Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Jakarta dan New York Jajaki Kerja Sama Strategis Transportasi hingga Penerbitan Obligasi Daerah

Azizatul Khifdiyah - Monday, 21 September 2026 | 11:18 AM

Background
Jakarta dan New York Jajaki Kerja Sama Strategis Transportasi hingga Penerbitan Obligasi Daerah
Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota New York menggelar pertemuan bilateral untuk membahas solusi transportasi, banjir, dan penerbitan obligasi daerah Jakarta Bond. (Detiknews/)

​Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York. Dilansir dari web resmi pemprov pada Senin (21/9/2026), pertemuan yang berlangsung pada Minggu (20/9) tersebut menjadi ruang bagi kedua pemimpin untuk bertukar pengalaman serta membahas solusi atas berbagai tantangan perkotaan. Diskusi strategis ini mencakup pengembangan transportasi publik, penanganan banjir, pengendalian polusi udara, hingga rencana pembiayaan pembangunan melalui obligasi daerah.

​Dalam dialog tersebut, Zohran Kwame Mamdani secara khusus menggali strategi Jakarta dalam mengatasi kemacetan dan mengembangkan transportasi publik. Pramono menjelaskan bahwa pengembangan Transjabodetabek dilakukan sebagai upaya memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Langkah ini dinilai sangat penting mengingat tingginya mobilitas harian warga yang melintasi batas wilayah ibu kota.

​"Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar - masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah. Kami juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, antara lain lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar penerima KJP dan mahasiswa penerima KJMU," ujar Pramono.

​Selain sektor transportasi, Gubernur DKI Jakarta memaparkan berbagai upaya strategis dalam menangani ancaman banjir perkotaan. Penanganan tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, pengurangan penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah (land subsidence), serta pengembangan Giant Sea Wall. Langkah komprehensif ini diambil guna melindungi warga serta infrastruktur vital Jakarta dari risiko luapan air.

​"Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall," jelasnya.

​Pertemuan bilateral ini turut membahas rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur. Rencana tersebut mendapat sambutan hangat dari Mamdani yang juga menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta. Dukungan ini membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan kota.

​"Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," ungkap Mamdani.

​melalui pertemuan ini, kedua kota besar dunia tersebut berhasil membuka ruang diplomasi yang erat dalam menghadapi permasalahan urban.