Penundaan Konser Tidak Jelas di Pekalongan : Krisis Kepercayaan Penikmat Musik Diterjang Ketidaksiapan Promotor Daerah Hingga Polemik Hukum Somasi NDX AKA
Admin WGM - Saturday, 25 April 2026 | 04:26 PM


ndustri kreatif, khususnya sektor musik di Kota Pekalongan, tengah menjadi perbincangan hangat. Promotor (Penyelenggara) Singphoria Pekalongan secara mendadak memberikan pernyataan penundaan konser tanpa kejelasan tanggal baru maupun pengembalian biaya (refund) tiket. Insiden ini tentu mengecewakan berbagai pihak, terutama penonton yang telah bersiap sejak jauh hari, baik secara fisik maupun finansial.
Penundaan konser bukan sekadar masalah teknis, melainkan pemicu trauma dan menurunnya kepercayaan penonton sebagai konsumen. Awalnya, konsumen menganggap harga miring pada tiket presale sebagai keuntungan. Namun, kini keuntungan tersebut berubah menjadi investasi bodong yang merugikan.
Parahnya, pola ini tidak hanya terjadi pada konser Singphoria Pekalongan, tetapi juga di beberapa daerah lain dengan manajemen yang sama, yakni Singphoria Lombok, Singphoria Jambi, Kendal Phoria, Musik Phoria, dan Berpesta di Bungo. Rekam jejak buruk tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi konsumen terhadap penyelenggaraan industri hiburan daerah.
Disamping itu, masalah terkait konser di pekalongan tidak hanya berhenti pada kerugian konsumen, melainkan juga mitra penampil yaitu guest star. Baru-baru ini Gelombang Cinta Fest Pekalongan di bawah AL Organizer melayangkan somasi untuk melaporkan NDX AKA ke Polda Jateng, Rabu (22/4/2026).Ā Ā
Pihak AL Organizer menyampaikan bahwa pihaknya mengalami kerugian hingga 1,7 miliar yang disebabkan oleh pernyataan NDX melalui akun resminya terkait pembatalan penampilan di Gelombang Cinta Pekalongan. Pembatalan tampil NDX AKA juga dipicu oleh penundaan sepihak dari promotor yang seharusnya tampil pada 26 Maret 2026 menjadi 7 Mei 2026.Ā
"Pekalongan Punya Potensi, Tetapiā¦"
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak reputasi promotor, tetapi juga memicu skeptisisme konsumen yang menyulitkan penjualan tiket di masa depan. Selain itu, promotor daerah lainnya turut terkena imbasnya, merek-merek besar akan ragu menjalin kerja sama dengan event lokal.
Kondisi ini diperparah dengan risiko rusaknya reputasi daerah yang dapat membuat manajemen artis lebih selektif hingga mematikan pasar lokal. Kemungkinan buruk tersebut dapat diperkecil jika masyarakat lebih jeli melihat rekam jejak promotor, serta adanya sikap tegas dan solutif dari penyelenggara untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Next News

ESDM Perintahkan Penggantian Alat Gardu Induk Usang Pasca-Listrik Jakarta Anjlok
in 6 hours

Kelewat Batas! Debt Collector Pinjol Prank Damkar Semarang Jadi Urusan Polisi
in 5 hours

Tiongkok Meradang: Kebijakan Baru AS Ancam Putus Rantai Pasok Semikonduktor Dunia
in 6 hours

Sains Jadi Seru! NASA Ajak Anda Tuliskan Nama di Citra Satelit Landsat
in 5 hours

Menhan Tegaskan Izin Lintas Udara Pesawat Asing Harus Utamakan Kepentingan Nasional
in 4 hours

Bawa Tumbler ke Bioskop Sudah Boleh! Simak Syarat dan Aturan Terbaru Cinema XXI
in 3 hours

Pelepasan Jamaah Calon Haji Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan Fasilitasi Bus Hingga Cek Kesehatan
an hour ago

Hari Bumi 2026: Pemprov DKI Padamkan Lampu 1 Jam, Ini Daftar Lokasi dan Tujuannya
16 hours ago

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Wiranto hingga Gatot Nurmantyo Hadir Bahas Strategi Pertahanan
17 hours ago

Jembatan Cangar: Misteri Dua Kematian Beruntun yang Mengundang Sorotan Publik
18 hours ago





