Bagaimana KRI Pasopati 410 Bergerak Tanpa Terdeteksi serta Analisis Teknis Komponen Kapal Selam Legendaris Indonesia
Admin WGM - Wednesday, 11 March 2026 | 11:05 AM


Berdiri megah di tepi bantaran Sungai Kalimas Surabaya sebuah monumen unik berupa kapal selam asli bernama KRI Pasopati 410 menjadi saksi bisu kejayaan maritim Indonesia. Kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet ini merupakan tulang punggung Angkatan Laut Republik Indonesia pada masa perjuangan pembebasan Irian Barat. Sebagai alutsista yang dirancang untuk menjalankan misi pengintaian dan serangan mendadak keunggulan utama KRI Pasopati 410 terletak pada kemampuannya untuk beroperasi di bawah permukaan laut tanpa terdeteksi oleh radar atau mata telanjang musuh.
Prinsip kerja kapal selam agar dapat menyelam dan muncul ke permukaan didasarkan pada Hukum Archimedes mengenai gaya apung. KRI Pasopati 410 dilengkapi dengan tangki ballast besar yang terletak di antara lambung dalam dan lambung luar. Saat ingin menyelam katup di bagian atas tangki dibuka agar udara keluar dan air laut masuk sehingga berat jenis kapal menjadi lebih besar daripada air di sekelilingnya. Sebaliknya saat ingin naik ke permukaan udara bertekanan tinggi ditiupkan ke dalam tangki untuk mengusir air laut keluar sehingga kapal kembali menjadi ringan dan mengapung.
Rahasia KRI Pasopati 410 dapat bergerak tanpa terlihat di kedalaman laut berkaitan erat dengan sistem penggerak ganda yang digunakannya. Saat berada di permukaan kapal ini menggunakan mesin diesel yang memerlukan oksigen dalam jumlah besar untuk pembakaran. Namun saat menyelam total mesin diesel dimatikan dan kapal sepenuhnya mengandalkan motor listrik yang ditenagai oleh ratusan baterai raksasa. Penggunaan motor listrik ini sangat krusial karena hampir tidak mengeluarkan suara atau getaran yang dapat dideteksi oleh sonar pasif milik kapal musuh. Hal inilah yang membuat kapal selam dijuluki sebagai monster laut yang sunyi.
Navigasi di kegelapan bawah laut dilakukan tanpa menggunakan jendela kaca karena tekanan air yang sangat besar. KRI Pasopati 410 mengandalkan periskop untuk mengamati situasi di permukaan saat kapal berada pada kedalaman yang dangkal. Namun saat berada di kedalaman yang jauh lebih dalam kru kapal sepenuhnya bergantung pada sistem sonar. Sonar bekerja dengan mengirimkan gelombang suara ke segala arah dan menangkap pantulannya kembali untuk memetakan keberadaan benda lain di sekitarnya. Keahlian kru dalam membaca grafik sonar menentukan keberhasilan misi tanpa harus menampakkan diri ke permukaan.
Kekuatan serang KRI Pasopati 410 terletak pada peluncur torpedo yang berada di bagian haluan dan buritan. Torpedo yang diluncurkan dapat menempuh jarak jauh di bawah air untuk menghancurkan target tanpa diketahui asal serangannya. Selama beroperasi kru kapal harus hidup dalam ruang yang sangat terbatas dan kedap udara dengan manajemen oksigen yang sangat ketat. Teknologi pembersihan udara dan kontrol kelembapan di dalam kabin memungkinkan puluhan kru bertahan berminggu-minggu di bawah air demi menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Kini kehadiran Monumen Kapal Selam atau Monkasel di tengah kota Surabaya memberikan edukasi penting mengenai sejarah dan teknologi militer bagi masyarakat luas. Pengunjung dapat masuk ke dalam tujuh ruangan berbeda di dalam kapal untuk merasakan langsung atmosfer kehidupan di bawah laut. Melestarikan KRI Pasopati 410 merupakan bentuk penghormatan terhadap dedikasi para prajurit laut yang telah menjaga rahasia di kedalaman samudra. Memahami cara kerja kapal selam ini mengingatkan kita bahwa kekuatan pertahanan yang tangguh tidak hanya terletak pada senjata yang terlihat tetapi juga pada kecanggihan teknologi yang mampu bekerja dalam kesunyian.
Next News

Mandiri Energi dengan PLTS Atap: Apakah Biaya Pemasangannya Sebanding dengan Hasilnya?
21 hours ago

Rayakan Hari Kemerdekaan Energi Lewat Kebiasaan Smart Energy di Rumah
a day ago

Mengenal Hari Kemerdekaan Energi Sedunia: Mengapa Bumi Butuh Transisi Energi?
a day ago

Dampak Besar Satelit Palapa Terhadap Modernisasi Komunikasi di Era 70-an
2 days ago

Menolak Putus Sambungan: Transformasi Generasi Satelit Indonesia dari Masa ke Masa
2 days ago

Jarang Diketahui, Ini Fakta Unik Sejarah Satelit Palapa yang Bikin Bangga
2 days ago

Kisah di Balik Hari Satelit Palapa: Saat Indonesia Mengguncang Dunia di Ruang Angkasa
2 days ago

Cara Mengurangi Food Waste (Sampah Makanan) Demi Menghemat Dompet dan Menjaga Bumi
4 days ago

Bom Waktu di Tumpukan Sampah: Mengapa Gas Metana di TPA Bisa Memicu Ledakan Dahsyat?
4 days ago

Bisa Baca Buku Gratis! Rekomendasi Aplikasi Perpustakaan Digital Resmi di Indonesia
4 days ago





