Cicit Pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, Gus Kikin Resmi Terpilih Menjadi Ketum PBNU Periode 2026-2031
Azizatul Khifdiyah - Monday, 31 August 2026 | 10:28 AM


Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, secara resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Berdasarkan laporan IDN Times, penetapan keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Senin, 31 Agustus 2026. Forum musyawarah yang berlangsung sejak pukul 06.20 hingga 07.00 WIB ini secara bulat mufakat memilih figur Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut untuk memimpin PBNU lima tahun ke depan.
Sebelum resmi ditetapkan oleh sembilan kiai anggota AHWA, Gus Kikin telah mengantongi perolehan 472 suara dari total dukungan yang masuk dalam tahapan penjaringan. Keunggulan mutlak suara tersebut menegaskan tingginya aspirasi serta kepercayaan muktamirin dari berbagai wilayah terhadap kepemimpinan beliau. Penetapan musyawarah ini sekaligus mengakhiri serangkaian dinamika pemilihan pimpinan tertinggi dalam bursa muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari garis keturunan sang ibu, sosok ulama ini memiliki hubungan nasab langsung sebagai cicit pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari. Jalur silsilah keulamaan yang kuat dari kedua orang tuanya membentuk landasan spiritual serta pemahaman keagamaan yang mendalam sejak masa kecilnya.
Rekam jejak pendidikan formal sosok pimpinan baru PBNU ini terbilang sangat unik dan beragam. Setelah menuntaskan pendidikan dasar dan menengah di Jombang, beliau melanjutkan jenjang studi ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Selain itu, beliau juga menempuh pendidikan sarjana pada program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka untuk memperluas wawasan keilmuannya.
Kiprah kepemimpinan beliau di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama juga teruji melalui berbagai jenjang pengabdian strategis. Beliau pernah memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029 serta dipercaya menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 sejak tahun 2020. Kombinasi latar belakang pesantren, profesionalisme, serta pengalaman manajerial organisasi menjadi modal utama beliau dalam membawa PBNU menuju era baru yang semakin solid.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
17 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
17 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
10 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
10 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
13 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





