Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tanggul Kali Silempeng Jebol Terjangseng Air Asin, Warga Depok Gotong Royong Selamatkan Sawah

Azizatul Khifdiyah - Saturday, 03 October 2026 | 11:14 AM

Background
Tanggul Kali Silempeng Jebol Terjangseng Air Asin, Warga Depok Gotong Royong Selamatkan Sawah
Tanggul Kali Silempeng sepanjang 6 meter di Siwalan, Pekalongan, jebol diterjang rob tinggi. Areal sawah di tiga desa tergenang air asin, warga gotong royong tutup darurat. (Radar Pekalongan/)

Tanggul di wilayah selatan rumah pompa Kali Silempeng, Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mengalami kerusakan hingga jebol. Kerusakan tanggul sepanjang sekitar 6 meter tersebut terjadi karena kondisi struktur yang sudah rawan serta diterjang fenomena rob tinggi. Akibatnya, limpasan air laut yang deras meluap dan membanjiri kawasan pertanian di sekitarnya.

​Kondisi tanggul jebol tersebut terekam pada 27 September 2026 melalui visual yang memperlihatkan derasnya aliran air menerobos tanggul di bawah jembatan kayu atau bambu sederhana. Peristiwa ini berdampak langsung pada areal persawahan di beberapa wilayah, meliputi Desa Boyoteluk, Desa Semut, dan Desa Tratebang. Luapan air asin akibat rob tersebut kini menggenangi lahan pertanian milik warga, meski untungnya tidak sampai merendam kawasan pemukiman penduduk.

​Melihat kondisi darurat tersebut, warga setempat langsung bergerak cepat secara gotong royong untuk melakukan penanganan awal. Warga bekerja sama menutup bagian tanggul yang rusak menggunakan bahan seadanya demi mengurangi derasnya aliran air asin yang masuk ke sawah. Kepala Desa Depok, Hadi Suwitno, mengonfirmasi bahwa penanganan sementara masih terus berjalan hingga Jumat, 2 Oktober 2026.

​"Selatan rumah pompa Kali Silempeng, dari hari Senin, ini masih proses penutupan sementara," kata Hadi Suwitno.

​Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik tanggul memang sudah lama memprihatinkan serta rawan mengalami kerusakan. Fenomena air laut pasang yang sangat tinggi memperburuk keadaan hingga air sering melompati bagian atas bangunan penahan tersebut. Hal itulah yang pada akhirnya memicu jebolnya struktur sepanjang 6 meter tersebut secara mendadak.

​"Menggenangi sebagian sawah Desa Boyoteluk, Desa Semut dan Tratebang, sawah jadi tergenang air asin. Untuk dampak ke pemukiman tidak berdampak," jelasnya.

​Hadi menambahkan bahwa luapan air asin yang masuk ke areal pesawahan dapat merusak tanaman padi milik para petani. Oleh karena itu, penanganan secara swadaya harus segera dilakukan sembari menunggu penanganan permanen dari pihak berwenang. Upaya penutupan darurat ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian materiil yang lebih besar bagi warga.

​"Sekitar 6 meter," ungkapnya mengenai ukuran panjang bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

​Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena rob tinggi kini makin sering melampaui ketinggian penahan air di kawasan tersebut. Kondisi geografis serta cuaca ekstrem disinyalir menjadi penyebab utama tingginya gelombang air laut di kawasan pekalongan. Warga pun harus tetap waspada terhadap potensi luapan susulan selama cuaca buruk masih berlangsung.

​"Rob tinggi, kondisi tanggul sudah rawan jebol juga, rob sudah biasa melewati di atas tanggul," terangnya.

​Sebenarnya, pengerjaan proyek peninggian tanggul di kawasan tersebut tengah berjalan dan dilakukan secara bertahap dari sisi selatan. Proyek infrastruktur penanganan banjir rob ini didanai melalui anggaran APBD Kabupaten Pekalongan dengan total nilai mencapai sekitar Rp900 juta. Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

​"Tahun ini masih proses pekerjaan peninggian tanggul itu, dimulai dari selatan," pungkasnya.