Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Cicit Pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, Gus Kikin Resmi Terpilih Menjadi Ketum PBNU Periode 2026-2031

Azizatul Khifdiyah - Monday, 31 August 2026 | 10:28 AM

Background
Cicit Pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, Gus Kikin Resmi Terpilih Menjadi Ketum PBNU Periode 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. Simak profil singkatnya di sini. (IDNTimes/)

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, secara resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Berdasarkan laporan IDN Times, penetapan keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Senin, 31 Agustus 2026. Forum musyawarah yang berlangsung sejak pukul 06.20 hingga 07.00 WIB ini secara bulat mufakat memilih figur Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut untuk memimpin PBNU lima tahun ke depan.

​Sebelum resmi ditetapkan oleh sembilan kiai anggota AHWA, Gus Kikin telah mengantongi perolehan 472 suara dari total dukungan yang masuk dalam tahapan penjaringan. Keunggulan mutlak suara tersebut menegaskan tingginya aspirasi serta kepercayaan muktamirin dari berbagai wilayah terhadap kepemimpinan beliau. Penetapan musyawarah ini sekaligus mengakhiri serangkaian dinamika pemilihan pimpinan tertinggi dalam bursa muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

​Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari garis keturunan sang ibu, sosok ulama ini memiliki hubungan nasab langsung sebagai cicit pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari. Jalur silsilah keulamaan yang kuat dari kedua orang tuanya membentuk landasan spiritual serta pemahaman keagamaan yang mendalam sejak masa kecilnya.

​Rekam jejak pendidikan formal sosok pimpinan baru PBNU ini terbilang sangat unik dan beragam. Setelah menuntaskan pendidikan dasar dan menengah di Jombang, beliau melanjutkan jenjang studi ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Selain itu, beliau juga menempuh pendidikan sarjana pada program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka untuk memperluas wawasan keilmuannya.

​Kiprah kepemimpinan beliau di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama juga teruji melalui berbagai jenjang pengabdian strategis. Beliau pernah memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029 serta dipercaya menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 sejak tahun 2020. Kombinasi latar belakang pesantren, profesionalisme, serta pengalaman manajerial organisasi menjadi modal utama beliau dalam membawa PBNU menuju era baru yang semakin solid.