Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Geger Temuan Mayat Mahasiswa Pemalang di Kamar Kos Kajen, Polisi Sebut Murni Karena Sakit

Azizatul Khifdiyah - Saturday, 26 September 2026 | 10:55 AM

Background
Geger Temuan Mayat Mahasiswa Pemalang di Kamar Kos Kajen, Polisi Sebut Murni Karena Sakit
Penemuan jasad mahasiswa semester 7 asal Pemalang menggemparkan penghuni kos di Tanjungsari, Kajen, Pekalongan. Polisi menyatakan tidak ada unsur pidana dan kematian murni akibat sakit. (Radar Pekalongan/)

​Kajen – Penemuan mayat seorang mahasiswa di rumah kos Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan menggemparkan warga setempat pada Kamis malam, 24 September 2026. Korban bernama Abdul Haafizh Damara yang berusia 22 tahun merupakan mahasiswa semester 7 asal Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Laporan mengenai kejadian tragis tersebut pertama kali diterima oleh pihak kepolisian dari pemilik kos pada pukul 21.35 WIB.

​Berdasarkan laporan saksi di sebelah kamar, suara benda jatuh sempat terdengar dua kali dari dalam kamar korban sekitar pukul 14.10 WIB. Korban juga masih terlihat keluar kamar untuk membuang sampah pada pukul 14.30 WIB sebelum akhirnya tidak terlihat lagi. Saksi mulai merasa curiga saat melihat pintu kamar korban sedikit terbuka serta dikerumuni semut pada sore harinya.

​Kecurigaan saksi semakin menguat ketika mendapati pintu kamar korban masih terbuka dan melihat kaki korban terbaring kaku sekitar pukul 20.30 WIB. Pintu kamar nomor 3 itu kemudian diperiksa bersama pemilik kos hingga korban ditemukan sudah tak bernyawa di depan kamar mandi. Pihak Polsek Kajen bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan dan tim medis RSUD Kajen langsung mendatangi lokasi untuk menggelar olah TKP.

​"Pada hari Kamis, 24 September 2026 sekira pukul 21.35 WIB, piket unit Reskrim bersama SPK Polsek Kajen menerima laporan adanya penghuni meninggal dunia di dalam kamar kost," ujar Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro, Jumat, 25 September 2026.

​"Dari luar, saksi mendapati posisi kaki korban terbaring kaku di lantai," jelasnya mengenai proses awal penemuan jasad tersebut.

​Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana pada tubuh mahasiswa tersebut. Polisi memastikan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh penyakit yang sedang dideritanya. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah mereka menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

​"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana pada tubuh korban. Kematian korban diduga kuat murni karena sakit yang dideritanya," tegas Iptu Teguh menutup keterangan resmi kepolisian.