Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dugaan Korsleting Kulkas Hanguskan Warung Kopi di Lahan Perhutani Pekalongan

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 01 October 2026 | 11:19 AM

Background
Dugaan Korsleting Kulkas Hanguskan Warung Kopi di Lahan Perhutani Pekalongan
Sebuah warung kopi di Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Pekalongan, ludes terbakar akibat dugaan korsleting kulkas pada Rabu (30/9/2026). Pemilik warung mengalami kerugian Rp20 juta, sementara polisi mengimbau warga rutin mengecek kelaikan instalasi listrik. (Radar Pekalongan/)

​Berdasarkan laporan yang dihimpun, musibah kebakaran hebat melanda sebuah warung kopi di Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Bangunan kayu berukuran 5x4 meter tersebut ludes terbakar pada Rabu sore, 30 September 2026. Warung kopi milik Syuaib (50) ini berdiri di atas lahan Perhutani KPH Pekalongan Timur, tepatnya di Blok Dukuh Mesoyi.

​Insiden tersebut bermula saat Syuaib menutup tempat usahanya sekitar pukul 17.30 WIB. Demi menjaga keamanan sebelum pulang ke rumah, ia sudah sempat melepaskan regulator kompor gas. Namun, hanya berselang setengah jam kemudian, warga sekitar dikejutkan oleh kobaran api yang dengan cepat membesar membakar seluruh bangunan semi permanen tersebut.

​Melihat kobaran api yang membumbung tinggi, Kepala Desa Mesoyi M Yahya langsung menghubungi Polsek Talun untuk melaporkan musibah tersebut. Selanjutnya, warga sekitar bersama personel Polsek Talun bahu-membahu secara gotong royong memadamkan si jago merah. Dengan mengandalkan peralatan seadanya seperti mesin semprot air manual dan galon, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.00 WIB.

​Kapolsek Talun Iptu Heru Santoso membenarkan insiden kebakaran yang menimpa salah satu warung milik warga di area lahan Perhutani tersebut. Dari hasil olah TKP awal dan keterangan saksi-saksi, titik api diperkirakan berasal dari korsleting listrik pada kabel kulkas di dalam warung. Kebakaran cepat merambat karena sebagian besar material bangunan terbuat dari kayu serta berisi perabotan yang mudah terbakar.

​"Benar, telah terjadi kebakaran satu unit warung kopi semi permanen di Dukuh Mesoyi," kata dia.

​Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, pemilik warung kopi harus menelan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp20 juta. Barang-barang berharga seperti satu unit kulkas, kompor, serta tabung gas dilaporkan ikut hangus terbakar. Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, pihak kepolisian mengimbau seluruh warga untuk senantiasa mengecek kelaikan instalasi listrik secara berkala.

​"Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan memastikan kelayakan jaringan listrik," jelasnya.

​"Gunakan peralatan listrik yang berstandar SNI serta pastikan stop kontak atau kabel perabot yang berpotensi menyengat dalam kondisi aman sebelum meninggalkan tempat usaha," imbau Kapolsek.