndustri kreatif, khususnya sektor musik di Kota Pekalongan, tengah menjadi perbincangan hangat. Promotor (Penyelenggara) Singphoria Pekalongan secara mendadak memberikan pernyataan penundaan konser tanpa kejelasan tanggal baru maupun pengembalian biaya (refund) tiket. Insiden ini tentu mengecewakan berbagai pihak, terutama penonton yang telah bersiap sejak jauh hari, baik secara fisik maupun finansial.

Penundaan konser bukan sekadar masalah teknis, melainkan pemicu trauma dan menurunnya kepercayaan penonton sebagai konsumen. Awalnya, konsumen menganggap harga miring pada tiket presale sebagai keuntungan. Namun, kini keuntungan tersebut berubah menjadi investasi bodong yang merugikan.

Parahnya, pola ini tidak hanya terjadi pada konser Singphoria Pekalongan, tetapi juga di beberapa daerah lain dengan manajemen yang sama, yakni Singphoria Lombok, Singphoria Jambi, Kendal Phoria, Musik Phoria, dan Berpesta di Bungo. Rekam jejak buruk tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi konsumen terhadap penyelenggaraan industri hiburan daerah.

Disamping itu, masalah terkait konser di pekalongan tidak hanya berhenti pada kerugian konsumen, melainkan juga mitra penampil yaitu guest star. Baru-baru ini Gelombang Cinta Fest Pekalongan di bawah AL Organizer melayangkan somasi untuk melaporkan NDX AKA ke Polda Jateng, Rabu (22/4/2026).Ā Ā 

Pihak AL Organizer menyampaikan bahwa pihaknya mengalami kerugian hingga 1,7 miliar yang disebabkan oleh pernyataan NDX melalui akun resminya terkait pembatalan penampilan di Gelombang Cinta Pekalongan. Pembatalan tampil NDX AKA juga dipicu oleh penundaan sepihak dari promotor yang seharusnya tampil pada 26 Maret 2026 menjadi 7 Mei 2026.Ā 

"Pekalongan Punya Potensi, Tetapi…"

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak reputasi promotor, tetapi juga memicu skeptisisme konsumen yang menyulitkan penjualan tiket di masa depan. Selain itu, promotor daerah lainnya turut terkena imbasnya, merek-merek besar akan ragu menjalin kerja sama dengan event lokal.

Kondisi ini diperparah dengan risiko rusaknya reputasi daerah yang dapat membuat manajemen artis lebih selektif hingga mematikan pasar lokal. Kemungkinan buruk tersebut dapat diperkecil jika masyarakat lebih jeli melihat rekam jejak promotor, serta adanya sikap tegas dan solutif dari penyelenggara untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Tags