Geger Temuan Mayat Mahasiswa Pemalang di Kamar Kos Kajen, Polisi Sebut Murni Karena Sakit
Azizatul Khifdiyah - Saturday, 26 September 2026 | 10:55 AM


Kajen – Penemuan mayat seorang mahasiswa di rumah kos Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan menggemparkan warga setempat pada Kamis malam, 24 September 2026. Korban bernama Abdul Haafizh Damara yang berusia 22 tahun merupakan mahasiswa semester 7 asal Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Laporan mengenai kejadian tragis tersebut pertama kali diterima oleh pihak kepolisian dari pemilik kos pada pukul 21.35 WIB.
Berdasarkan laporan saksi di sebelah kamar, suara benda jatuh sempat terdengar dua kali dari dalam kamar korban sekitar pukul 14.10 WIB. Korban juga masih terlihat keluar kamar untuk membuang sampah pada pukul 14.30 WIB sebelum akhirnya tidak terlihat lagi. Saksi mulai merasa curiga saat melihat pintu kamar korban sedikit terbuka serta dikerumuni semut pada sore harinya.
Kecurigaan saksi semakin menguat ketika mendapati pintu kamar korban masih terbuka dan melihat kaki korban terbaring kaku sekitar pukul 20.30 WIB. Pintu kamar nomor 3 itu kemudian diperiksa bersama pemilik kos hingga korban ditemukan sudah tak bernyawa di depan kamar mandi. Pihak Polsek Kajen bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan dan tim medis RSUD Kajen langsung mendatangi lokasi untuk menggelar olah TKP.
"Pada hari Kamis, 24 September 2026 sekira pukul 21.35 WIB, piket unit Reskrim bersama SPK Polsek Kajen menerima laporan adanya penghuni meninggal dunia di dalam kamar kost," ujar Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro, Jumat, 25 September 2026.
"Dari luar, saksi mendapati posisi kaki korban terbaring kaku di lantai," jelasnya mengenai proses awal penemuan jasad tersebut.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana pada tubuh mahasiswa tersebut. Polisi memastikan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh penyakit yang sedang dideritanya. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah mereka menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana pada tubuh korban. Kematian korban diduga kuat murni karena sakit yang dideritanya," tegas Iptu Teguh menutup keterangan resmi kepolisian.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
12 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
12 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
5 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
5 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
8 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





